
Hari-hari berlalu begitu cepat,tidak terasa hari
ini,adalah hari dimana Mira dan dafa akan menikah.
Acara pernikahan di rayakan di rumah Mira, banyak tamu yang sudah pada berdatangan,
pesta pernikahan juga dirayakan dengan meriah disertai alunan lagu yang klasik.
Mira dan Dafa yang mereka merupakan seorang bintang utama dalam acara hari ini.
Mereka berdua sedang menyambut tamu di atas pelaminan,dengan Mira yang telah mengenakan gaun panjang berwarna putih beserta pernak-pernik yang indah,dan Dafa yang juga memakai kemeja dan celana panjang berwarna putih di balut dengan jas yang berwarna senada juga.
Wajah Dafa terlihat tersenyum saat menyambut tamu walau terpaksa.
Beda halnya dengan Mira yang memang benar-benar tersenyum karena bahagia.
“Terima kasih sudah datang”itulah yang selalu Mira katakan saat menyambut tamu.
Sedangkan di tempat lain.
Sherly yang saat ini sedang berada dikamar miliknya itu,ia kini sedang berjalan mondar-mandir.
“Gimana ini?,besok kan adalah hari dimana aku akan menikah dengan tuan alex,tapi apa aku akan siap menerima dia jadi suami aku”ucap Sherly pada dirinya sendiri,sambil menggigit ujung kuku jempolnya.
Walau pun Sherly sudah berusaha untuk ikhlas,tetapi tetap saja ia juga merasa sedikit gugup dan takut.
“Sherly” ucap seseorang secara tiba-tiba.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh kearah suara yang memanggil nya.
Dan ternyata orang itu adalah Dewi yang sedang berjalan kearahnya.
“Ibu”ucap Sherly secara spontan.
Dan tak lama Dewi sampai di hadapan Sherly
“Kamu kenapa masih di sini?,kenapa nggak keluar?”tanya Dewi pada Sherly.
“Oh iya sebentar lagi Sherly keluar kok Bu,ya tapi karena ibu sudah ada di sini kenapa kita nggak langsung ke sana bareng aja”usul Sherly.
“Ya udah kita langsung keluar saja yuk,nggak enak kalau kita lama-lama di sini,lagipula di luar sudah banyak para tamu yang hadir,jadi kita harus cepat-cepat ke sana menyambut tamu”ucap Dewi pada Sherly.
Mereka pun keluar dari kamar Sherly,dan tak lama mereka pun sampai di tempat dimana para tamu berkumpul.
“Sayang,ibu tinggal dulu mau menyambut para tamu yang hadir,kamu juga jangan lupa sambut para tamu yang lain ya”ucap Dewi secara tiba-tiba,ia berpamitan kepada Sherly ia sebelum pergi.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya dapat menganggukkan kepalanya.
Saat melihat kepergian ibunya,Sherly pun berjalan pergi untuk menyambut para tamu yang lain.
Tak lama Alex pun datang,dengan Doni yang berada di sampingnya,Sherly yang melihat kedatangan mereka itu,ia pun langsung menghampiri mereka
“Tuan terima kasih atas kedatangannya,kalau begitu silahkan ikut saya,akan saya tunjukkan tempat untuk anda”ucap Sherly saat dirinya berada tepat dihadapan Alex.
__ADS_1
Selesai mengatakan itu,Sherly pun langsung membawa Alex dan Doni ke sebuah ruangan yang memang telah di persiapkan khusus untuk Alex,karena Roy tahu jika Alex tidak menyukai keramaian.
Saat sudah sampai,Sherly pun membukakan pintu,dan mempersilahkan mereka masuk,setelah mereka masuk.
“Silahkan masuk tuan,maaf jika keadaannya sederhana”ucap Sherly dengan sopan.
Tanpa menunggu lama Alex pun masuk,dan ia duduk di sebuah sofa yang telah di siapkan untuknya.
Sedangkan Doni hanya diam sambil berdiri disampingnya.
“Tuan kalau begitu saya permisi untuk menyambut tamu yang lain”ucap Sherly yang ingin cepat-cepat pergi.
Sherly selalu merasa tak nyaman jika berhadapan dengan Alex.
“Apakah begini cara seorang tuan rumah memperlakukan tamu?”ucap Alex suaranya terdengar datar tetapi juga terdengar nyaman saat di dengar.
“Maaf tuan,lalu apa yang anda inginkan”tanya Sherly,saat ia sadar akan kesalahannya.
‘Meski aku ingin menghindar,tetapi setelah mendengar ucapan tuan alex,aku sadar bahwa aku tidak dapat untuk menghindar dari situasi ini,karena cepat atau lambat aku harus menghadapi situasi ini’pikir Sherly.
“Duduk!”perintah Alex mutlak.
Sherly yang mendengar itu,ia pun menurut dan duduk di salah satu sofa yang menghadap langsung ke arah Alex.
“Doni bisakah kamu ambilkan beberapa makanan dan minuman untuk saya”ucap Alex yang secara tidak langsung menyuruh Doni untuk keluar.
Doni yang paham maksud dari tuannya itu.Ia pun mulai menundukkan kepala kepada Alex sebelum keluar dari ruangan tersebut.
Selepas kepergian Doni,tinggallah mereka
“Sherly”ucap Alex memanggil nama Sherly.
“Iya tuan”ucap Sherly dengan menundukkan kepala.
“Kamu kalau orang bicara itu lihat ke arah orangnya bukan ke bawah”ucap Alex.
Sedangkan Sherly yang berfikir kalau ia menatap langsung ke arah Alex itu akan tidak sopan,tetapi setelah mendengar ucapan Alex itu sherly pun langsung mengangkat kepalanya.
“Kamu tahu siapa saya”tanya Alex
“Tahu tuan,anda adalah orang yang sangat berkuasa di negara ini,hampir semua orang pasti kenal anda”jawab Sherly menatap ke arah Alex.
“Jadi”tanya Alex misterius.
Sherly yang mendengar pertanyaan dari
Alex,ia hanya diam tidak tahu harus berkata apa.
“Jadi kamu harus menjadi orang yang lebih berani seperti saya,karena saya tidak suka orang yang penakut”jawab Alex menjawab pertanyaan nya sendiri saat melihat Sherly hanya diam.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam.
‘Apa maksud tuan Alex barusan?,apa jangan-jangan ia tahu jika selama ini aku selalu diam kalau di tindas oleh kakak,iya juga sih,dia kan tuan Alex,jadi dia pasti memiliki banyak cara untuk mendapatkan informasi tentang ku,ya aku diam karena aku takut,aku takut jika aku tidak mengalah maka ibu yang akan terkena imbasnya,karena itulah yang selalu aku pikirkan’pikir Sherly yang hanya bisa bungkam.
__ADS_1
“Kamu harus tahu jika harga diri saya itu sangat tinggi.”ungkap Alex
Alex pun menatap Sherly dalam,dan Sherly berusaha untuk menghindari tatapan itu, tetapi tertahan oleh tangan alex.
Karena alex memegang dagu Sherly,seakan menahan agar sherly tidak memalingkan wajahnya.
“Kamu harus berani,tidak boleh takut terhadap apa yang akan terjadi kedepannya,karena jika sampai aku mendengar kamu di tindas oleh orang lain,atau siapapun itu,aku tidak akan membiarkannya”ucap alex mutlak
“Baik tuan”jawab Sherly sedikit bergetar, karena Sherly merasa sedikit takut dengan aura Alex
“Dan satu lagi,kamu tidak boleh untuk hanya diam saja jika di tindas,dan kamu juga tidak boleh terlihat takut walaupun sebenarnya kamu merasa takut”ucap Alex lagi dengan mutlak.
‘Apa itu artinya aku bisa melawan untuk tidak di tindas oleh kakak,ia juga sih,sebenarnya aku dari dulu ingin menjadi orang yang berani seperti yang tuan Alex katakan,tapi bagaimana jika ayah tahu dan akhirnya ibu yang terkena imbasnya,sudah cukup dulu ayah dan ibu bertengkar hebat,karena masalah aku dan kak Mira,dan aku nggak ingin ini terjadi lagi,tapi ucapan tuan Alex itu ada benarnya juga,sampai kapan aku bisa sabar di tindas seperti ini??,sampai kapan’pikir Sherly seolah sedang merenung.
“Baik tuan,saya akan berusaha untuk menjadi seperti yang anda katakan.”ucap Sherly pada akhirnya saat ia telah merenung cukup lama.
Kemudian setelah itu Alex pun menjentikkan jarinya,tak lama Doni datang,sebenarnya Doni dari tadi sudah ada di depan pintu,ia hanya diam menunggu aba-aba dari Alex.
“Aku ada urusan yang lebih penting,jadi tidak dapat menunggu lama di sini”ucap Alex sambil bangkit dari duduknya,dan setelah mengatakan itu,Alex pun langsung pergi.
Saat melihat kepergian Alex,Sherly pun langsung bangkit dari duduknya,dan keluar dari ruangan tersebut.
Tapi saat di depan pintu,tiba-tiba Sherly melihat ayahnya sedang berjalan kearahnya.
“Di mana tuan alex?”tanya Roy saat sudah berada di hadapan Sherly.
“Pulang”jawab Sherly singkat,setelah itu ia pun pergi menuju kamarnya.
Roy yang melihat itu,ia hanya menatap heran kearah Sherly yang sudah berjalan pergi.
Setelah itu Roy pun langsung berjalan pergi untuk menyambut para tamu,dan tidak terlalu memikirkan perilaku Sherly.
Sedangkan Sherly yang telah sampai di kamar itu,Sherly pun langsung mengunci kamarnya rapat-rapat.Ia pun berjalan menuju kasurnya, dan merebahkan dirinya di kasur.
‘Untunglah aku tidak terlalu suka keramaian, dan jika ada acara di rumah,aku tidak terlalu menonjol di depan para tamu,jadi tidak ada yang menyadari akan ketidakhadiran ku
ini,dan mungkin ini juga tidak akan terlalu jadi masalah,lagi pula aku juga sudah menyambut beberapa tamu yang lain’pikir Sherly.
Sherly pun hanya diam seolah merenung,ia sedang mengingatkan-ingat perkataan Alex tadi sambil membolak-balik badannya,dengan kedua tangan memeluk bantal guling.
Dan tak lama Sherly pun tertidur.
Sedangkan di tempat lain.
Alex saat ini sedang berada di dalam mobil, dengan Doni yang sudah mengemudi mobil.
“Tuan kita akan kemana?”tanya Doni kepada Alex.
“Ke tempat ibu!”jawab Alex singkat.
Kemudian mobil tersebut pun berjalan untuk membelah jalanan.
Cukup lama berjalan,mobil tersebut akhirnya, sampai di sebuah mansion besar.
__ADS_1
Mobil itu pun masuk ke dalam Mansion tersebut saat penjaga gerbang membukakan gerbang mansion.Alex pun turun dari mobil tersebut,ia berjalan melangkah masuk ke dalam mansion.
Alex berjalan melewati beberapa ruangan,dan tak lama ia pun berhenti tepat di depan sebuah kamar.