
*Keesokan harinya.
Saat ini Alex sedang duduk di kursi kebesaran miliknya,ia sedang duduk sambil memegang berkas-berkas yang harus ia tanda tangani.
Tak lama datanglah seorang wanita cantik dengan bentuk tubuh yang indah,serta pakaian yang terlihat sangat seksi melekat di tubuhnya.
“Alex”ucap wanita itu.
Setelah mengatakan itu,wanita tersebut pun langsung berjalan menghampiri Alex.
“Aku sangat merindukan kamu,apakah kamu juga merindukan aku”ucap wanita itu hendak memeluk Alex.
Tapi sebelum itu,Doni yang berada di samping Alex sudah menahan wanita itu agar tidak mendekat ke arah Alex.
“Maaf nona,sepertinya anda harus bisa menjaga sikap anda”ucap Doni memperingati.
“Kamu siapa?,kamu sepertinya cuman bawahan Alex doang tapi kok belagu,saya itu adalah teman masa kecilnya Alex,jadi kamu yang harus berperilaku yang sopan kepada saya”ucap wanita itu dengan sombong.
Sedangkan Alex yang mendengar itu,ia hanya tersenyum sinis secara diam-diam.
“Alex kenapa kamu diam aja,tolong belain aku dong,lihat bawahan kamu tidak bersikap sopan kepadaku”ucap wanita itu,dengan nada lemah.
“Doni kamu keluar dulu,biar saya bicara berdua dengan amel”perintah Alex.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung tersenyum senang,karena ia mengira Alex telah membela dirinya di hadapan Doni.
Sedangkan Doni yang mendengar itu,ia hanya dapat mengangguk patuh,dan setelah itu Doni berjalan pergi meninggalkan Alex dan Amel.
“Mau apa kamu ke sini?”ucap Alex datar.
“Alex kenapa kamu malah bersikap dingin dan datar ke aku,dulu waktu kecil kita kan sering bermain bersama-sama,dan kamu juga tidak pernah bersikap dingin kepada siapapun termasuk aku”ucap Amel dengan wajah yang terlihat sedih.
“Itu kan dulu,pada saat aku masih kecil,dan sekarang ini berbeda,karena aku sudah dewasa,dan aku berubah di karenakan oleh ayah kamu yang telah tega menghancurkan keluargaku,jadi jangan salahkan aku jika aku sampai bersikap dingin padamu”ucap Alex datar dan dingin.
“Itu kan bukan salahku,karena itu salah ayahku,dan kamu tidak bisa bersikap seperti ini padaku”ucap Amel tak terima.
Alex yang mendengar itu,ia pun bangkit dari duduknya,dan berjalan ke arah dinding kaca perusahaan miliknya,ia diam sejenak dan menatap ke arah jalanan, yang dapat ia lihat melalu dinding kaca itu.
__ADS_1
Sedangkan Amel yang melihat Alex bersikap cuek kepadanya itu.
Amel pun hendak melangkah mendekati Alex yang sedang membelakanginya itu,tapi baru saja ia melangkah, tiba-tiba suara Alex membuat langkahnya terhenti.
“Jangan mendekat!”ucap Alex dengan tegas.
Setelah itu Alex pun berbalik, dan menatap ke arah Amel yang berada cukup jauh darinya.
“Apa kah kamu yakin jika kamu datang ke sini itu tidak ada hubungannya dengan rencana ayah kamu?”tanya Alex sarkas.
Amel yang mendengar itu,ia pun merasa sedikit tegang.
“Alex kamu harus bisa percaya padaku,aku ke sini karena kemauan ku sendiri,kamu kan tahu jika dari kecil aku itu sudah sangat menyukai kamu?,dan aku juga merupakan teman masa kecil kamu,kenapa kamu tidak percaya sama aku”ucap Amel dengan sedih,
berharap Alex merasa kasihan terhadapnya.
“Jangan pernah memperlihatkan wajah mu yang terlihat menyedihkan itu di hadapan ku,karena aku tidak akan merasa iba akan hal itu”ucap Alex tegas dan datar.
“Alex kenapa kamu dari dulu tidak pernah menerima pernyataan cintaku”tanya Amel lemah.
“Alex,apa yang kurang dari diriku?,apa aku jelek,atau apa?,aku bisa memperbaiki semuanya jika kamu beri aku kesempatan untuk berusaha membuat kamu bisa mencintaiku”ucap Amel dengan nada memohon.
“Meski pun kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat aku mencintai mu,tapi tetap saja kamu tidak akan bisa mendapatkan hatiku,karena hatiku telah menjadi milik orang lain”ucap Alex tegas.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung berjalan mendekati Alex.
“Aku bilang jangan mendekat!”ucap Alex tegas.
Tapi Amel yang mendengar hal itu, ia tidak menghiraukan ucapan Alex tadi,karena ia hanya terus berjalan mendekat,dan semakin mendekat ke arah Alex.
Tak lama Amel pun sampai di hadapan Alex,ia pun diam sambil menatap ke arah Alex,yang hanya berjarak satu meter dari darinya.
“Doni”panggil Alex secara tiba-tiba.
Tak lama Doni yang ternyata masih berdiri di depan pintu ruangan Alex itu,ia pun langsung berjalan masuk.
Setelah sampai di hadapan Alex,dan tepat di samping Amel,Doni hanya diam menunggu perintah dari Alex.
__ADS_1
“Bawa dia pergi dari sini!” perintah Alex.
Doni yang mendengar itu,ia pun langsung menarik tangan Amel untuk keluar dari ruangan milik Alex.
“Lepaskan aku!,aku masih belum selesai berbicara dengan alex”ucap Amel sambil meronta-ronta,sekuat tenaga berharap Doni melepaskan cengkramannya itu.
Amel terlihat sangat kaget,saat Alex mengusir dirinya.
Dan setelah itu Doni pun membawa Amel pergi.
Dan tak lama setelah kepergian Doni dan Amel,dan masuklah Sherly kedalam ruangan Alex.
Alex yang melihat ke datangan Sherly itu,ia pun langsung berjalan menghampiri ke arah Sherly.
“Lili,ada apa?,kenapa kamu datang ke sini?,bukankah aku sudah menyuruh kamu untuk tetap tinggal di rumah”ucap Alex saat ia sampai di hadapan Sherly.
“Aku bosan di rumah terus,aku ingin keluar rumah dan jalan-jalan,tapi kamu gak izinkan,
gimana kalau aku jalan-jalan bersama dengan kamu,dan itu pasti akan membuat kamu untuk memberi izin aku untuk jalan-jalan,iya kan?”ucap Sherly yang diakhiri sebuah senyum kemenangan.
Alex yang mendengar hal itu,ia pun langsung mengusap kepala Sherly dengan sayang,
setelah itu ia pun tersenyum.
Kemudian Alex pun menarik tangan Sherly dengan lembut,dan ia pun mempersilahkan Sherly untuk duduk.
Dan tak lama setelah itu,mereka berdua pun duduk dengan saling berdekatan.
“Kamu datang ke sini bersama siapa?”tanya Alex.
“Aku datang bersama dengan Fani dan sekarang Fani sedang menunggu di luar”ucap Sherly menjelaskan.
Dan saat mereka sedang mengobrol,tiba-tiba Doni datang dan menghampiri Alex
“Tolong kamu undur jadwal ku untuk hari ini,karena aku masih memiliki hal yang harus di urus”ucap Alex dengan nada perintah.
Doni yang mendengar hal itu,ia pun hanya mengangguk setuju,walaupun sebenarnya Alex memiliki beberapa pekerjaan yang penting,tapi Doni tidak bisa menolak perintah Alex,karena Alex selalu lebih mengutamakan Sherly di bandingkan pekerjaan miliknya.
__ADS_1