ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 15


__ADS_3

Sherly yang telah sampai di universitas tempat ia kuliah itu,ia pun langsung memarkirkan motornya.


Selesai memarkirkan motornya itu,Sherly pun langsung berjalan memasuki gedung tempatnya kuliah dengan tidak semangat,pikirannya seakan kemana-mana.


‘Aku ingin cuti kuliah untuk hari ini,tapi masa aku cuti lagi sih,yang ada nanti tugas kuliahku menumpuk’pikir Sherly.


Setelah berjalan melewati beberapa ruangan,Sherly pun sampai di depan ruangan miliknya.


“Tunggu lebih baik aku tarik nafas dulu agar lebih rileks,aku juga nggak nggak boleh terlihat sedih di hadapannya kedua sahabat ku”ucap Sherly pada dirinya sendiri.


Sherly pun langsung menarik nafas dalam-dalam,kemudian ia keluarkan perlahan,agar lebih rilexs,Sherly tidak ingin sahabatnya curiga terhadapnya,ia juga tidak ingin sahabatnya tahu akan masalah yang sedang ia hadapi.


Saat merasa jika dirinya telah benar-benar rileks,Sherly pun langsung memasuki kelasnya,ia berharap kedua sahabatnya tidak menyadari bahwa dirinya sedang memiliki masalah.


Saat Sherly masuk dengan perasaan yang campur aduk,antara takut sahabatnya khawatir terhadapnya,dan dan gugup karena dirinya harus berpura-pura seolah ia tidak memiliki masalah.


Untungnya saat Sherly sudah masuk ke kelasnya,Sherly melihat kedua sahabatnya


sedang sibuk dengan urusan masing-masing


jadi mereka tidak sadar akan kedatangan


dirinya.


‘Tumben banget mereka terlihat sibuk'pikir Sherly.


Sherly pun berjalan ke arah bangkunya, kemudian ia duduk,setelah duduk,Sherly pun menoleh ke arah samping.


“Syutt....bella”panggil Sherly.


Tetapi sepertinya Bella tidak mendengar panggilannya,karena ia sedang menggunakan handset di kedua telinganya,seperti sedang mendengarkan lagu dengan tangan yang sibuk mengerjakan tugas kuliah.


“Percuma,kamu panggil-panggil nama Bella sampai teriak-teriak pun,Bella gak bakal dengar”ucap citrta secara tiba-tiba.


Kemudian Sherly pun menoleh kebelakang,


dimana tempat Citra duduk, dan dapat Sherly lihat,bahwa citra berkata seperti itu pada dirinya,tetapi mata Citra tetap fokus terhadap sebuah buku yang sedang ia coret-coret hingga membentuk sebuah gambar,atau lebih tepatnya Citra sedang menggambar.


“ Kenapa?” tanya Sherly saat sudah menghadap ke arah Citra


Citra yang mendengar itu,ia pun mengangkat kepalanya dan menatap Sherly


dengan heran.


“Kenapa?”ucap citra seakan mengulangi perkataan Sherly.


“Ya,nulislah terus ngapain lagi,kamu ini aneh sher”ucap Citra melanjutkan ucapannya.Ia pun kembali menundukkan kepala dan melanjutkan menggamba.


Sherly yang mendengar itu pun menjadi gemas sendiri akan jawaban yang Citra berikan.


“Maksud aku itu,kenapa Bella nulis di sini,kan biasanya kalau ia ada tugas selalu di kerjainya di rumah,memangnya Bella kemarin kemana?”ucap Sherly menjelaskan.

__ADS_1


Citra yang mendengar ucapan Sherly itu pun, ia seakan tersadar akan suatu hal“oh,ia kemarin kan kamu izin sher,memangnya kamu habis dari mana?”ucap citra seakan sadar akan ketidak hadiran Sherly kemarin.


Sherly yang mendengar pertanyaannya dibalas dengan sebuah pertanyaan itu,ia pun


lagi-lagi harus bersabar.


“Citra,kalau orang nanya itu dijawab dulu,bukan ditanya balik,paham?”ucap Sherly diakhiri dengan senyum yang terlihat sedang menahan rasa gemasnya itu.


‘*J*angan marah sher, kasihan anak orang,lagian dia kan masih teman kamu juga’ batin Sherly, seakan mengatakan jika ia tidak berhak marah.


“Maaf sher”ucap Citra,ia berkata sambil menatap Sherly,Citra terlihat memelas berharap Sherly tidak marah terhadapnya.


“Ok,aku gak marah sama kamu”ucap


Sherly setelah ia menghela nafas panjang,untuk menghilangkan emosinya,ia sedikit tidak tega dengan wajah memelas citra.


“Benar kamu gak marah?”tanya Citra belum yakin.


“Iya”ucap Sherly singkat.


“Kamu tetap anggap aku teman kamu kan?”tanya citra lagi.


“Iya” ucap sherly mulai malas meladeni pertanyaan citra,yang tak masuk akal menurut


nya.


“Memangnya,Bella kemari ke mana?”tanya Sherly menyela perkataan citra.


“Gak tahu”jawab citra tidak tahu akan ketidak hadiran Bella.


Karena Bella sedikit tertutup terhadap mereka jika memiliki masalah.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya.


‘Kenapa ya?,ada masalah apa dengan Bella sampai ia terlihat tertutup dari kami'pikir Sherly


“Memang kemarin Bella izin ke kamu enggak? mungkin dia pernah ngomong ke kamu?dia ingin ke suatu tempat atau kemana gitu?”tanya Sherly lagi.


“Dia bilangnya ada hal penting yang harus dia urus,tapi nggak pernah bilang kemana dia akan pergi ”jawab Citra lagi.


Saat mendengar hal itu,Sherly memilih berbalik menghadap ke depan.Awalnya Sherly ingin menoleh ke samping dan menanyakan tentang kenapa Bella tidak kuliah,tetapi dosen pun telah datang.


Dan pada saat Sherly ingin menyadarkan Bella bahwa dosen telah datang,ternyata Bella telah


duduk dengan rapi,dan Bella sudah tidak memakai headset lagi,seolah menandakan bahwa Bella telah menyadari kedatangan dosen tersebut.


Sherly pun memilih menghadap ke arah dosen


yang mulai memberikan materi.


*Dikantin.

__ADS_1


Saat ini,Sherly beserta kedua sahabatnya sedang berada di kantin.


Sherly menatap ke arah Bella dengan tatapan yang sulit di artikan,tatapannya seakan sangat dalam,seolah sedang menerawang jauh,karena Sherly merasa curiga dengan gerak gerik Bella.


Bella yang awalnya hanya fokus terhadap makanan yang ia makan itu pun menoleh, karena merasa sedang di perhatikan oleh seseorang.


Dan saat Bella menoleh,ia melihat orang yang


sedang menatap kearahnya yaitu Sherly.


Tatapan mata mereka pun bertemu,Sherly dan Bella saling menatap untuk sejenak,


seakan sedang menyelami, kedalam pikiran mereka masing-masing.


“Ada apa?”ucap Bella akhirnya bertanya,setelah mereka hanya diam dan saling menatap.


“Aku yang harusnya bertanya ke kamu ada


apa?,kenapa kamu kayak tertutup sama kita?,kamu kayak punya sesuatu yang di sembunyikan dari kita”ucap Sherly menjawab pertanyaan Bella.


“Maksud kamu apa?,aku gak punya masalah kok,jadi jangan berfikir yang aneh-aneh deh”ucap Bella seperti paham akan maksud Sherly,tetapi dirinya seperti berniat menyembunyikan masalah pribadinya.


“Bella,kamu kenapa?,kalau ada masalah,cerita dong sama kita? jangan di pendam sendiri.”ucap Sherly pada Bella.


Sherly berkata seperti itu sambil menatap ke arah Citra,yang terlihat hanya fokus terhadap makananya.


‘Dasar si Citra,dia gak sadar apa kalau


Bella itu sedang mempunyai masalah ’ batin Sherly,saat tahu citra tidak terganggu dengan perdebatan mereka.


“Aku gak ada masalah kok,kamu jangan berlebihan deh,mungkin ini karena kemarin aku gak kuliah karena sakit,tapi sekarang sudah mendingan,cuman sedikit pusing aja.”ucap Bella berusaha beralasan,ia berkata sambil memijat pelan pangkal hidungnya,agar Sherly tidak curiga terhadapnya.


“Bohong!”ucap Sherly sambil menatap bella


sejenak,kemudian ia memalingkan wajahnya


ke arah samping,seperti tidak ingin menatap


kearah Bella.


Ucapan Sherly itu seakan tahu kalau sahabatnya Bella memang memiliki masalah,dan berusaha menyembunyikan masalah darinya.


Sherly juga berkata dengan lirih,dan hanya kedua sahabatnya yang mendengar ucapan Sherly,suaranya yang terdengar lirih itu, seakan menyiratkan kekecewaan pada sahabatnya, yang tidak ingin jujur terhadapnya.


Padahal Sherly tahu,jika dirinya juga sedang


menyembunyikan masalah dari kedua sahabatnya,dan itu juga akan membuat kedua


sahabatnya kecewa terhadapnya,tetapi entah apa yang ada di pikiran oleh Sherly,ia tetap menyembunyikan masalah itu dari kedua sahabatnya.


‘Sudahlah ini bukan saatnya untuk membalas masalah pribadiku,karena yang lebih penting saat ini adalah masalah Bella,aku ingin tahu apa yang membuat Bella begitu tertutup’pikir Sherly.

__ADS_1


__ADS_2