
Sepanjang perjalanan sherly hanya diam sambil menatap ke arah kaca mobil.
“Tuan nyonya sepertinya kita telah sampai di tujuan kita”ucap Fani yang berhasil menghentikan perang dingin antara Sherly dan Alex.
“Mana?,kita sudah sampai? ini sebenarnya di mana sih?”ucap Sherly sambil menatap ke arah kaca mobilnya itu,tapi ia tidak melihat apa pun karena gelap.
“Tunggu,aku ingin kamu tutup mata kamu menggunakan ini sebelum kamu turun”ucap Alex sambil menyerahkan penutup mata kepada Sherly.
“Apa?,kamu suruh aku untuk tutup mata setelah kamu buat aku penasaran tadi,dan sekarang kamu ingin buat aku takut ya?,lagipula untuk apa aku pakai penutup mata ini,ini juga kan sudah malam dan aku juga nggak bisa melihat ini dengan jelas,terus kenapa aku harus pakai penutup mata segala,dan lagi memangnya kita ini ada di mana sih,kok tempatnya gelap banget kayak gini”ucap Sherly dengan panjang lebar.
Sherly berusaha menolak perintah Alex, sebenarnya ia masih merasa kesal dan jengkel akan kelakuan Alex tadi.
“Tapi ini perintah,kamu memangnya berani untuk menolak perintah saya”ucap Alex dengan nada sedikit tegas.
“Iya baiklah aku akan pakai itu”ucap Sherly pasrah.
Setelah itu,Sherly pun langsung memakai penutup mata itu dengan dibantu oleh Alex.
Sedangkan Fani yang sedang duduk di kursi kemudi,ia pun langsung keluar dari dalam mobil.
Fani pun berjalan menuju pintu mobil tempat di mana Alex duduk,setelah sampai ia pun membuka pintu mobil dan mempersilahkan Alex untuk turun.
“Silahkan tuan”ucap Fani saat pintu mobil telah ia buka.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung keluar dari dalam mobil terlebih dahulu.
Setelah turun,Alex pun berbalik dan menatap kearah Sherly.
Alex langsung menyambut tangan Sherly yang terangkat karena berusaha mencari pegangan.
“Hati-hati,biar aku bantu kamu turun”ucap Alex kepada Sherly.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun mengangguk.
Kemudian setelah itu,Sherly pun keluar dari dalam mobil,melalui pintu yang sama dengan tempat Alex keluar tadi.
__ADS_1
Dan setelah Sherly keluar dari dalam mobil dengan dibantu oleh Alex.
Alex pun langsung mengeratkan dan menautkan jari-jari nya dengan jari-jari tangan Sherly.
“Kamu jangan takut,dan kamu jangan gugup,kamu juga tidak perlu khawatir,yang harus kamu lakukan hanya turuti saja ucapan aku ini,karena aku akan menuntun kamu ke tempat tujuan kita”ucap Alex dengan nada menenangkan.
“Iya,tapi kamu jangan tinggalkan aku di sini ya,aku benar-benar takut gelap”ucap Sherly sambil lebih mengeratkan pegangan tangannya di tangan Alex.
“Tenang aku nggak akan ninggalin kamu kok,ya sudah sekarang kamu mulai jalan,tapi dengan hati-hati ya”ucap Alex seolah memberi aba-aba.
Setelah mengatakan itu,Alex pun berjalan dengan hati-hati sambil menuntu Sherly,Alex selalu memperhatikan setiap langkah yang akan di ambil oleh Sherly.
Dan tak lama setelah mereka cukup jauh melangkah,akhirnya mereka pun sampai di bagian belakang sebuah restoran.
“Kita sudah sampai”ucap Alex memberi tahu.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam untuk sesaat.
“Bolehkah aku buka penutup matanya?”tanya Sherly.
“Boleh tapi pelan-pelan,aku bantu kamu bukain penutupnya ya?”ucap Alex sambil berjalan ke arah punggung Sherly.
Sherly yang merasa kan kain penutup yang ada di matanya telah di lepas,ia pun mulai membuka kelopak matanya dengan hati-hati,bulu lentik nya pun terangkat hingga menampakan bola matanya yang coklat dan indah itu.
Saat Sherly telah membuka mata dengan sempurna,ia sempat tertegun sejenak.
Sherly memperhatikan sekitarnya,sekarang Sherly sedang berada di belakang sebuah restoran besar.
Restoran tersebut terlihat sangat sepi,dan hanya ada mereka berdua yang ada di restoran itu,dan lagi di tempatnya Sherly saat ini,ia melihat sebuah meja dengan dua buah kursi yang indah tertata dengan rapi,tak lupa sebuah lilin dan bunga yang ada di meja tersebut.
Meskipun ia berada di bagian belakang restoran,ia dapat melihat bagain dalam restoran yang ada dihadapannya ini,karena restoran tersebut hampir 90% terbuat dari kaca yang dapat melihat pantulan seseorang dari luar ke dalam.
“Gimana apa kamu suka dengan dekorasi yang telah aku buat ini?”tanya Alex sambil menyandarkan Sherly dari lamunannya itu.
“Maksud kamu apa ini?,bukannya kita sedang memakai pakaian yang seperti mau ke pesta,tapi kenapa di tempat ini hanya ada kita berdua?”tanya Sherly heran.
__ADS_1
“Sudahlah itu nanti kita bahas nya,sekarang ayo kita duduk di kursi yang telah di siapkan”ajak Alex sambil menarik tangan Sherly yang ia pegang.
Alex berjalan mendekat ke arah sebuah meja yang telah di persiapkan,dan sepanjang perjalanan mereka menginjak sebuah karpet panjang yang telah di taburi bunga mawar.
Seolah karpet tersebut memang sengaja di letakan di situ untuk memperindah.
Tak lama Alex dan Sherly sampai di sebuah meja yang di sediakan.
“Ayo duduk!”ucap Alex sambil menggeser salah satu kursi kosong,dan mempersilahkan Sherly duduk.
“Terima kasih”jawab Sherly.
Setelah mengatakan itu,Sherly pun duduk di kursi tersebut,dan setelah Sherly duduk,Alex pun berjalan ke arah kursi yang ada dihadapan Sherly.
Kemudian ia pun duduk di kursi tersebut.
“Kamu tadi belum jawab pertanyaan aku,apakah kamu suka dengan dekorasi yang aku buat ini”tanya Alex saat ia telah duduk
Sherly yang mendengar pertanyaan Alex itu,ia pun mulai melihat kembali ke sekeliling nya,dan tepat di sampingnya itu,ada sebuah kolam yang telah dihias dengan indah.
“Suka,ini sangat bagus,tapi kenapa hanya kita berdua yang ada di sini?”tanya Sherly menatap ke arah Alex.
“Ya aku sengaja menyiapkan ini semua,karena hari ini adalah hari spesial buat kamu”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly.
“Hari spesial maksud kamu apa?”tanya Sherly bingung.
“Anggap saja ini sebagai kencan pertama kita,aku juga ingin kamu selalu merasa nyaman saat bersama aku,jadi kamu bisa anggap ini juga sebagai salah satu cara agar kita bisa lebih dekat lagi”ucap Alex menjelaskan.
“Tapi memang kamu nggak inget ini hari apa?lanjut Alex dengan nada bertanya.
“Maksud kamu apa?,aku benar-benar nggak ngerti”ucap Sherly yang terlihat bingung.
“Ya sudahlah itu bisa kita bahas nanti saja,sekarang kita mulai makan saja”ucap Alex mengalihak topik.
“Kebiasaan,selalu buat orang penasaran tapi nggak di jawab rasa penasaran itu sebelum ia yang ingin menjawabnya”ucap Sherly sambil menggerutu pelan.
__ADS_1
Alex sebenarnya mendengar dengan jelas gerutuan Sherly itu,tapi tetap ia abaikan.
Kemudian Alex pun menepuk tangannya dan tak lama sepasang robot yang cukup besar datang menghampiri mereka berdua dengan membawa beberapa makanan.