ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.4)


__ADS_3

Setelah selesai membeli banyak cemilan dan juga minuman.


Tiba-tiba Fani datang.


“Biar saya saja yang bayar tuan”ucap Fani pada Alex.


Alex yang mendengar itu,ia pun mengganguk setuju.


Sementara Fani pergi ke kasir untuk membayar belanjaan.Alex yang melihat itu langsung menarik tangan Sherly dan mengajaknya untuk menunggu di luar supermarket.


Dan saat telah tiba di luar,tiba-tiba Sherly menghentikan langkahnya.


“Kenapa berhenti?”tanya Alex heran.


“Itu Bella”ucap Sherly sambil menunjuk ke arah Bella yang sedang berjalan dengan seorang lelaki.


“Bella”teriak Sherly memanggil nama Bella.


Sontak Bella yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh.


“Sherly”ucap Bella dengan nada terkejut sekaligus senang.


“Kamu kenal dengan dia sayang”tanya laki-laki yang ada di samping Bella.


“Bukan urusan kamu”ucap Bella cuek.


Lalu setelah mengatakan itu,Bella pun langsung melepaskan tangannya dari genggaman pria itu.


Bella berjalan menghampiri Sherly.Saat telah sampai Sherly langsung memeluknya dengan erat.


“Bella apa kabar?.Aku rindu banget sama kamu”ucap Sherly sambil memeluk Bella erat.


“Kabarku baik,dan juga rindu banget sama kamu”Balas Bella memeluk Sherly tak kalah erat.


“Bagaiman kabar kamu juga sher?,apa kamu baik-baik aja di sana?”tanya Bella setelah mereka melepaskan pelukannya.


“Seperti yang kamu lihat,aku sangat baik.Tapi kok kamu bisa langsung sadar kalau itu aku, padahalkan aku pakai masker”ucap Sherly saat ia sadar jika dirinya masih mengenakan masker.


“Karena aku sudah bisa menebak itu.Dan lagi suara kamu itu kan memiliki ciri khas tersendiri jadi aku bisa langsung ingat kalau itu kamu”ucap Bella menjelaskan.


“Lalu bagaimana kabar Citra selama ini?”tanya Sherly penasaran saat teringat sahabat satunya lagi.


“Lebih baik kita ngobrol di salah satu kafe terdekat saja sher.Karena kalau ngobrol di sini akan terasa nggak nyaman”ucap Bella seakan mengingatkan jika mereka sedang berdiri di tempat umum.


Sherly yang mendengar itu langsung menatap ke arah Alex,seolah sedang meminta persetujuan Alex.

__ADS_1


“Ya aku izinkan.Dan untuk Fani biar nanti aku suruh dia untuk menunggu kita di mobil”ucap Alex menjelaskan disertai anggukan setuju.


Setelah itu mereka pun langsung berjalan ke arah salah satu cafe terdekat.


Dan kini mereka telah duduk di kursi masing-masing.


Sherly yang saat ini sedang duduk saling berhadapan dengan Bella,sedangkan Alex duduk di samping Sherly sambil berhadapan dengan laki-laki yang ada di samping Bella.


“Tapi sebelum itu aku mau tanya sama kamu, bolehkan bel?”ucap Sherly memulai pembicaraan.


“Boleh kok,kayak sama siapa aja,nggak usah sungkan gitu lah sher”ucap Bella dengan tersenyum kecil.


“Laki-laki itu adalah dia kan?,tapi kenapa kamu bisa mau berhubungan lagi sama dia?”ucap Sherly dengan nada bertanya.


“He..he..,kalau itu aku nggak bisa jawab sekarang,maaf ya sher”ucap Bella yang merasa sedikit canggung.


Dan saat Sherly hendak berbicara lagi,tapi sebelum itu,Alex tiba-tiba menggenggam tangan Sherly dengan erat.


Sherly yang merasakan genggaman tangan Alex itu,ia pun menoleh,dan menatap ke arah Alex lekat-lekat.


Walaupun Alex masih memakai masker sama sepertinya,tapi Sherly dapat melihat tatapan Alex yang seakan menyuruhnya untuk diam.


'Tidak perlu ikut campur masalah mereka'mungkin kata itu yang tepat Sherly artikan dengan tatapan Alex saat ini.


Lalu Sherly pun kembali menatap ke arah Bella.


“Ya sudah aku juga nggak bisa ikut campur urusan kamu.Tapi gimana kabar Citra saat ini?”ucap Sherly berusaha mengalihkan topik.


“Kalau Citra,dia masih berada di luar negeri untuk melanjutkan S2.Dan aku yakin saat dia mendengar kedatangan kamu,mungkin pada saat liburan nanti dia akan datang ke negara ini lagi”ucap Bella menjelaskan


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya menjawab dengan anggukan tanda mengerti.


“Sebenarnya aku juga ingin kuliah di luar negeri,tapi ada beberapa masalah yang menyebabkan aku nggak bisa kuliah di luar negeri”lanjut Bella sedikit curhat.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menggenggam tangan Bella dan mengelusnya seakan berusaha menenangkan Bella.


“Sepertinya aku akan ke toilet sebentar,aku izin dulu ya”pamit sang pria yang ada di samping Bella,ia seakan sadar jika Bella memerlukan waktu berdua.


Bella yang mendengar itu,ia pun hanya bisa mengangguk malas.


Setelah itu laki-laki itu pun berjalan menjauh.


Dan Alex yang melihat itu,ia juga ikut tersadar bahwa Sherly membutuhkan waktu berdua dengan Bella untuk melepas rindu.


Kemudian Alex pun langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


“Aku pergi dulu ya honey”ucap Alex dengan sedikit lembut.


“Mau kemana?”tanya Sherly yang sedikit malu dengan sebutan Alex padanya.


“Ada urusan yang harus aku urus sebentar,dan kalau kamu telah selesai berbicara dengan Bella,kamu bisa langsung kabari aku”ucap Alex menjelaskan sambil mengusap pipi Sherly yang tertutup masker.


Lalu setelah melakukan itu,Alex pun langsung berjalan menjauh dari tempat Sherly berada.


“Kamu sepertinya hidup dengan baik ya sher?,aku senang lihatnya”ucap Bella sambil tersenyum.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh ke arah Bella.


“Ya,dia memperlakukan aku dengan sangat baik”jawab Sherly ikut tersenyum saat menyebut 'dia' yaitu Alex.


“Lalu kenapa kamu nggak bisa studi keluar negeri?”tanya Sherly langsung.


“Orang tuaku sudah rujuk kembali,dan mereka menekan ego mereka masing-masing demi aku.Tapi mereka juga melarang aku kuliah keluar negeri,karena mereka tidak ingin berjauhan denganku.Dan mungkin sebentar lagi aku akan menikah dengan dia,dalam waktu yang lumayan dekat”ucap Bella menjelaskan.


Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.


“Aku senang deh untuk kebahagiaan kamu sher.Dulu aku lihat walaupun pun kamu selalu terlihat bahagia di depan kami,tapi aku bisa melihat kalau itu hanya sandiwara saja,tapi sekarang kamu sudah benar-benar bahagia,jadi aku tak perlu lagi khawatir atau sedih dengan keadaan kamu lagi”ucap Bella sambil menatap Sherly lekat-lekat.


Bella ingat jika dulu tatapan mata Sherly itu terlihat sedikit sayu dan tak bersemangat, seolah ia tak memiliki keinginan hidup.


Bella juga tahu jika Sherly akan bersikap seperti singa jika sahabat-sahabat yang ia sayang tersakiti.Tapi justru Sherly akan bersikap seperti kucing jika itu bersangkutan dengan keluarganya.Karena Bella tahu jika Sherly selalu mengalah,dan mengalah jika ia ditindas oleh kakaknya,itu semua Sherly lakukan agar keluarganya tetap damai.


Sherly yang mendengar ucapan Bella itu,ia langsung menatap Bella dengan sedikit berkaca-kaca karena terharu.


“Aku juga akan ikut senang jika kamu bahagia.Pokoknya aku berharap agar kamu bisa hidup lebih bahagia dibandingkan aku”ucap Sherly dengan penuh harap.


“Tapi aku juga ingin kamu hidup lebih bahagia dibandingkan aku”timpal Bella yang juga disertai nada penuh harap.


Sherly dan Bella sama-sama ingin sahabat yang mereka sayangi bisa hidup bahagia lebih dari diri mereka sendiri.


“Ya aku akan hidup bahagia demi diriku dan demi orang-orang yang aku sayang”jawab Sherly yakin.


“Kalau begitu aku juga”balas Bella juga dengan nada yakin.


Kemudian mereka berdua pun tersenyum,dan melanjutkan dengan saling bercerita tentang pengalaman mereka selama berpisah.


*****


Maaf baru up.


Mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2