ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.33)


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Saat ini Sherly yang sedang berada di mobil dengan Fani yang mengemudikan mobilnya.Mereka kini akan berangkat menuju perusahaan Roy.


“Apakah persiapan yang anda perlukan sudah lengkap nona?”tanya Fani yang fokus mengendarai mobil nya.


“Sudah,semuanya sudah lengkap”jawab Sherly langsung.


Sebenarnya saat ini Sherly sedang merasa gugup sekaligus takut.Ia merasa gugup karena ini merupakan pertama kalinya ia bekerja di perusahaan ayahnya,apalagi selama ini Sherly belum pernah ke perusahaan ayahnya.Belum lagi Sherly takut jika ia akan mengecewakan kakaknya hingga membuat perusahaan itu rugi.


“Anda harus tenang nona,karena saya yakin dan percaya pada kemampuan anda”ucap Fani dengan nada menenangkan.


Sherly yang mendengar itu,entah kenapa kegelisahan di dalam dirinya seakan berkurang begitu saja.


“Terima kasih,berkat kata-kata kamu aku sedikit lebih percaya diri”ucap Sherly sambil menatap Fani yang masih fokus menyetir.


“Tidak perlu sungkan”balas Fani singkat, menurutnya itu bukan sesuatu hal yang berarti,tapi justru bagi Sherly hal itu merupakan sesuatu yang penting,karena dengan ucapan Fani tadi,itu membuatnya lebih percaya diri.


Sesampainya di perusahaan.


Sherly langsung turun,di sana sudah ada laki-laki yang menyambutnya.


“Anda masuk dulu saja nona,karena saya akan memarkirkan mobil ini lebih dulu”ucap Fani sopan.


“Jangan lama-lama”ucap Sherly seolah sebuah perintah bagi Fani.


“Baik”jawab Fani.

__ADS_1


Sherly berjalan masuk menuju perusahaan dengan seorang laki-laki yang berjalan di depannya,seolah menunjukkan tempat yang harus ia datangi.


“Silahkan masuk nyonya!,di dalam para karyawan dan yang lainnya sudah menunggu anda”ucap laki-laki bernama Jefry,ia berkata dengan sopan dan mempersilahkan Sherly masuk lebih dulu.


“Terima kasih”ucap Sherly sedikit tersenyum,ia masuk ke dalam ruangan yang cukup besar.


Di sana para karyawan yang terpilih telah hadir,mereka merupakan wakil dari beberapa divisi.Dan ada beberapa orang penting perusahaan yang turut hadir.


“Mohon perhatian nya semua”ucap Jefry dengan cukup keras,ia berkata karena ruangan itu sempat ricuh sebentar.


“Di sini saya ingin memperkenalkan nyonya Sherly yang merupakan anak kedua dari tuan Roy,ia di sini untuk menggantikan tugas kakaknya untuk sementara waktu”ucap Jefry tenang.


Kerumunan itu pun mulai ricuh kembali.


“Oh,bukankah itu istri dari tuan Alex”ucap salah satu karyawan yang berbisik cukup keras.


“Rumor tentang apa memangnya”


“Ya rumor tentang keluarga tuan Roy,ternyata tuan Roy beruntung bisa mendapatkan memantu sehebat itu.Tapi sayangnya ia sudah meninggal”Begitulah bisik-bisik yang terdengar.


Sherly yang masih bisa mendengar hal itu,ia sedikit canggung dan bertambah gugup.


Tapi tak lama Fani memasuki ruangan,ia menatap ke arah Sherly dengan tatapan seolah menyemangati.


Sherly yang melihat itu,ia pun terbatuk sejenak.


“Ekhm”sontak kerumunan itu pun langsung diam.

__ADS_1


“Seperti yang kalian ketahui jika saya adalah anak dari pemilik perusahaan ini yaitu tuan Roy,dan kalian juga pasti tahu jika saya istri dari tuan Alex.Tapi di sini saya hanya ingin menegaskan kalau saya akan bekerja secara profesional dan semaksimal mungkin sebisa saya,jadi mohon dukungannya”ucap Sherly sopan dengan nada yang terdengar tenang.


Kerumunan itu pun untuk sejenak riuh dengan tepuk tangan,entah itu karena kagum akan wibawa Sherly atau karena sikap dan ucapan Sherly tadi.


.....


Sementara itu di tempat Alex saat ini.


Di ruangannya yang sangat luas itu,Alex sedang duduk dengan wajah yang terlihat berfikir.


Sudah selama berhari-hari Sherly seolah mengabaikan nya,walau awalnya ia bingung kenapa Sherly bisa bersikap abai padanya.Tapi setelah mendengar laporan dari Doni tadi yang mengatakan jika Sherly sempat bertemu dengan Clarisa,akhirnya ia pun sudah tak heran lagi.


“Rupanya Clarisa yang menyebabkan ini semua?”ucap Alex datar dengan sedikit dingin.


Doni yang seolah merasa di tanya,ia pun hanya mengangguk.


“Bagaiman?,apakah kamu sudah menyelidiki tentang surat wasiat itu?”tanya Alex datar,ia yakin jika surat wasiat itu tidak benar,karena selama ini ayahnya tidak pernah menceritakan tentang pernikahannya.


Tapi yang membuat dia sedikit bingung adalah tanda tangan itu mirip dengan tanda tangan ayahnya.


“Sudah saya laksanakan tuan,dan mungkin masih memerlukan waktu”jawab Doni tenang.


Alex hanya diam saat mendengar itu,ia terlihat berfikir dengan pandangan seolah sedang menerawang jauh.


“Apakah anda ingin menemui nyonya?”tanya Doni pada Alex.


“Tidak perlu,mungkin saat ini dia sedang memerlukan waktu,dan biarkan saja dia tenang untuk sejenak.Lagipula saat ini dia pasti sibuk dengan urusan perusahaan”ucap Alex yakin,karena Alex berniat mengunjungi Sherly di saat yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2