
Saat ini Alex dan Doni sedang berada di ruangan milik Alex,dengan Alex yang duduk di kursi kebesaran miliknya,sedangkan Doni duduk tepat di hadapan Alex.
Mereka berdua duduk dengan saling berhadapan,dan hanya sebuah meja yang menjadi pembatas.
“Tuan,saya telah mengatur semuanya,
mungkin orang itu mengirim anaknya ke sini, agar anaknya bisa mendekati anda”ucap Doni memulai pembicaraan.
“Iya,saya sudah tahu itu,lalu apakah kamu sudah melaksanakan perintah saya untuk mengirim mata-mata ke dalam mansion Rendi”ucap Alex datar,dengan wajah yang mengeras sesaat saat ia menyebut nama Rendi.
“Sudah tuan,seperti yang anda katakan waktu itu,saya telah mengirim mata-mata kita untuk mengikuti ke mana nona Amel pergi, dan ternyata ia pergi ke mansion milik ayahnya,
lalu apakah anda ingin kita menyerang markas mereka tuan?”tanya Doni diakhir kalimat.
“Tidak usah,kita belum tahu seberapa kuat Rendi dan orang-orangnya,apakah kamu lupa Don,kalau dia itu adalah orang yang telah menghabisi keluarga saya,jadi kita tidak bisa gegabah atau mengaggap remeh hal ini”ucap Alex dengan suara beratnya.
“Iya tuan,saya tidak akan pernah lupa akan hal itu,karena saya akan membantu keluarga anda untuk mendapat keadilan,dan saya tidak akan memaafkan dan mengampuni Rendi, sebelum dia menerima balasannya”ucap Doni dengan wajah mengeras.
Sementara itu di tempat lain.
Saat ini Sherly sedang berjalan keluar dari dalam mansion,ia berjalan bersama Fani yang juga ikut berjalan secara beriringan bersama Sherly.
Tak lama setelah mereka berdua berjalan,
mereka pun sampai tepat di samping mobil.
Fani berjalan menuju pintu mobil bagian belakang,kemudian ia pun membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan Sherly masuk.
“Kamu ini,saya kan sudah pernah bilang...”ucapan Sherly terjeda sesaat,saat ia melihat senyum Fani.
Fani tahu Sherly akan bicara apa kepadanya,
oleh karena itu ia hanya membalas dengan sebuah senyuman.
“Sudahlah,kamu ini susah sekali di nasehati,
__ADS_1
sudah aku bilang beberapa kali,jangan perlakukan aku seperti ratu”ucap Sherly dengan sedikit menggerutu,tapi meski begitu Sherly tetap masuk ke dalam pintu mobil yang telah di bukakan oleh Fani.
Dan setelah Sherly masuk,Fani pun menutup pintu tersebut,kemudian ia berjalan ke arah depan,dan duduk di kursi kemudi.
Tak lama setelah itu,mobil tersebut pun berjalan untuk membelah jalanan.
Saat ini Mobil yang di kemudikan oleh Fani berjalan dengan kecepatan rata-rata,dan padatnya jalanan yang mereka lalui,terpaksa membuat mobil tersebut harus menurunkan kecepatannya,dan kadang-kadang mobil itu berhenti,karena padatnya jalanan.
Dan saat ini Sherly yang sedang duduk di kursi belakang hanya diam, dengan tangan yang sibuk mengutak-atik ponsel miliknya.
“Sekarang dia masih bekerja di perusahaan yang waktu itu kita kunjungi”ucap Sherly membuka pembicaraan.
Fani yang awalnya hanya diam itu pun hanya mengangguk sebagai jawaban,ia tahu yang di maksud Sherly dengan sebutan 'dia' itu adalah Alex.
Sedangkan Sherly yang melihat Fani hanya mengangguk sebagai jawaban itu,ia pun hanya dapat ikut mengangguk sebagai tanda mengerti.
Kemudian setelah itu,Sherly hanya dapat menatap ke arah ponsel miliknya,karena ia tidak ingin mengganggu Fani yang sedang fokus dalam mengemudi.
Dan tak lama setelah itu,mereka pun sampai di depan perusahaan milik Alex,seperti biasa Fani akan memarkirkan mobil itu di tempat parkiran.
Tak lama setelah mereka berdua berjalan secara beriringan,akhirnya mereka pun sampai di ruangan Alex
Fani pun mengetuk pintu ruangan Alex yang saat ini sedang tertutup,dan setelah beberapa saat menunggu,akhirnya pintu tersebut pun terbuka.
Doni orang yang membukakan pintu tersebut,
dan saat ia melihat Sherly dan Fani yang ada di hadapannya itu,ia pun langsung membukakan pintu itu lebar-lebar dan mempersilahkan Sherly dan Fani masuk.
Sherly dan Fani akhirnya masuk ke dalam ruangan milik Alex.
Dan Alex yang melihat ke datangan Sherly itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya,dan berjalan menghampiri Sherly.
“Kenapa kamu datang ke sini secara tiba-tiba?,apakah ada hal penting?,atau ada sesuatu yang kamu inginkan?”tanya Alex saat ia berada tepat di hadapan Sherly.
“Iya,aku ingin mengajak kamu untuk makan siang bersama”jawab Sherly sambil menatap ke arah Alex.
__ADS_1
“Makan siang bersama?,oke aku setuju,tapi kita akan makan siang di mana?,oh iya aku ingat,di kantin perusahaan sedang ada menu baru,lalu apakah kamu ingin kita makan ke sana?”tanya Alex.
Doni yang mendengar itu,hanya dapat menatap ke arah Alex,ya memang Alex telah menyediakan kantin khusus untuk para pegawai yang bekerja di perusahaanya.
Karena para pegawai yang bekerja di perusahaan milik Alex,akan makan siang di kantin perusahaan yang memiliki fasilitas seperti restoran bintang lima,tapi yang membuat Doni sedikit kaget adalah karena Alex tidak pernah makan siang di kantin tersebut,karena Alex hanya makan siang di perusahaan, jika koki pribadi miliknya yang mengantar makanan.
“Bukan! Bukan di kantin perusahaan,tapi di...”ucap Sherly hendak melanjutkan ucapannya tapi sebelum itu,Alex telah memotong ucapannya terlebih dahulu.
“Bukan di kantin perusahaan?,lalu dimana?,oh aku tahu,kamu pasti ingin makan di restoran,
tapi kenapa?,bukannya di kantin sini makanannya enak-enak,lagipula makanan di sini tak kalah dengan makanan yang ada di restoran bintang lima”ucap Alex panjang lebar.
“Cerewet,kamu ini kalau orang sedang berbicara jangan memotongnya terlebih dahulu sebelum orang itu menyelesaikan pembicaraanya,bisa tidak sih?!”ucap Sherly sedikit menggerutu.
“Oke,aku salah dan aku minta maaf,jadi sekarang kamu ingin kita makan di mana?”jawab Alex sambil mengusap kepala Sherly dengan sayang,seolah sedang berusaha membujuk Sherly agar tidak marah terhadapnya.
“Kita akan makan di tempat yang aku pilih,tapi sebelum itu,kamu harus ganti baju terlebih dahulu,lagipula akan terlalu mencolok jika kamu memakai pakaian yang seperti ini”ucap Sherly sambil menyerahkan pakaian ganti yang ia bawa.
“Ini kamu yang beliau kan?”tanya Alex memastikan.
“Iya,terus siapa lagi kalau bukan aku,sudah sana ganti baju!”ucap Sherly.
“Terima kasih”ucap Alex sambil tersenyum.
Alex bahagia mendengar Sherly membelikan pakaian untuknya,dan ia tidak peduli berapa harga pakaian itu,yang terpenting adalah orang yang membelikan pakaian itu adalah Sherly.
Setelah itu,Alex pun langsung masuk ke dalam ruang ganti miliknya.
Sedangkan Sherly yang melihat Alex masuk ke dalam ruang ganti ia hanya diam,Sherly pun berjalan menuju sofa,dan ia pun duduk di sofa tersebut.
****
Maaf jika author lama up nya.
Maaf juga jika ada salah kata.
__ADS_1
Hari ini author akan update empat bab,tapi mohon kalian bersabar karena setiap author up bab satu dengan bab lainnya tidak bisa langsung karena harus menunggu sebentar.