ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.37)


__ADS_3

Sherly yang mendengar itu,ia terlihat menatap Fani dengan tatapan iba,


kasihan,dan simpati.Air matanya juga sudah mengenang di pelupuk matanya,dan setiap kali Sherly menghapus air matanya,maka entah kenapa air matanya terus saja mengalir tanpa henti.


“Jangan menatap saya seperti itu nona,anda membuat saya merasa jika diri saya itu sangat menyedihkan”ucap Fani dengan tatapan yang ia layangkan ke bawah.


Itulah alasan kenapa Fani merasa enggan untuk menceritakan kisah hidupnya pada orang lain.Ia tidak ingin di beri tatapan iba,kasihan,atau simpati dari orang yang mendengar kisahnya.Karena hal itu membuat Fani merasa seolah ia berbeda dari orang lain,padahal ia ingin diperlakukan sama selayaknya manusia biasa.


“Maaf jika aku telah membuat kamu tersinggung,aku janji nggak akan nunjukin tatapan itu lagi”ucap Sherly yang merasa paham akan perasaan Fani,karena ia pun pernah merasakan perasaan itu


Perasaan dimana Sherly tidak ingin di beri tatapan kasihan atau rasa iba.Karena ia hanya ingin di beri rasa sayang dan cinta yang tulus,walaupun awalnya Alex juga merasa iba padanya.Tapi Sherly bersyukur karena sekarang Alex tidak menatapnya dengan tatapan iba dan simpati,tapi dengan tatapan sayang dan cinta yang terlihat tulus tanpa meminta balasan.


“Saya dan kakak saya itu merupakan saudara kembar,kami memang tidak mirip sama sekali,tapi ikatan batin diantara kita itu sangat kuat.Dan setiap kali saya sedih atau takut,maka kakak saya orang pertama yang peduli pada saya selain nyonya dan tuan Alex.Saya juga merasa sangat senang karena tuan Alex dan ibunya begitu peduli dan menyayangi saya dan kakak saya.Walaupun kadang kakak saya sering menghukum saya karena tidak menjalankan tugas dengan benar,tapi saya tahu itu semua demi kebaikan saya.Saya juga tahu kalau selama ini kakak saya selalu melakukan hal terbaik untuk saya,dan sayang merasa bersyukur akan hal itu”ucap Fani terlihat senang dan terharu.


“Iya,kamu sangat beruntung memiliki kakak sebaik itu”ucap Sherly merasa senang pada Fani,setidaknya masih ada orang yang peduli dan sayang pada Fani.


“Dan sekarang saya bisa paham kenapa kakak kamu tidak suka memakan nasi.Mungkin itu karena ia selalu teringat akan masa lalunya saat ia memakan nasi,dan sepertinya kakak kamu sedang berusaha melupakan rasa trauma nya,hingga tidak ingin memakan nasi”ucap Sherly terlihat berfikir dan hanya di jawab dengan anggukan pelan dari Fani.


“Tapi yang saya heran kenapa kakak kamu bisa mengganti namanya?”tanya Sherly penasaran


“Saya juga tidak tahu,tapi apapun yang kakak saya inginkan,pasti akan saya dukung selama itu hal baik”ucap Fani dengan yakin.


Doni sebenarnya mengganti namanya karena ia merasa marah pada kedua orang tuanya.Ia ingin melupakan masa lalunya dan mengganti namanya dengan nama yang ia inginkan.


Tapi diantara itu semua,yang membuat Doni sangat marah kepada kedua orang tuanya adalah karena mereka juga memperlakukan Fani dengan buruk.Meski sebenarnya dirinya yang jauh di perlakukan lebih buruk oleh kedua orang tuanya,tapi Sebenarnya Doni merasa tidak masalah jika hanya ia yang di perlakukan buruk,asalkan adik kesayangannya itu jangan di perlakukan dengan buruk.Itulah alasan Doni marah pada ibu dan ayahnya.


Seandainya hanya dirinya yang di perlakukan buruk,ia tidak masalah dan tidak akan pernah merasa benci pada kedua orang tuanya sampai kapanpun,asalkan mereka tidak menyakiti adik yang baginya sangat polos.


“Lalu bagaiman sekarang perasaan kamu?,apakah sudah bisa melupakan masa lalumu itu?”tanya Sherly lagi,ia berharap Fani bisa hidup bahagia dengan melupakan masa lalunya itu.


“Iya,saya sudah melupakan itu semua.Dan saya juga sudah memaafkan kedua orang tua saya,tanpa harus mereka meminta maaf pada saya”ucap Fani yakin dan terdengar jujur.

__ADS_1


Meskipun Fani juga kadang sering di perlakukan buruk jika tidak ada Doni di sampingnya.Tapi ia tetap menyayangi kedua orangtuanya,ia tidak memiliki perasaan dendam sama sekali pada mereka berdua.Karena yang ada di diri Fani adalah perasaan hutang Budi dan rasa terima kasih pada kedua orangtuanya,karena berkat mereka ia bisa ada di dunia ini.


Benar-benar pemikiran yang sangat polos.


“Saya juga yakin kalau kakak sudah memaafkan ibu dan ayah”lanjut Fani yang hanya di balas anggukan mengerti dari Sherly.


“Kadang melupakan itu sulit,tapi apa salahnya jika dengan begitu hidup kita bisa tenang dan bahagia”ucap Sherly yang membuat Fani mengangguk setuju.


.....


Saat ini,di siang hari.


Sherly yang terlihat sedang duduk sendirian,ia terlihat menunggu kedatangan Fani yang sedang mengambil minum untuknya di vila yang berada jauh dari tempatnya.


Jika Fani tahu kalau Bagas tidak ikut berjaga,mungkin ia tidak akan mau meninggalkan Sherly sendirian.Tapi sayangnya Sherly lupa memberitahukan hal itu.


Tiba-tiba,entah kenapa pandangan Sherly berubah menjadi gelap,dan nafasnya menjadi sesak hingga ia kesulitan bernafas.


Tak lama kesadaran Sherly pun perlahan menghilang.


.....


“Uhh”sherly sedikit melenguh saat memegang kepalanya yang terasa pusing.


Sherly baru saja bangun dari pingsannya,ia melihat sosok orang yang terlihat familiar baginya.


“Clarisa”ucap Sherly sedikit kaget.


Kemudian selesai mengatakan itu,Sherly pun tersenyum sinis diam-diam.Ternyata benar tentang kecurigaannya itu,ia sempat curiga bahwa Adam juga berniat melakukan hal jahat pada Alex.


“Sudah sadar?”tanya Clarisa sinis dan berjalan menghampiri Sherly.

__ADS_1


“Apa karena kamu tidak bisa mendapatkan Alex,lalu kamu menculikku?,dasar pengecut!”ucap Sherly terdengar seolah meremehkan Clarisa.


“Aku bukan pengecut!”ucap Clarisa berteriak marah.Ia tidak terima di sebut pengecut,apalagi oleh orang yang ia benci.


“Tenanglah nak,kamu jangan marah seperti itu.Jangan sampai karena amarahmu itu,kamu sampai menyakiti dia.Ingat rencana kita”ucap Adam tenang.


Rupanya memang Adam yang ada di balik penculikan Sherly.


“Tapi ayah,dia...”ucap Clarisa yang terhenti karena Adam menyelanya.


“Sudahlah,ayo keluar”!ucap Adam dengan nada perintah.


Setelah kepergian ayahnya itu,Clarisa pun hanya diam dengan menatap ke arah Sherly dengan tatapan rumit.


Entah obat apa yang di ambil oleh Clarisa,hingga ia memaksa Sherly untuk menelan itu.


“Telan!”ucap Clarisa marah,ia melihat sekitar takut jika ayahnya melihat perbuatannya.


Dengan sekuat tenaga,Sherly pun berusaha menolak itu,tapi karena dorongan yang kuat dari Clarisa,hingga akhirnya ia terlihat menelan sebuah pil itu.


“Bagus”ucapa Clarisa tersenyum puas,ia yakin jika Sherly telah menelan pil yang di berikannya.


Sedangkan Sherly hanya diam dengan wajah tak suka dan tangan terkepal erat,ia hanya diam menatap ke arah Clarisa dengan tatapan yang terlihat marah.


Dengan puas,Clarisa pun melangkah keluar.


Saat melihat Clarisa telah keluar dari tempatnya di kurung,tiba-tiba Sherly meludah.


“Cuihh”sherly meludahkan pil yang sebenarnya tidak ia telan.Tadi Sherly berpura-pura terlihat menelan pil itu,padahal sebenarnya pil itu ia tahan di bawah lidahnya dengan sekuat tenaga agar tidak tertelan.


Sherly sengaja tidak berbicara karena takut ketahuan jika ia belum menelan pil itu.

__ADS_1


“Pil apa itu?”tanya Sherly pada dirinya sendiri.


__ADS_2