
Di sebuah gudang tempat penyekapan Michel sedang menginterogasi seorang pria. Dengan wajah garang ia menatap pria itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Michel mengibaskan tangannya di udara meminta pengawal melepaskan pria itu.
" Kau tahu sedang berurusan dengan siapa ? " Michel berjalan mengitari tubuh pria yang masih tertunduk dengan tangan yang masih diborgol.
" Jawab aku !" bentak Michel dibelakang telinganya.
" Maaf tuan ! Aku tidak tahu apapun tentang anda. Tetapi aku mengetahui mengapa para pengawal tuan membawaku ke sini. Aku dibayar seorang untuk menghabisi orang yang berada di mobil sport hitam pada malam itu."
Bruk...satu bogem mentah mendarat di perut pria itu.
" Berani kau berurusan dengan keluarga Chan !" satu bogem mentah lagi mendarat di pipi pria itu.
Michel sudah tidak sabar ingin menghabisi pria yang sedang merintih kesakitan di depannya. Pria itu pasrah saja menerima pukulan Michel. Para pengawal yang berjaga disekitar Michel hanya bisa diam, kecuali Antonio. Ia adalah tangan kanan Michel.
" Tuan. Biar kami yang menyelesaikan. Tuan tidak perlu mengotori tangan tuan menghadapi kecoak kecil ini." Ucap Antonio sambil memainkan pisau ditangannya.
Antonio berjalan mendekati pria itu, dihunuskannya pisau ke dagu yang sudah memar, kemudian diangkatnya dengan sebilah pisau yang ia genggam
" Tolong jangan bunuh saya tuan. Saya harus menghidupi seorang anak. Kami orang miskin. Tolong. Kasihanilah kami ! Maafkan Aku yang sudah salah mencelakakan putra tuan " Sambil meringis menahan sakit pria itu memohon dihadapan Antonio yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
" Hahaha...Kau tahu ! Orang yang kau tabrak dengan truk sialanmu itu adalah putra satu-satunya tuan Michel. Dia hampir saja kehilangan nyawanya!" Antonio menarik kerah kemeja pria itu dengan keras, dengan kasar dihempaskannya kembali
" Antonio..." suara Michel menghentikan gerakan tangan Antonio yang ingin memberikan pukulan di wajah pria bodoh yang berada didepannya.
" Siapa yang membayarmu ? " Michel menurunkan nada bicaranya. Ia ingin tahu siapa dibalik rencana semua ini.
" Seseorang yang tidak ku kenal, tuan."
Bruk...
Satu bogem mentah dari Antonio mendarat di perut pria itu.
" Antonio. Tenanglah !" Michel memperingatkan Antonio dengan suara lantang.
" Ceritakan padaku ! Seperti apa kejadiannya !" Michel mengambil posisi duduk untuk mendengar keterangan pria itu.
" Namaku Radit. Aku mempunyai seorang putri yang masih bersekolah. Untuk memenuhi kebutuhan hudup kami, aku bekerja sebagai supir. Pekerjaanku mengantarkan barang dari satu toko ke toko yang lain. Malam itu aku sedang menurunkan beberapa barang di satu mall. Tiba-tiba seorang pria yang masih muda memintaku membantunya dengan imbalan yang besar." Pria itu menelan salivanya karena tenggorakkanya terasa sakit.
" Berikan dia minum ! Aku ingin mendengar ceritanya tanpa gangguan tenggorakkanya." Perintah Michel kepada pengawal yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Setelah meminum air mineral yang diberikan padanya, Radit mulai bercerita kembali.
" Pria itu menjanjikan uang dalam jumlah besar tanpa memberitahu apa yang akan aku lakukan. Dia memintaku mengantarnya ke suatu tempat. Aku mengiyakan tawarannya. Ketika dipersimpangan aku melihat sebuah mobil sport melaju dengan cepat. Aku ingin mengelak, tapi Dia menguasai setir truk yang kubawa. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi kemudian. Semuanya begitu cepat. Aku merasakan truk yang dikendalikan oleh Dia menabrak sesuatu. Sekali lagi. Maafkan aku tuan, semua di luar kendali saya." Dengan tangan yang masih terikat Radit menundukkan kepalanya memohon dihadapan Michel.
Naluri kebapaan Michel berkata bahwa orang yang dihadapannya itu berkata benar. Terlihat dari kesungguhannya menceritakan kronologis. jecelakaan Roi. Ia sedikit terharu mendengar penuturan Radit. Tetapi bila mengingat apa yang dialami putranya sekarang, hatinya kembali menggerang.
" Antonio. Lepaskan dia !" Dengan sangat mudah Michel meminta tangan kanannya itu untuk melepaskan ikatan ditangan Radit.
" Berapa uang yang kau terima darinya ?" Radit bingung, ia terdiam kenyataannya bukan bayaran yang diterimanya, ia disekap dan dipukuli oleh laki-laki yang tak dikenalnya itu.
" Saya tidak menerima bayaran tuan. Pria itu membawa saya ke suatu tempat dan menyekap serta memukuli saya." jawab Radit
" Apa ? Kalau begitu tunjukkan padaku dimana tempatnya !"
" Baik tuan."
Michel memerintahkan agar Antonio dan rekan-rekannya mengawasi Radit.
" Beri dia makan ! Dan biarkan ia istirahat malam ini !" Setelah mengucapkan perintah kepada Antonio, Michel pergi meninggalkan gudang.
__ADS_1
bersambung