
Dan aat ini Alex dan sherly telah berada di dalam mobil.
Seperti biasa doni yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya itu,ia hanya diam dengan wajah yang terlihat fokus mengemudikan mobilnya itu.
“Apa kamu merasa haus?,atau kamu merasa lelah?,kalau memang iya kamu bisa langsung katakan padaku”ucap alex sambil menatap kearah sherly yang hanya diam.
Sherly yang mendengar ucapan alex itu,ia pun langsung menjawab dengan gelengan kepala.
“Bohong!,aku tahu kamu merasa haus dan kelelahan karena menangis,dan aku tahu jika kamu sedang berusaha menyembunyikan kesedihan kamu itu,tapi Lili seberapa pun kamu berusaha untuk menyembunyikan hal itu,aku akan tahu itu,karena aku telah mengerti dan memahami kamu lebih dari apa yang kamu kira”ucap Alex panjang lebar.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam tanpa tahu harus berkata seperti apa.
Sementara Alex yang saat ini telah membukakan botol minuman itu,ia pun langsung menyerahkan botol yang berisi air putih itu kearah Sherly.
“Minumlah!,aku tahu kamu haus”ucap Alex sambil menyerahkan air minum itu kearah Sherly.
Sherly yang melihat hal itu,ia pun langsung menerima itu,dan tanpa menunggu lama,ia pun meminumnya hingga tandas.
Setelah tandas,Sherly pun menaruh botol minuman itu di sampingnya.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung tersenyum kearah Sherly.
“Kamu juga pasti lelah setelah cukup lama menangis,jadi tidurlah!,karena setelah kita sampai di tempat tujuan kita nanti,aku pasti akan membangunkan kamu”ucap Alex yang hendak mengusap rambut Sherly.
Tapi sebelum itu,Sherly menghindarinya.
Alex yang melihat itu,ia hanya menatap heran kearah Sherly,dengan tangan yang mengambang di udara,tapi setelah itu Alex pun kembali menarik tangannya.
‘Kenapa sherly bersikap seperti itu?,bukannya tadi dia bersikap seperti biasa?,atau jangan-jangan ada hal yang tidak aku ketahui hingga dia bersikap seperti ini'.pikir Alex dengan pandangan yang saat ini ia alihkan kearah depan.
Alex tak tahu akan isi surat Roy itu,karena Doni juga tak tahu isi surat tersebut.
Sedangkan Sherly yang saat ini sedang menatap kearah samping,ia tadi berusaha menghindar dari perlakuan Alex kepadanya,itu semua Sherly lakukan bukan karena Sherly masih merasa marah dan kesal akan isi surat dari ayahnya tadi,tapi saat ini Sherly seolah sedang menyesali perbuatannya yang sempat marah,dan kesal kepada Alex tadi.
Sherly benar-benar merasa tak pantas untuk menerima perlakuan manis dari Alex,itulah alasan kenapa ia berperilaku seperti itu.
Sementara Alex yang saat ini sedang diam dengan pandangan yang ia arahkan ke depan.
'Aku masih bingung akan perlakuan Lili tadi,atau jangan-jangan ini ada hubungannya dengan surat dari Roy'pikir Alex sambil sedikit melirik kearah Sherly.
__ADS_1
Sedangkan Sherly saat ini telah tidur di karena kelelahan menangis.
Setelah cukup lama menempuh jarak, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.
“Tuan kita sudah sampai”ucap Doni memberi tahu.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Sherly dan berusaha membangunkan Sherly.
“Lili kita sudah sampai"ucap Alex sambil menepuk bahu Sherly pelan.
Dan tak butuh waktu lama Sherly pun terbangun dari tidurnya itu.
“Kita sudah sampai?,apa kamu yakin ini tempatnya?”tanya Sherly sambil mengusap matanya,berharap dengan hal itu rasa kantuknya akan hilang.
“Iya kita sudah sampai”ucap Alex yakin.
Kemudian Sherly dan Alex pun turun dari mobil.
Sementara itu di tempat lain.
Saat ini Rendi yang sedang duduk dengan Remon yang berdiri di sampingnya itu,wajah mereka berdua terlihat bahagia entah karena apa.
“Ha...ha...,rasanya aku senang sekali dengan kematian Roy”ucap Rendi sambil tertawa kejam.
“Akhirnya setelah sekian lama aku ingin membunuh Roy,dan saat ini telah terwujud,bahkan bukan hanya itu saja yang membuat aku senang,karena aku melihat sendiri dia mati di depan mata kepalaku sendiri”ucap Rendi sambil membayangkan kejadian di saat ia melihat Roy mati tepat di hadapannya.
Flasback.
Di hari itu Roy yang sudah mendapat telepon berupa ancaman dari Rendi itu,ia pun segera ke perusahaan Rendi.
Dan saat ini Roy telah sampai di perusahaan milik Rendi,ia juga kini telah duduk dengan menghadap langsung kearah Rendi
“Setelah sekian lama aku mengundang kamu untuk datang ke perusahaan ini,dan itu tidak berhasil juga,tapi akhirnya sekarang kamu mau datang juga ke perusahaan ini”ucap Rendi sambil menatap Roy.
Roy yang melihat Rendi sedang menatap kearahnya itu,ia hanya balas menatap kearah Rendi dengan tatapan sinis.
“Mau apa kamu suruh saya datang ke sini?”tanya Roy sinis.
“Ha...ha...Roy,ternyata kamu sudah berubah,bukannya dulu kamu sangat patuh padaku,bahkan sampai tega mengkhianati tuan kamu sendiri,tapi kenapa sekarang tatapan kamu itu terlihat sinis dan benci padaku”ucap Rendi di sertai nada penuh ejekan untuk Roy.
__ADS_1
“Jangan basa-basi,karena saat ini aku tidak ingin berbasa-basi dengan mu”ucap Roy dengan nada tak suka miliknya.
Sontak Rendi yang mendengar hal itu,ia yang awalnya sedang tertawa,tapi kemudian ekspresinya terlihat berubah menjadi tatapan yang menyeramkan.
“Aku ingin kamu mati”ucap Rendi dengan kejam.
“Mati?,kamu bilang kamu ingin agar aku mati?!,apa kamu gila?!,”ucap Roy dengan nada tak percaya disertai amarah yang keluar dari perkataannya itu.
“Ha...ha...,aku gila?,”ucap Rendi dengan nada meledek,disertai tawa yang menyeramkan miliknya.
“Aku nggak peduli jika kamu bilang aku gila,tapi aku ingin agar kamu mati”ucap Rendi dengan penuh penekanan.
Dan Roy yang mendengar itu,ia pun hendak angkat suara,tapi sebelum itu Rendi telah menyela ucapannya itu.
“Kalau kamu tidak mati,terpaksa keluarga kamu yang harus mati”ucap Rendi dengan menatap tajam kearah Roy.
Sontak Roy yang mendengar itu, tubuhnya langsung bergetar ketakutan sekaligus gelisah.
Roy saat ini merasa sangat takut dan gelisah,pikirannya pun seakan tak karuan,ia saat ini merasa sangat takut bukan karena tatapan Rendi,tapi karena ia takut jika Rendi benar-benar akan melukai keluarga nya itu.
“Jangan!,aku akan melakukan apapun asal kamu jangan pernah untuk berfikir menyakiti keluargaku,entah itu istri dan kedua anakku, kamu jangan pernah berfikir untuk menyakiti mereka”ucap Roy dengan nada tinggi.
Rendi yang mendengar hal itu,ia pun langsung tersenyum puas.
“Kalau begitu kamu minum minuman yang ada di hadapan kamu ini”ucap Rendi.
“Apa ini?”tanya Roy pada Rendi.
“Kamu tahu sendiri jika aku tidak akan berbaik hati,tapi karena itu orangnya kamu aku akan memberikan kematian yang tidak menyakitkan,jadi kamu harus meminum racun itu”ucap Rendi sambil menatap remeh kearah Roy.
Dan tanpa di duga Roy pun meminum minuman itu
‘Maafkan ayah Sherly,Mira,dan maaf juga untuk Dewi karena harus melakukan hal ini,aku tahu aku itu pengecut,mungkin dengan begini Rendi tidak akan menyakiti kalian lagi'batin Roy yang saat itu sedang meminum minumannya atau lebih tepatnya racun.
Rasa takut Roy akan ancaman Rendi itu,seakan membuatnya tidak bisa berfikir jernih lagi.
Sedangkan Rendi yang melihat itu,ia pun tersenyum diam-diam.
‘Bodoh!,dia pikir jika aku membunuhnya maka aku akan melepaskan keluarganya begitu saja,tidak!,aku tidak akan melakukan hal itu,ha..ha..,mungkin karena rasa takut akan kehilangan keluarganya itu,ia nekat melakukan itu tanpa berfikir panjang’.pikir Rendi yang hanya diam.
__ADS_1
Setelah Roy benar-benar mati,Rendi pun menyuruh Remon untuk meletakan mayat Roy di depan rumahnya.
Flashback end.