ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 98


__ADS_3

Remon yang mendengar pertanyaan dari Rendi itu,ia pun mulai angkat suara.


“Kami akan berusaha sekuat tenaga agar tidak terlacak tuan,jadi tuan anda tidak usah khawatirkan tentang masalah itu”ucap Remon berusaha menenangkan Rendi.


“Bagus,pastikan kamu tidak gagal lagi dalam menjalankan tugas ini”ucap Rendi sambil menatap tajam kearah Remon.


“Baik tuan”ucap Remon mengangguk patuh.


“Lalu apa yang harus saya lakukan selanjutnya?,apakah ada perintah lain untuk saya?”lanjut Remon dengan bertanya.


“Untuk sekarang kamu tidak usah melakukan apapun,karena aku sudah memikirkan tentang rencana cadangan,dan rencana itu hanya dapat berjalan jika kita telah melakukan kerja sama dengan tuan mark”ucap Rendi sambil tersenyum,entah apa maksud dari senyum itu,karena hanya Rendi yang tahu.


“Tuan bagaimana tuan Mark bisa mau bekerja sama dengan kita?,dan bukannya jika kita ingin bekerja sama dengannya kita harus memberikan imbalan yang setimpal?”tanya Remon dengan penasaran.


Sontak Rendi yang mendengar pertanyaan dari Remon itu,ia pun langsung menoleh dan menatap Remon dengan tajam.


Remon yang di tatap seperti itu,ia pun langsung menunduk kan kepalanya,tak berani menatap Rendi.


“Maaf tuan saya tak bermaksud untuk berniat lancang”ucap Remon yang merasa takut akan tatapan tuannya itu.


“Ha...ha...,kamu tidak usah takut seperti itu Remon”ucap Rendi sambil tertawa.


Sepertinya Rendi tertawa karena telah membayangkan rencana yang diinginkannya akan berjalan dengan lancar,dan Rendi tahu jika Remon akan bungkam hanya dengan tatapannya saja.


Dan Remon yang mendengar ucapan Rendi itu,ia pun mulai mengangkat kepalanya dan menatap kearah tuannya itu.


“Yang jelas aku sangat yakin jika rencana yang akan kita lakukan akan berjalan dengan sukses,dan maka dari itu kamu tidak usah tahu tentang imbalan yang akan aku berikan kepada tuan Mark”Ucap Rendi dengan nada mutlak.


Remon yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.


“Baik tuan”jawab Remon.


Sementara itu


Saat ini Sherly yang telah sampai di depan mansion tempatnya tinggal,dan ia pun mulai melangkah masuk saat melihat pintu telah dibukakan oleh Rani.


“Selamat malam nyonya”sambut Rani.

__ADS_1


“Selamat malam juga Rani”balas Sherly sambil tersenyum.


Setelah itu Sherly pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti sejenak tadi.


Dan Rani yang telah menutup pintu mansion itu,ia pun berjalan mengikuti Sherly dari belakang.


“Apakah anda ingin makan malam nyonya,karena mungkin anda merasa lapar”ucap Rani sopan.


“Tidak perlu,aku sudah kenyang karena aku sudah makan di luar tadi”jawab Sherly.


“Kenapa anda pulang sendiri?,bukannya anda pergi bersama dengan tuan benarkan nona?”tanya Rani penasaran,ia berkata seperti itu secara spontan.


Sherly yang mendengar pertanyaan dari Rani itu,ia pun berhenti melangkah,setelah itu,ia pun berbalik dan menatap kearah Rani.


“Maaf nyonya sepertinya saya telah bersikap lancang kepada anda,anda juga tidak perlu menjawab pertanyaan saya yang tidak penting ini”ucap Rani sambil menunduk.


Rani sadar jika tidak seharusnya ia bertanya,karena tidak seharusnya ia tahu tentang apa yang dilakukan oleh majikannya itu.


“Ha...ha...,kamu lucu banget sih,nggak usah tegang begitu,dan kenapa Lexi tidak pulang bersama dengan aku itu,karena ia sedang memiliki urusan penting,lagipula aku tidak pulang sendiri karena ada Fani dan orang yang bernama Bagas yang antar aku pulang”ucap Sherly sambil tersenyum


“Terima kasih nyonya karena anda tidak marah kepada saya atas kelancangan saya tadi”ucap Rani sambil terus menunduk kan kepalanya.


“Duh kamu ini,kan sudah aku bilang jangan bersikap telalu sungkan dengan aku,bersikaplah selayaknya kita teman saja”ucap Sherly kepada Rani.


“Maaf nyonya saya tidak berani,karena jika tuan Alex tahu ia akan marah dan menghukum saya”ucap Rani dengan nada terdengar seperti merasa takut.


“Kamu ini,gimana kalau kamu bersikap selayaknya teman jika kita sedang berdua saja,dan Lexi juga nggak akan marah kalau dia tidak tahu kan?”ucap Sherly sambil mengedipkan sebelah matanya.


Sebenarnya Sherly adalah tipe orang yang mudah bergaul,ia juga tidak terlalu suka dengan sikap seseorang yang terlalu hormat kepadanya.


“Lagipula kita jugakan sama-sama makan nasi,jadi kamu jangan merasa takut ataupun merasa sungkan di saat kita bicara berdua iya kan ran?”lanjut Sherly dengan disertai candaan.


Dan Rani yang mendengar ucapan Sherly itu,ia hanya diam tidak tahu harus berkata seperti apa.


“Ya sudah aku ke kamar dulu ya”pamit Sherly


saat melihat Rani hanya diam.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Sherly pun berbalik,ia berjalan semakin mendekat ke arah tangga,ia juga mulai menaiki anak tangga itu.


Tak lama Sherly pun sampai di depan kamarnya,dan tanpa menunggu lama ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya itu


“Duh gerah juga ya lama-lama pakai gaun yang seperti ini”ucap Sherly sambil mengibaskan tangannya.


Kemudian setelah itu Sherly pun menaruh handphone yang ia bawa secara sembarangan.


Setelah itu ia pun langsung berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


Dan tak lama handphone milik Sherly itu pun berdering,sedangkan Sherly yang ada di dalam kamar mandi,ia seperti tidak mendengar bunyi handphone miliknya itu.


"Tringg tralalala"mungkin seperti itulah bunyi handpone milik Sherly.


Entah berapa kali handphone Sherly berbunyi yang jelas handphone itu langsung berhenti berbunyi setelah cukup lama berdering.


Tak lama setelah itu,Sherly pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian lengkap.


“Huh segar banget kalau udah mandi”ucap Sherly pada dirinya sendiri.


" Ting " bunyi handpone Sherly lagi.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung berjalan kearah handpone miliknya.


Setelah sampai Sherly pun langsung mengambil handphone miliknya,dan Sherly pun mulai menyalakan handphone nya itu.


“Pesan dari Lexi,apa isinya ya?,coba aku buka deh”ucap Sherly saat melihat pesan yang terkirim dari Alex.


Bagas bilang kamu sudah sampai di mansion, aku mengirim pesan ini hanya ingin memberi tahu jika mungkin aku akan pulang larut malam,jadi tidurlah lebih cepat.


Begitulah pesan yang Alex kirimkan,rupanya Alex hanya ingin memberitahu Sherly,jika ia akan pulang larut malam,karena ia tidak ingin membuat Sherly khawatir.


Bukan tanpa alasan Alex mengirim pesan seperti itu,karena meskipun Doni bilang agar dirinya tidak usah memikirkan masalah tentang penyadapan itu,tapi tetap saja ada banyak tugas lain yang harus Alex kerjakan.


Dan saat Sherly telah membaca pesan itu,ia pun hendak mematikan handphone miliknya,tapi perhatiannya teralihkan dengan panggilan tak terjawab yang lumayan banyak.


“Bella,ada apa dia telepon aku malam-malam begini,terus banyak banget lagi panggilan tak terjawab dari dia,kenapa ya?”ucap Sherly saat ia melihat siapa yang tadi meneleponnya di saat ia sedang mandi.

__ADS_1


__ADS_2