ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 8


__ADS_3

Tiba-tiba di depan toko Sherly,datanglah sebuah mobil berwarna hitam keluaran terbaru,di susul dengan beberapa mobil berwarna putih yang mengawal kedatangan mobil berwarna hitam tersebut,dan hal itu membuat hampir semua orang yang ada di dalam toko milik Sherly menoleh,karena penasaran ingin melihat apa yang terjadi di luar toko,dan karena dinding serta pintu masuk toko milik Sherly terbuat dari kaca,


jadi orang-orang yang berada di dalam toko,


dapat melihat dengan jelas,apa yang telah terjadi dari luar lewat dinding kaca.


Tak lama setelah itu,Turunlah beberapa orang dari dalam mobil berwarna putih,mereka memakai jas dan celana panjang berwarna abu-abu,yang di padukan dengan kemeja berwarna putih,mereka semua berjumlah 20 orang,mereka terlihat seperti pengawal khusus,yang membedakan adalah warna pakaian mereka,yang mungkin saja itu merupakan ciri khas dari mereka.


Kemudian para pengawal itu berbaris di depan toko milik Sherly, mereka terbagi menjadi dua,di kiri dan kanan,masing masing


sepuluh orang, mereka berbaris rapi dengan


posisi tegak,dan dengan kedua tangan yang terkepal ke bawah,mereka semua berbadan besar dan tinggi.


Saat semua pengawal telah selesai berbaris rapi,turunlah seseorang dari dalam mobil berwarna hitam,orang tersebut keluar dari


depan mobil,sebrang kiri,atau lebih tepatnya


bagian kemudi mobil,ia memakai jas dan celana panjang berwarna merah, di padukan


dengan kemeja berwarna merah yang sedikit pudar.ia memegang sebuah koper di tangan kirinya,koper itu sering di gunakan oleh orang yang bekerja di sebuah perusahaan,dan dapat menampung surat-surat atau dokumen penting,ia tampak terlihat seperti seorang asisten pribadi direktur,dan orang itu adalah


Doni tangan kanan atau lebih tepatnya orang


kepercayaan Alex.


Doni berjalan kearah belakang,di buka kannya pintu tersebut dengan tangan kanannya.


“Silahkan tuan”ucap Doni dengan hormat.


Alex yang mendengar itu,ia pun turun dari dalam mobil,dan saat pertama kali kakinya turun,ia sudah di sambut oleh teriakan para wanita yang histeris,dari dalam toko maupun luar toko, yang dapat di dengar oleh Indra pendengaran Alex,dan itu sudah biasa baginya,karena dirinya sering ditatap dengan tatapan memuja oleh para wanita yang melihatnya.


Alex orang yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar, ia hanya menampilkan ekspresi datar miliknya,walau pun begitu ketampanan itu tidak luntur karena ekspresi datar miliknya,dengan wajah yang memiliki rahang tegas dan terlihat kokoh,mata yang setajam elang,dengan hidung yang mancung menjadikan dirinya seperti pahatan yang terlihat indah


Alex saat ini memakai jas serta celana panjang berwarna hitam,dipadukan dengan kemeja yang berwarna sama,terlihat sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih,dan nampak bercahaya saat dirinya terpapar cahaya matahari.


“Mari tuan kita jalan”ucap Doni pada Alex.


Dan Alek yang mendengar itu,ia pun langsung berjalan menuju toko milik Sherly,pandangan matanya lurus ke depan,ia berjalan dengan ke dua tangan di masukan ke dalam saku celananya,dengan Doni yang mengikutinya dari belakang.


Sepanjang langkah yang di ambil oleh Alex,para pengawal khusus tersebut akan sedikit membungkuk kan badan mereka,


saat Alex berjalan di tengah tengah mereka,


mereka akan membungkuk kan badan mereka dengan kompak dan seirama sesuai


langkah kaki yang Alex ambil.


Saat Alex dan Doni masuk sudah banyak teriakkan yang terdengar,seakan menyambut


kedatangan mereka berdua.


“Astaga mimpi apa aku semalam?”ucap salah satu pengunjung, yang memakai baju berwarna pink.


“Astaga tampan sekali kau,hati adek seakan terpotek-potek saat melihat ketampanan kau ”ucap pengunjung lain,yang memakai gaun berwarna hitam,ia berkata dengan nada centil miliknya.


Dan masih banyak lagi pujian yang di lontarkan oleh para wanita,sambil berteriak histeris,dan teriakan dari para wanita itu sangat mengganggu bagi Doni, ia pun memberikan tatapan tajam kepada para wanita yang berteriak histeris tadi.


Dan tak lama,orang-orang yang berada di dalam toko itu pun menjadi terdiam,dan bungkam,mereka jelas tahu siapa itu Doni,dia merupakan tangan kanan Alex yang merupakan pemilik perusahaan terbesar di negara ini.


Tatapan tajam Doni juga seakan-akan ingin memakan mereka hidup-hidup,hingga membuat tubuh mereka sedikit gemetaran.


Setelah membuat semua orang bungkam,


Doni pun menghampiri salah satu meja kosong, yang memang Sherly sediakan untuk pembeli yang ingin memakan kuenya langsung di tempat.


Doni pun menggeser salah satu kursi tersebut,dan mempersilahkan Alex untuk duduk.


“Silahkan tuan!,anda bisa duduk terlebih dahulu”ucap Doni sopan.


Alex yang mendengar itu,ia pun mulai berjalan menuju kursi yang telah di siapkan oleh Doni untuknya.


Kemudian setelah itu Alex pun duduk di kursi tersebut,ia menoleh untuk menatap ke arah Doni,tatapan matanya seperti mengatakan sesuatu,Doni yang mengerti maksud tatapan Alex itu, ia pun menganggukan kepala tanda mengerti akan maksud Alex,tetapi sebelum pergi Doni sedikit membungkukkan kepala kepada Alex sebagai tanda hormat.


“Kalau begitu saya pamit tuan”ucap Doni sopan.


Dan setelah kepergian Doni,Alex pun langsung mengambil handpone dari saku celana miliknya itu,ia pun hanya fokus menatap layar handphone miliknya,tanpa melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Beberapa menit pun berlalu,Doni akhirnya datang dengan Sherly,yang berada tepat di belakangnya,Sherly terlihat kebingungan melihat suasana yang terjadi.


“Berani sekali kamu membuatku menunggu untuk waktu yang lama!”ucap Alex,ia berkata tanpa mengalihkan pandanganya dari layar handpone miliknya,ia berfikir jika Sherly sengaja membuat dirinya menunggu.


Sedangkan Sherly yang mendengar perkataan Alex tadi,hal itu justru semakin menambah kebingungan yang sedang Sherly hadapi.


Dan akhirnya ucapan Alex itu hanya mendapat ke bungkaman dari Sherly, ia tidak


tahu harus bicara apa untuk menjawab pertanyaan alex.


‘Tadi memang aku sempat mendengar keributan dari luar saat sedang berbicara dengan salah satu karyawanku yang bernama Rika,tetapi tiba-tiba aku merasa ingin buang air kecil,dan aku langsung ke toilet tanpa mempedulikan keributan yang terjadi di luar


toko ku ini,dan anehnya setelah aku selesai buang air kecil,salah satu karyawanku mengatakan jika ada orang yang sedang mencari ku,tapi saat aku bertanya kearah laki-laki yang sedang mencariku,dia tidak menjawab pertanyaan ku,dan malah membawa ku ke sini’.pikir Sherly yang tak tahu harus berkata seperti apa.


‘Apalagi saat aku sampai,aku malah di cerca dengan pertanyaan yang tak jelas’pikir Sherly lagi.


Setelah lama hanya diam,Sherly pun akhirnya angkat suara.


“Maaf tuan?,apakah anda sedang berbicara dengan saya?”ucap Sherly dengan nada bertanya.


Sherly akhirnya terpaksa bertanya karena ia benar benar tidak mengerti dengan situasi saat ini,ia tidak mengenal orang yang sedang duduk di hadapanya saat ini,bertemu saja tidak pernah,tetapi orang itu seakan tahu siapa dirinya,dan nada bicara yang terdengar seperti ancaman seakan ia telah melakukan sebuah kesalahan.


Sherly sempat melamun,dan memperhatikan penampilan Alex dan Doni.


Dilihat dari penampilannya Sherly yakin kedua orang itu adalah orang-orang penting dan berkuasa,tetapi tiba-tiba di tengah lamunannya itu,sebuah suara menyadarkan dirinya yang sedang melamun.


“Saya sedang bertanya ke kamu?,bukan kamu yang harus bertanya ke saya!”ucap Alex dengan suara meninggi dan membentak, pandangan matanya yang masih fokus terhadap layar ponsel,tetapi hanya nada suaranya yang berubah,dengan pandangan mata yang mengeras sesaat saat ia mengatakan hal itu.


Sherly sedikit tersentak dan kaget dengan bentak-kan tersebut,ia juga merasa tidak enak,karena banyak orang yang menatap ke arah mereka.


“Maaf tuan saya benar benar tidak mengenal


Anda” ucap Sherly berusaha bersikap sopan,


padahal saat ini diri nya tengah menahan amarah yang bergejolak karena bentakan Alex .


‘Memang bener kok aku nggak mengenalnya, tahu namanya saja pun nggak,terus kalau nggak kenal,memangnya aku harus berpura-pura kenal gitu dengannya,dasar aneh ’batin Sherly mengumpat dengan tangan terkepal menahan amarah.


Saat Alex ingin menjawab,tapi sebelum itu,doni sudah menyela pembicaraan mereka.


“Maaf tuan,sebaiknya kita jangan bicara di sini”ucap Doni sopan,ia berusaha menyadarkan Alex bahwa mereka tengah di perhatikan oleh banyak orang.


“Nona,apakah anda memiliki ruang kerja pribadi agar kita dapat berbicara dengan baik?”ucap Doni bertanya dengan sopan.


“Ada tuan,mari ikut dengan saya!”jawab Sherly,ia pun berjalan terlebih dulu menuju ruang pribadi miliknya,di ikuti oleh Alex dan doni dari belakang.


Setelah sampai diruang miliknya.


Sherly pun duduk di kursi miliknya,ia pun mempersilahkan Alex dan Doni untuk duduk, di kursi yang memang sudah di siapkan khusus untuk tamu.


“Silahkan tuan-tuan duduk”ucap Sherly sopan.


Alex dan Doni yang mendengar itu,mereka berdua pun duduk dengan posisi berhadapan langsung dengan Sherly,yang hanya terhalang oleh sebuah meja kerja milik sherly.


“Tuan-tuan,maaf apabila ruangan saya ini sempit,atau kurang bagus”ucap Sherly memulai pembicaraan,nada bicaranya terdengar merendahkan dirinya sendiri.


“Ya,memang sempit,bahkan sangat sempit”ucap Alex dengan nada merendahkan sherly.


Sherly tidak mengetahui bahwa Alex terkenal akan kesombongan dan mulutnya yang pedas saat merendahkan orang lain,karena itu memang merupakan sifat Alex.


Selesai mengatakan itu,Alex pun langsung meraih handpone di saku miliknya,kemudian ia kembali melihat layar ponselnya, ltanpa melihat sekeliling.


Sherly yang melihat itu,ia hanya dapat tersenyum dengan sedikit canggung,tapi meski begitu ia berusaha untuk sabar menghadapi orang yang yang ada di hadapannya saat ini.


“Tuan memangnya Anda memiliki keperluan apa ya hingga datang ke sini?,tu pun kalau boleh saya tahu?”ucap Sherly dengan nada formal yang di akhiri sebuah senyum yang terlihat indah dan cantik


Alex yang mendengar Sherly berbicara,ia pun menatap Sherly dan melihat senyum sherly.


“Cantik,sangat cantik”batin Alex,dirinya sempat tertegun sesaat saat melihat senyum Sherly.


Tapi tak lama setelah itu,ia pun langsung tersadar dengan pertanyaan yang dilontarkan Sherly.


Lalu Alex pun menoleh kepada Doni.


Doni yang paham akan keinginan Alex,ia pun mengambil surat- surat dari tas miliknya,dan menyodorkan surat-surat tersebut kepada Sherly.


Sherly menerima pun langsung surat-surat itu dan membacanya,karena penasaran.Ia pun membacanya,tiba-tiba tubuhnya sedikit bergetar,bulir-bulir keringat nampak di dahinya,tangannya pun mencengkram kuat surat-surat tersebut.

__ADS_1


“Surat Nikah”itulah kata yang keluar dari bibir sherly,nada suaranya sedikit bergetar,saat mengatakan itu.


“*J*adi dia adalah calon suamiku,tadi saat aku melihat dirinya pertama kali,aku sempat berpikir bila perempuan yang akan menikah dengannya itu sangat beruntung, tetapi mengapa setelah aku tahu bahwa dia adalah calon suamiku,seakan itu adalah sebuah bencana untuk**ku ”batin sherly seakan tak percaya.


Sherly pun menarik nafasnya dalam-dalam,


lalu ia keluarkan perlahan.


Sherly pun hanya diam untuk beberapa saat,ia seakan tidak mampu untuk berkata-kata lagi,suaranya seakan tercekat,otaknya seakan tidak bisa berfikir jernih,ia memang akan berusaha menerima perjodohan ini,tetapi bukan sekarang,ini terlalu cepat baginya.


“Ya,surat nikah apakah kamu tidak bisa membaca?”ucap alex berkata dengan sinis


'Tidak bisa membaca?' pikir sherly,saat mendengar ucapan Alex.


Sherly seakan tidak tahu harus tertawa atau menangis saat mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Alex.


‘Justru saat ini aku ingin bertanya bahwa apakah kamu tuli,aku tahu ini surat nikah,dan aku mengatakan itu karena hanya berniat untuk menegaskan saja’pikir sherly,ia ingin sekali mengatakan itu,tapi ia tidak berani,setelah ia tahu kalau Alex adalah calon suaminya.


Sherly takut bukan hanya dirinya yang akan terkena imbasnya,tapi juga keluarganya, apalagi ibunya juga akan terkena imbasnya.


“Saya bisa membacanya tuan”akhirnya hanya itu yang dapat Sherly ucapkan


“Tapi tuan bisakah saya mengajukan syarat?”


tanya Sherly.


Sherly mencoba bernegosiasi atau lebih tepatnya melakukan penawaran.


“Kamu mencoba untuk bernegosiasi dengan


saya?”ucap alex bertanya,nada suaranya seakan-akan mengatakan


bahwa Sherly tidak memiliki hak untuk, melakukan penawaran dengan dirinya.


“Dan kamu jangan coba-coba membatalkan


pernikahan ini dengan cara kamu merusak


surat nikah yang sedang kamu pegang”lanjut Alex, mencoba untuk menyadarkan Sherly bahwa dirinya mencengkram surat nikah tersebut dengan erat.


Alex berfikir bahwa Sherly ingin membatalkan pernikahan,dengan merusak surat nikah tersebut saat dirinya melihat Sherly mencengkram erat surat nikah tersebut.


Sherly pun tersadar telah mencengkram surat itu dengan erat,karena merasa kaget.


Tanpa menjawab ucapan Alex, Sherly pun sedikit melonggarkan cengkramannya dari surat nikah tersebut.


Jujur saja sherly tidak bermaksud merusak surat nikah tersebut,karena ia tahu jika ia merusak surat nikah itu,ia tetap tidak akan bisa untuk membatalkan pernikahannya dengan Alex.


Dan Sherly mencengkram surat itu secara tidak sengaja,karena ia merasa kaget bercampur emosi di sebabkan pernikahan ini terlalu cepat baginya.


Tetapi Sherly tidak menyerah,ia berusaha untuk mengulur waktu,sedikit saja agar ia


bisa menerima ini.


‘Bukankah ini hidupku,aku yang berhak menentukan keinginan atas hidupku ini kan’ batin Sherly.


“Tuan,bolehkah anda sedikit berbelas kasih,


terhadap saya,jika memang saya tidak bisa untuk menolak perjodohan ini,tolonglah beri saya sedikit waktu,agar saya dapat berusaha untuk menerima perjodohan ini”.ucap Sherly dengan nada memohon,ia tidak menyerah untuk melakukan penawaran dengan Alex.


Sherly benar-benar berfikir bahwa ini murni


hanyalah perjodohan,dan hanya bertujuan untuk mempererat hubungan antara ayahnya dan ayahnya alex,sherly tidak mengetahui


bahwa dirinya adalah korban dari keserakahan dan keegoisan ayahnya.


Roy melakukan itu semua,agar dirinya terbebas dari karma yang harus di tanggungnya,ia tidak ingin masuk penjara,karena Roy tidak ingin perusahaan miliknya akan hancur dengan dirinya yang masuk penjara,karena perusahaan merupakan sesuatu yang sangat di jaga oleh Roy selain mira.


Roy juga berfikir dengan menyerahkan Sherly kepada Alex,maka Alex akan memaafkan kesalahannya di masa lalu.


Sedangkan pemikiran Alex itu berbeda,ia melakukan itu untuk menghancurkan Roy melalui Sherly,ia ingin membuat Sherly bertekuk lutut terhadapnya,dengan begitu ia akan lebih mudah untuk menghancurkan Roy.


Alex akan membuat Roy menyesali perbuatannya di masa lalu,Alex tidak ingin membunuh atau memenjarakan Roy,karena itu terlalu mudah baginya,ia ingin membuat Roy tersiksa fisik,maupun batin seperti yang di alaminya bertahun-tahun,karena perbuatan Roy di masa lalu.


********


mohon maaf bila ada salah kata,harap di maklumi ya kakak-kakak atau Adik-adik

__ADS_1


semuanya🙏🙏🙏😊😊😊


Dan mohon bantuan serta dukungannya semuanya🙏🙏🙏


__ADS_2