
Di sebuah tempat yang indah,terdapat sepasang kekasih yang sedang berjalan dengan beriringan.
Dan Orang itu adalah Alex dan Sherly.
Sherly dan Alex yang saat ini sudah sampai di pinggir pantai itu,mereka pun menghentikan langkahnya.
Sherly yang melihat indahnya pantai yang saat ini sedang ia kunjungi itu,ia pun mulai menikmati suasana pantai itu.
"Shhht" bunyi angin yang seolah sedang menyapa wajah Sherly,hingga membuat rambutnya terbang karena di terpa angin.
Sherly yang merasakan itu,ia pun secara refleks merentangkan tangannya,seolah sedang menikmati angin yang sejuk itu.
"Byurrr"terdengar pula gelombang pantai yang menabrak batu karang
Suasana pantai yang sejuk dan nyaman itu,seolah membuat Sherly merasa tentram,hingga membuat Sherly tak sadar jika ia sedang menutup kedua matanya,seakan sangat menikmati suasana itu.
Tapi tiba-tiba kenyamanannya terganggu,saat Alex dengan sengaja mencipratkan air kearahnya.
"Byuuur"Alex menghempaskan air pantai kearah tubuh Sherly.
Sherly yang merasa jika bajunya telah basah itu,ia pun membuka matanya,dan saat ia telah membuka matanya,akhirnya Sherly tahu siapa yang menyebabkan bajunya basah.
Sherly pun langsung menatap kearah Alex,sedangkan Alex yang melihat tatapan Sherly ia hanya tersenyum.
‘Sial!,sepertinya dia ingin aku membalas perbuatannya itu,oke Sherly ayo balas dia!,dan kamu jangan takut!,karena bukan kamu yang mulai,dan lagi jika pun nanti dia marah karena kamu membalas perbuatannya itu,itu masalah nanti'pikir Sherly yang terlihat sedikit kesal.
Entah tak mau kalah atau kesal karena Alex sempat mengganggunya saat ia sedang menikmati suasana pantai.
Tanpa menunggu lama Sherly pun membalas perlakuan Alex itu
“Ayo aku lawan kamu”ucap Sherly sambil mencipratkan air kearah Alex dengan sekuat tenaga.
Alex yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sherly,ia justru langsung tersenyum dan balas menghempaskan air kearah Sherly.
“Ayo pasti kamu sudah mengaku kalah kan?"ucap Sherly ia berkata sambil menciptakan air kearah Alex dengan semangat.
Hari ini Sherly terlihat semangat dan mulai bangkit dari rasa sedihnya,itu tak lepas dari dukungan dan kata penyemangat yang sering Alex ucapkan untuk Sherly.
“Nggak,aku nggak akan kalah”jawab Alex yang juga ikut menghempaskan air kearah Sherly.
Alex merasa senang,karena Sherly terlihat bahagia,dan mulai bangkit.
Setelah cukup lama bermain air,tak terasa matahari pun mulai terik.
Sherly yang melihat itu,ia pun langsung berjalan kearah tenda yang diikat diantara dua pohon kelapa.
Sherly pun hanya diam,sambil berteduh di tenda itu.
Setelah itu,Sherly melihat kearah Alex yang sedang berjalan kearahnya.
__ADS_1
“Kenapa kamu ke sini?apa sudah merasa dingin atau kamu ingin kita kembali ke apartemen kita”ucap Alex kepada Sherly.
Ya saat ini Alex dan Sherly sedang berada di apartemen pribadi milik Alex,dengan pantai yang juga dibangun khusus di samping apartemen itu.
Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menggelengkan kepala.
“Nggak,aku masih ingin disini,lagipula tempatnya bagus banget,nyaman,dan sejuk,sampai aku rasanya betah banget di sini”ucap Sherly sambil menatap kearah Alex.
Sherly saat ini berteduh karena ia takut jika kulitnya akan terbakar,apalagi saat ini Sherly sedang memakai celana jeans selutut pemberian ayahnya itu
Sherly memang sering memakai bahan-bahan yang alami untuk wajahnya,tapi jangan salah jika Sherly itu orang yang sangat memerhatikan penampilan,ia juga sering melakukan perawatan untuk kulitnya.
Jujur saja Sherly merasa sedikit iri terhadap Alex,jika dirinya takut untuk kepanasan karena butuh beberapa bulan perawatan agar kulitnya kembali putih bersinar.
Sedangkan Alex yang hanya akan berubah warna kecoklatan jika kulitnya kepanasan,tapi dalam beberapa Minggu Alex diam di rumah, maka kulitnya akan kembali putih bersih,karena itulah warna kulit aslinya.
Tiba-tiba lamunan Sherly terhenti saat ia mendengar Alex memanggilnya.
“Lili”panggil Alex.
Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun gelagapan menjawab panggilan Alex.
“Ah iya,kenapa?”tanya Sherly dengan sedikit gelagapan.
“Kamu kenapa?,bukannya kita sedang asyik di pinggir pantai”ucap Alex dengan menatap kearah Sherly.
Mana mungkin Sherly berkata jujur jika takut kulitnya terbakar,sebenarnya Sherly pernah di tawarkan oleh Alex untuk perawatan mahal dengan hasil cepat,tapi entah kenapa ia menolak itu.
“Oh kamu haus,kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar,aku akan menyuruh Fani mengantarkan minuman untukmu”ucap Alex sambil pergi meninggalkan Sherly.
Dan saat ini Sherly yang hanya sendirian itu,ia pun hanya diam,sambil duduk di kursi dekat yang ada di tenda.
Tak lama Alex pun datang menghampiri Sherly.
Sherly yang melihat kedatangan Alex itu,ia pun bangkit dari duduknya.
“Dimana Fani?”tanya Sherly saat melihat hanya Alex yang datang.
“Sebentar lagi dia juga akan datang,mungkin karena saat ini dia seeang membuatkan minuman untuk kita,jadi butuh waktu agar dia ke sini”ucap Alex menjelaskan.
Setelah itu,suasana pun menjadi hening untuk beberapa saat.
‘Kenapa juga Alex tidak mengizinkan Fani atau Doni untuk masuk ke sini sih,kan kalau hanya kita berdua suasananya jadi canggung'.batin Sherly.
Sementara Alex yang melihat Sherly diam,ia pun ikut diam.
Alex memang sengaja untuk melarang siapapun untuk mendekat ke area pantai miliknya itu,karena mana mungkin ia mengizinkan Doni ataupun yang lainnya untuk melihat Sherly yang sedang memakai pakaian yang sedang ia pakai saat ini.
Alex memang tak melarang Sherly saat memakai itu,karena ia tahu itu pemberian dari Roy,dan Alex juga mengerti jika sebenarnya Sherly juga memiliki jiwa bebas tapi selama ini ia pendam,demi nama baik keluarganya.
__ADS_1
Dan karena Sherly merasa haus,maka Alex mengizinkan Fani untuk masuk mengantar minuman,lagipula Fani itu perempuan,jadi Alex merasa tidak terlalu keberatan akan hal itu.
Saat suasana masih hening,tiba-tiba Alex memiliki ide jahil di kepalanya itu,ia pun mulai berjalan mendekat kearah Sherly.
Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia hanya bisa diam mematung.
‘Ada apa ini?,apa yang ingin dia lakukan?’.pikir Sherly yang terlihat sedikit gugup.
Setelah berjarak sangat dekat dengan Sherly,Alex pun menghentikan langkahnya itu.
tiba-tiba saat Alex mendekatkan wajahnya kearah Sherly,lagi-lagi Sherly hanya diam mematung.
Sedangkan Alex yang awalnya hanya ingin jahil kearah Sherly,tapi saat ini ia merasa jika dirinya tak bisa mengontrol apa yang sedang ia lakukan saat ini.
Dan saat wajah Alex dan Sherly saling bertemu,hingga hanya berjarak beberapa cm.
Alex pun mendekat kan kembali wajahnya kearah wajah Sherly,tapi saat ia hendak mencium Sherly,Fani pun datang.
“Tuan”panggil Fani yang saat ini sedang menatap kearah nampan.
Sherly yang mendengar ucapan Fani itu,ia pun secara refleks mendorong tubuh Alex agar lebih jauh darinya.
Dan Alex yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sherly,ia pun seolah sadar akan apa yang hendak ia lakukan tadi.
Setelah itu,Alex pun langsung menatap kearah Fani yang terlihat kesulitan membawa nampan yang bukan hanya berisi minuman tapi juga terdapat banyak cemilan untuk Sherly.
Meski begitu Sherly tak bisa mengetahui jika Fani saat ini dalam keadaan kesulitan,karena Fani terlihat seperti orang yang tidak kesulitan.
“Minuman yang anda inginkan telah saya bawa,apakah ingin anda minum langsung,
atau ingin saya taruh di meja?”ucap Fani yang tidak sadar akan kesalahannya yang datang di waktu yang tidak tepat.
“Taruh saja di meja”ucap Alex.
Fani yang mendengar itu,ia pun langsung menaruh di meja yang telah di sediakan,yang berada tepat di samping Sherly.
Setelah itu,Fani pun menunduk dan ia pun pergi meninggalkan Alex dan Sherly.
“Huhh,kamu bisa langsung minum minuman itu kalau kamu memang merasa sangat haus"ucap Alex setelah ia menghela nafas panjang.
Sherly yang mendengar itu,tanpa menunggu lama ia pun langsung mengambil minuman yang ingin ia minum.
Kemudian setelah itu,Sherly pun meminum minumannya dengan sedikit terburu-buru.
"glugggk"Sherly meminum minuman itu dengan cepat
‘Tadi apa yang aku lakukan,kenapa tubuhku seolah tak bisa bergerak dan hanya mematung saat Alex berjalan mendekatiku'.pikir Sherly saat ia sedang meminum minumannya itu.
Setelah itu,Sherly pun menaruh gelas kosong bekas minumannya itu di atas meja.
__ADS_1