ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.14)


__ADS_3

Tak lama setelah kepergian Alex,Sherly pun berjalan keluar dari kamarnya.


Sherly berjalan menuruni beberapa anak tangga,dan tak lama ia pun sampai di lantai dasar.


“Nyonya”sapa Rani saat telah sampai di hadapan Sherly.


Sherly yang mendengar panggilan Rani itu,ia hanya menjawab dengan sebuah senyum ramah.


“Makanan untuk anda sudah saya siapkan”ucap Rani sopan


Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk.


Lalu setelah itu Sherly berjalan dengan Rani mengikutinya dari belakang.Ia pun akhirnya sampai di ruang makan.


Rani dengan sopan mempersilahkan Sherly duduk.


“Silahkan nyonya”ucap Rani sambil menggeser kursi untuk Sherly duduki,dan Sherly yang melihat itu ia langsung duduk dengan sedikit tak semangat.


“Kenapa menu hari ini kebanyakan daging dibandingkan sayur”ucap Sherly sambil menghela nafas panjang.


“Kemarin anda banyak memakan sayuran,


jadi menu hari ini tuan memperintahkan saya untuk membuat menu dengan daging untuk anda.Tapi anda tidak usah khawatir nona,tuan juga sudah menyiapkan menu dengan banyak sayuran,karena beliau tahu jika anda sangat menyukai sayuran,dan menurut beliau itu juga baik untuk kesehatan anda”ucap Rani menjelaskan panjang lebar dengan sangat detail.


Ya!,Sherly memang sangat menyukai sayuran,ia memang merupakan seorang vegetarian.Sebaliknya,Sherly itu tidak terlalu begitu suka daging,ia akan susah jika harus di perintahkan untuk makan daging.


Sepertinya halnya seseorang yang sangat tidak menyukai sayuran,maka ia akan sulit untuk memakan sayuran.Begitu pun Sherly yang tidak begitu menyukai daging,maka jika ia makan daging itu harus atas perintah Alex,dan tentunya dengan sedikit paksakaan dan bujukan dari Alex.


“Tapi aku kan nggak terlalu suka makan daging”gumam Sherly pelan tapi masih dapat di dengar oleh pendengaran Rani.


“Hari ini saya sudah mengolah menu daging dengan bumbu dan rempah-rempah yang berbeda,jadi makan hari ini tentu rasanya akan berbeda.Semoga anda menyukai nya nyonya”ucap Rani yang menjelaskan dengan sopan.


Sherly yang mendengar itu,ia pun sedikit mendengus kesal.Sudah berapa kali Alex memaksanya untuk makan daging,dengan menu dan rasa yang berbeda-beda setiap kali Sherly bilang tidak menyukai menu itu.Tapi tetap saja yang namanya tak suka,maka akan tetap tak suka,kecuali jika selera makannya berubah mungkin ia akan menyukai menu daging.


“Sepertinya aku tak usah mempermasalahkan ini lagi,lagipula hari ini aku dan Bella ada janji dengan Bella”ucap Sherly sambil menghela nafas panjang.


Sherly berkata seperti itu karena ingat jika ia hendak mengabari dan menentukan tempat serta waktu pertemuan mereka.


Setelah mengirim pesan singkat kepada Bella,Sherly memilih makan dengan sedikit tak lahap.


“Aku sudah kenyang”ucap Sherly yang telah memakan cukup banyak sayuran.


“Nyonya menu daging belum anda makan sama sekali”ucap Rani mengingatkan,ia masih berdiri di samping Sherly.


“Tapi aku sudah kenyang”ucap Sherly dengan sedikit kesal.


“Makan sedikit saja nyonya”ucap Rani sopan dengan sedikit memaksa.


“Lexi juga sudah mengatakan jika aku bisa makan sedikit,jadi nggak perlu makan daging”ucap Sherly sedikit menawar.

__ADS_1


“Tapi tuan berpesan agar anda memakan menu daging,walau hanya sedikit saja,itu tidak masalah.Lagipula tuan mengatakan jika anda sedikit kurus,dan tuan khawatir jika anda akan mudah sakit”ucap Rani dengan nada terdengar sedikit memohon,di sertai sebuah kalimat yang membuat Sherly mendengus kesal.


Apa yang Sherly dengar tentang perkataan Alex melalui ucapan Rani tadi.Hal itu sontak membuat Sherly langsung menatap ke arah tubuhnya.


Jika ditanya bagaimana bentuk tubuh Sherly saat ini?.Maka jawabannya adalah ideal.


Karena Sherly memiliki bentuk tubuh dan tinggi badan sesuai dengan umur wanita pada umumnya.


Walaupun Sherly tahu jika ucapan Alex tadi,itu tidak benar.Dan ia juga tahu jika Alex hanya berniat baik saat mengatakan hal itu melalui ucapan Rani tadi.


Akhirnya dengan sedikit terpaksa,Sherly pun memotong daging hingga lebih kecil menggunakan pisau makan.


Baru setelah itu Sherly memakannya dengan sedikit terpaksa.


Jika ditanya bagaimana ekspresi saat Sherly memakan daging.Maka jawabannya adalah, seperti seorang anak berusia enam tahun yang tidak suka makan sayur,tapi terpaksa untuk makan sayur.Itulah ekspresi yang cocok untuk mendeskripsikan wajah Sherly saat ini.


“Jangan lihatin aku kayak gitu dong”ucap Sherly sedikit malu saat Rani menatapnya dari tadi.


Sedangkan Rani yang ketahuan sedang melihat ke arah Sherly,ia pun langsung menundukkan kepalanya.


“Maaf”ucap Rani pelan yang seakan sadar akan kesalahannya.


“Bukan begitu,aku nggak bermaksud menyinggung kamu,tapi aku malu saat kamu lihatin aku tadi.Aku tahu mungkin kamu berfikir aku aneh,tapi ya memang aku sudah terbiasa dari kecil nggak suka makan daging,jadi mungkin susah juga harus di paksa untuk langsung suka”ungkap Sherly sambil terus memakan makanannya sedikit-demi sedikit.


Sedangkan Rani hanya diam,ia bukan mengaggap Sherly aneh,tapi merasa lucu saat melihat ekspresi Sherly saat memakan daging tadi.


“Tidak nyonya,saya tidak berani menganggap anda aneh,karena itu bukan sesuatu hal yang salah.Lagipula setiap orang pasti memiliki selera dan kesukaan masing-masing,jadi tidak perlu merasa jika diri anda aneh”ucap Rani yang terdengar menenangkan ditelinga Sherly.


“Terima kasih”ucap Sherly entah berterima kasih untuk apa.


Rani yang mendengar itu,ia ingin bertanya,tapi sebelum itu Fani datang.


“Nona”panggil Fani saat berada di samping Sherly.


“Ya”jawab Sherly singkat.


“Tuan memerintahkan saya untuk mengantar anda ke tempat yang anda inginkan”ucap Fani yang langsung mengungkapkan alasan kedatangannya itu.


“Oh,oke,tapi tunggu sebentar”ucap Sherly pada Fani.


Lalu setelah itu Sherly pun secepatnya menyelesaikan acara makannya itu.


.......


Di dalam mobil.


Saat ini Sherly yang sudah berada di kursi penumpang,dengan Fani yang sedang mengemudikan mobilnya itu,ia pun hanya diam dengan sesekali melirik ke arah kaca mobil yang sedikit terbuka.


“Fani”panggil Sherly tiba-tiba.

__ADS_1


“Iya”sahut Fani pelan dengan nada sopan.


Meskipun mata Fani masih fokus dan menatap lurus kearah jalanan.Tapi ia menajamkan pendengarannya itu,dan menunggu apa yang akan Sherly katakan.


“Apa aku aneh?”tanya Sherly pada Fani.


Fani yang mendengar itu,ia tidak mengerti maksud Sherly dan hanya bisa diam.


“Maksud aku,apa aku aneh karena aku dari kecil nggak pernah suka makan daging,


hingga sekarang aku masih nggak suka memakan makanan yang terbuat dari daging.Kecuali bakso,sedangkan yang lain aku nggak suka”ucap Sherly menjelaskan maksud ucapannya itu.


“Tidak nona,menurut saya itu bukan sesuatu hal yang aneh”ucap Fani dengan wajah yang terlihat bersungguh-sungguh.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung tersenyum.


“Terima kasih atas ucapan kamu,aku tahu kamu berkata seperti itu karena hanya ingin menenangkan aku saja”ucap Sherly sambil tersenyum ke arah Fani.


“Waktu itu saat aku dan Lexi baru menikah,dan masih dalam keadaan canggung,aku memang pernah memakan makanan yang terbuat dari daging,meski aku tidak suka aku tetap untuk makan itu dan berusaha suka saat memakan itu di depan Lexi.Tapi,rupanya Lexi itu sangat perhatian,ia tahu kalau aku nggak suka makan daging,jadi hanya beberapa kali dalam sebulan Lexi menyiapkan menu berupa daging”ucap Sherly panjang lebar disertai nada yang terdengar sedang bercerita akan masa lalunya.


“Tidak,saya benar-benar tidak menganggap anda aneh”ucap Fani yakin.


“Lagipula tuan Doni juga tidak menyukai nasi”ucap Fani yang langsung membuat Sherly kaget.


“Tidak suka nasi?,lalu dia makan apa?”tanya Sherly bingung.


“Roti,biskuit,gandum,atau apapun itu ia bisa,tapi tidak dengan nasi”ucap Fani seolah sangat mengenal Doni.


“Kenapa kamu seperti sangat mengenal nya?”tanya Sherly penasaran.


Fani yang mendengar itu,ia hanya bisa diam untuk sejenak.


“Maaf nona saya tidak bisa mengatakan alasannya untuk saat ini”ucap Fani sopan


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah Fani dengan tatapan rumit.


Sherly kadang sering memperhatikan tatapan Fani saat menatap Doni,tatapan itu bukan seperti tatapan seorang wanita yang menyukai atau mencintai laki-laki,bukan juga rasa benci,tapi tatapan itu terasa sangat berbeda.


“Sudahlah,bukan urusan ku juga”gumam Sherly sangat pelan hingga terdengar seperti sebuah bisikan.


Sherly pun hanya bisa menghela nafas panjang,ia berusaha untuk tidak bertanya lebih jauh.


Maka dari itu Sherly pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobil yang sedikit terbuka.


Deg',tiba-tiba jantung Sherly berdetak sangat cepat entah karena apa.


“Berhenti!”perintah Sherly tiba-tiba dengan nada sedikit berteriak.


*****

__ADS_1


Maaf bila ada salah kata.


Mohon dukungannya.


__ADS_2