ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 92


__ADS_3

“Tapi meski begitu saya telah memerintahkan Fani untuk mengantar anda tuan”ucap Doni memberi tahu.


Alex yang mendengar itu,ia hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


Setelah mendapat persetujuan dari Alex,Doni pun berjalan pergi menuju perusahaan dengan menggunakan mobil yang lain.


Tak lama Alex pun melihat Sherly yang sedang berjalan ke arahnya,dengan Manda yang ikut berjalan di belakang Sherly.


Alex yang melihat itu,ia pun langsung membuka pintu mobilnya,dan ia pun keluar dari dalam mobil.


“Maaf ya kamu pasti nungguinnya lama ya?”ucap Sherly saat ia telah sampai di hadapan Alex.


“Tidak apa-apa,seberapa pun lamanya itu aku akan tetap sabar untuk nungguin kamu”ucap Alex seperti sebuah gombalan di telinga Sherly.


“Apaan sih kamu ini,lebay banget tau nggak”ucap Sherly sambil menatap ke arah Alex dengan mata yang melotot.


Sherly sebenarnya merasa sedikit malu akan gombalan Alex tadi,tapi ia tetap berusaha untuk bersikap biasa saja,dan ia hanya dapat melototkan matanya tanda protes.


Dan Alex yang melihat itu,ia hanya dapat tertawa dengan sedikit terbahak-bahak.


“Ha..ha..,ya sudah ayo kita naik!”ajak Alex.


“Eh nanti dulu,Manda kamu pulang naik apa?”tanya Sherly sambil menatap ke arah Manda yang ada dibelakangnya.


“Saya akan pulang bersama teman saya,kebetulan teman saya akan menjemput saya pulang”jawab Manda.


“Jangan!,kamu naik mobil bareng kita saja, iya kan Alex?”tanya Sherly meminta persetujuan Alex.


“Tidak nyonya,saya tidak enak jika harus mengingkari janji saya dengan teman saya itu,jadi biar saya menunggu sebentar di sini,karena sebentar lagi teman saya akan sampai”ucap Manda berusaha menolak halus ajakan Sherly.


“Tidak usah menunggu teman kamu itu,karena ada bawahan saya yang akan mengantar kamu,lagipula Doni telah memberi tahu teman kamu untuk tidak menjemput kamu”ucap Alex secara tiba-tiba.


Tak lama setelah mengatakan itu,datang sebuah mobil yang berhenti tepat di samping mobil Alex.


Dan turunlah seorang laki-laki yang mengenakan pakaian abu-abu.


“Sekarang kamu bisa pergi karena bawahan saya akan mengantar kamu pulang”ucap Alex kepada Manda.


Dan Manda yang mendengar itu,ia hanya mengangguk patuh.

__ADS_1


Setelah itu Manda pun masuk ke dalam mobil itu dengan salah satu bawahan Alex yang mengemudikannya.


Sedangkan Sherly yang melihat kepergian Manda itu,ia hanya diam untuk beberapa saat.


“Silahkan masuk tuan putri”ucap Alex dengan ala pelayan bangsawan.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap Alex.


Sebenarnya Sherly ingin tertawa saat melihat kelakuan Alex itu,tapi tetap ia tahan.


Sherly tahu sebenernya Alex berkelakuan seperti itu,hanya untuk menghiburnya dan bermaksud candaan belaka.


“Terima kasih”hanya itu yang dapat Sherly jawab.


Setelah itu,Sherly pun berjalan mendekati pintu mobil yang terbuka,ia pun berjalan melewati Alex yang sedang berdiri sambil tersenyum ke arahnya.


Setelah sampai Sherly pun langsung masuk ke dalam mobil,dan kemudian Alex pun ikut masuk ke dalam mobil melalui pintu yang sama dengan tempat Sherly masuk ke dalam mobil tadi.


“Kita akan ke mana?”tanya Sherly kepada Alex.


Saat ini Alex dan Sherly sedang duduk di kursi belakang,dengan Fani yang duduk di kursi kemudi.


“Lexi aku tanya kita akan ke mana?,kenapa kamu hanya diam saja?”tanya Sherly lagi.


“Kamu ingin tahu jika kita akan ke mana?”tanya Alex terdengar misterius di telinga Sherly.


“Iya kita akan ke mana?”tanya Sherly,langsung ke intinya.


“Yakin kamu ingin tahu?”tanya Alex lagi,yang semakin membuat Sherly penasaran.


“Iya apa?,ayo dong jangan buat aku takut,sekaliguspenasaran,ada apa sebenarnya ini?”ucap Sherly lagi.


“Kok ada kata takut sih,sebenarnya kamu takut atau penasaran?”tanya Alex seolah mengalihkan topik dari pertanyaan Sherly.


“Lexi kamu ini,aku kan tanya kamu kenapa kamu malah tanya aku”ucap Sherly dengan nada sedikit marah.


“Enggak aku justru lebih penasaran dengan alasan kamu kenapa bisa ada rasa takut di diri kamu?”ucap Alex dengan nada kekeh,seolah ia akan menjawab pertanyaan Sherly,jika Sherly menjawab pertanyaan terlebih dahulu.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya dapat menghembuskan nafas pasrah.

__ADS_1


“Aku tuh takut jika ada sesuatu hal yang buruk terjadi,atau ada masalah apa itu,itulah alasan kenapa aku merasa takut,dan karena rasa penasaran aku ini,jadi pikiran aku berkecambuk tak jelas”ucap Sherly panjang lebar.


“Bukannya kamu bisa lihat kalau kamu dan aku ini,kita berdua sedang memakai pakaian yang indah,malah kita terkesan akan menghadiri acara pesta iya kan?”ucap Alex dengan nada bertanya diakhir kalimat.


Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun akhirnya tersadar jika yang Alex katakan itu benar.


‘Dasar kamu ini Sherly,gara-gara penasaran jadi pikiran kamu kemana-mana’.batin Sherly seolah merutuki dirinya sendiri.


“Oh iya aku tadi tanya kamu kita ingin kemana?,jangan-jangan kamu berusaha untuk mengalihkan topik dari pertanyaan aku ini iya kan?”ucap Sherly saat ia sadar dari lamunannya itu.


Dan Alex yang mendengar itu,ia pun hanya dapat mengangkat sebelah alisnya seolah meledek kearah Sherly.


“Yakin kamu ingin tahu?”ucap Alex lagi yang membuat Sherly penasaran sekaligus geram.


“Iya iya iya,aku tuh penasaran jadi tolong jawab pertanyaan aku ini dan jangan malah bertanya balik”ucap Sherly dengan nada sedikit jengkel.


Dan kemudian setelah Sherly mengatakan itu,Alex dan Sherly hanya diam untuk beberapa saat,dengan saling bertatapan satu sama lain.


Mereka seolah diam dan sedang menyelami pikiran mereka masing-masing.


Dan setelah cukup lama hanya diam dengan saling bertatap muka,akhirnya Alex pun angkat suara.


“Rahasia”ucap Alex pelan.


“Ha?”ucap Sherly karena kaget.


Meski pun Sherly terlihat kaget,karena ia sempat melamun saat menatap Alex tadi,tapi ia bisa dengan jelas mendengar ucapan Alex tadi.


“Rahasia,aku kan bilang rahasia berarti ini hal yang bersifat rahasia”ucap Alex sambil menatap ke arah samping.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya dapat mengepalkan tangan karena geram.


‘Dasar!,siapa suruh dia tadi bertanya seperti itu,aku kira dia bakal kasih tahu aku alasannya,tapi ternyata nggak’.batin Sherly merasa gemas akan kelakuan Alex.


Setelah itu,Sherly pun hanya menghembuskan nafas sambil menatap ke arah samping.


Sherly menatap ke arah kaca mobil,seolah ia sedang tak ingin menatap Alex.


“Dasar!,harusnya dia bilang kek kalau dia nggak ingin jawab pertanyaan aku ini,kan jadinya aku merasa penasaran”ucap Sherly sambil menggerutu pelan.

__ADS_1


__ADS_2