
Setelah lama hanya saling memandang dan berdiri.
Laki-laki tersebut berniat untuk memegang tangan Sherly,tapi sebelum itu Sherly sudah lebih dulu menghindar.
“Kenapa?”tanya laki-laki tersebut saat melihat Sherly menghindarinya.
Sherly pun tak menjawab,ia pun berjalan duduk di salah satu kursi yang kosong,dan laki-laki tersebut mengikuti Sherly,ia pun duduk dan berhadapan langsung dengan Sherly,mereka hanya dibatasi oleh sebuah meja melingkar.
“Andra”akhirnya hanya itu yang dapat Sherly katakan.
“Iya,ini aku,aku seneng banget bisa ketemu sama kamu,gimana kabar kamu?”tanya laki-laki tersebut yang bernama Andra,yang merupakan kekasih Sherly,Andra berkata dengan nada semangat,ia merasa senang bisa bertemu dengan Sherly.
Sherly hanya dapat menjawab perkataan Andra, dengan sebuah senyum pahit.
“Kenapa kamu diam aja?,kamu baik-baik saja kan sher?”tanya Andra dengan khawatir,saat ia melihat Sherly hanya diam sambil tersenyum,tapi tatapan matanya itu terlihat kosong.
“Andra”sherly hanya dapat menyebut nama Andra,ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis di hadapan Andra.
“Iya,kenapa?,kalau ada apa-apa cerita sama aku,aku juga sebenarnya ingin minta maaf ke kamu, waktu itu aku harus keluar kota,dan bekerja di sana untuk waktu yang lama,
meskipun aku sudah pamitan ke kamu,tapi tetap saja aku merasa bersalah ke kamu, karena ternyata pekerjaan aku lebih lama dari pada yang aku janjikan ke kamu”ucap Andra panjang lebar.
Sherly hanya diam dengan tangan yang mengepal erat,menahan diri agar ia tidak mengeluarkan air mata
“Kenapa diam aja?,aku tau kamu marah karena aku telat datang ke kamunya,aku waktu itu janji ke kamu cuman satu tahu,tapi aku malah lebih dari setahun,tapi kamu pasti ngerti kan, aku lakukan ini demi kamu,buat modal untuk aku menikah sama kamu,aku tau keluarga kamu adalah keluarga terpandang,
maka dari itu aku harus bekerja lebih keras, demi bisa bahagiain kamu,dan tidak membuat kamu menderita setelah menikah dengan aku”ucap Andra panjang lebar,ia berkata dengan nada semangat lebih semangat.
“Aku sudah menikah,ndra”jawab Sherly sambil menatap ke arah Andra yang hanya dapat mematung mendengar ucapan Sherly.
__ADS_1
“Kamu bohong kan sher?,gak lucu tau,aku tau kamu marah sama aku,gara-gara aku telat datang ke sininya,tapi kamu jangan becanda kayak begitu deh,aku gak suka”ucap Andra sambil tersenyum,seolah menganggap ucapan Sherly adalah sebuah kebohongan.
“Aku beneran gak bohong sama kamu,waktu itu aku udah coba hubungin kamu,tapi nomor handphone kamu gak aktif,aku sebenarnya nelepon ke kamu,karena aku ingin bilang ke kamu supaya kamu bisa relain aku,mungkin kita memang tidak berjodoh ndra,jadi tolong ndra,kamu harus bisa lepasin aku,aku tau kamu itu adalah laki-laki yang baik,aku hanya dapat berharap agar kamu bisa mendapat perempuan yang lebih baik dari aku”ucap Sherly,setelah mengatakan itu Sherly hanya dapat menundukkan kepala tidak berani menatap kearah Andra.
“Gak mungkin sher!,kamu jangan begini dong sama aku,kalau kamu masih marah hanya karena aku telat datangnya,kamu boleh marah ke aku,tapi tolong jangan berkata yang tidak-tidak,oke aku tau aku juga salah,karena handphone aku yang dulu aku pakai rusak, jadi aku beli handphone yang baru,dan aku gak bisa hubungin kamu, karena aku lupa nomor handphone kamu,maaf ya ini semua salahku,tapi tolong kamu jangan bicara omong kosong ”ucap Andra yang masih menganggap itu hanya sebuah candaan.
“Kapan aku pernah bohong sama kamu?,aku benar-benar sudah menikah ndra,aku gak bohong atau mengada-ngada,itu sebuah fakta,meski menyakitkan, itulah kenyataannya dan kita harus terima itu”ucap Sherly berkata dengan tegas,berusaha untuk bersikap tetap tegar dan kuat .
Andra dan Sherly hanya dapat diam untuk sejenak menyelami pikiran mereka masing-masing.
“Jadi benar kamu sudah menikah?,sama siapa?,sama orang yang lebih kaya dari aku kah?”tanya Andra sambil menatap kearah Sherly
Sedangkan Sherly hanya diam.
“Sherly kenapa kamu tega menikah dengan orang lain,apakah karena orang itu lebih kaya dari aku,maka nya kamu lebih memilih dia, untuk menikah dengan denganmu”ucap Andra.
“Kalau iya memang kenapa?”ucap sherly.
Sedangkan lelaki itu hanya diam, setelah Sherly mengatakan hal itu.
“Kalau gitu aku permisi masih banyak urusan”ucap Sherly bangkit.
Sherly yang sudah tidak sanggup untuk berada di tempat itu lebih lama lagi,maka dari itu Sherly langsung pergi keluar dari restoran tersebut.
“Sherly aku gak akan menyerah buat dapatkan kamu lagi,aku akan terima kamu lagi,meskipun kamu sudah pernah menikah”ucap Andra dengan berteriak.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya semakin berlari menjauh,ia pun menangis tapi setelah itu, ia dengan cepat menghapus air matanya.
Sherly pun terus berjalan,tanpa menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Sherly tak mempedulikan pandangan orang-orang kepadanya, entah karena dia itu cantik,atau karena dia seperti orang gila,akibat rambutnya yang yang tergerai itu, menjadi sangat berantakan akibat dirinya berlari tak tentu arah.
Tak lama Sherly pun berhenti melangkah,saat ia melihat mobil yang sering Fani kendarai, berhenti tepat di sampingnya.
Fani pun turun dan membukakan pintu untuk Sherly,dan Sherly pun langsung masuk,tanpa mengatakan apa pun.
Fani yang sudah tahu akan kondisi Sherly,
karena secara diam-diam Fani menikuti Sherly atas perintah Alex.
Fani pun masuk,dan tak lama mobil pun berjalan.
Sedangkan Sherly yang duduk di kursi belakang hanya dapat diam sambil menundukkan kepalanya,tak lama mobil yang mereka kendarai pun sampai di mansion milik Alex.
Fani pun turun dan membukakan pintu mobil untuk Sherly,sedangkan Sherly hanya diam sambil menunduk,dengan tatapan matanya terlihat kosong.
Fani pun menepuk pundak Sherly pelan, untuk menyadarkan Sherly dari lamunannya.
Saat Sherly merasakan pundaknya di tepuk dengan pelan,ia pun tersadar,setelah itu Sherly pun keluar langsung keluar dari mobil.
Dan Sherly pun berusaha untuk tetap tersenyum kearah Fani yang sedang menatap kearahnya.
Kemudian mereka pun berjalan kearah mansion,setelah sampai Fani pun mengetuk pintu mansion itu.
Beberapa saat kemudian,pintu tersebut di buka oleh Rani,dan Rani pun menyambut kedatangan mereka.
Sherly pun hanya tersenyum menjawab sambutan Rani ,setelah itu ia pun berjalan masuk, dengan langkah cepat,Sherly pun menaiki anak tangga untuk sampai ke kamarnya.
Setelah sampai Sherly pun mengunci pintu kamarnya dari dalam,dan ia pun hanya diam berusaha untuk tidak menangis,tetapi tak lama terdengar suara Fani dari luar kamarnya.
__ADS_1
“Nona kalau begitu saya permisi”ucap Fani dari luar kamar.
“Iya,pergilah”ucap Sherly dari dalam sambil berteriak.