
Rey membawa travel bag di tangannya, Alina berjalan disampingnya, Rey menggenggam tangan kekasihnya itu, bandara siang ini terlihat begitu ramai, beberapa kali perjalanan mereka terhadang karena ramainya orang yang berlalu lalang.
"Sebentar. Ada telepon, aku angkat dulu." Rey mengambil telepon genggamnya yang berdering di dalam saku celananya.
"Hmm. Baik." Rey mematikan ponselnya. Roi ysng menelepon Rey, ia memberitahu bahwa supir terlambat menjemput karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Orang yang menjemput kita terlambat. Kita makan dulu, ayo." Rey mengajak Alina ke pojok makanan yang ada di bandara.
Alina mengikuti saja apa yang diucapkan Rey.
Tidak berapa lama supir yang ditugaskan menjemput Rey sudah tiba, karena mereka sudah menyelesaikan santap siang, merekapun langsung meninggalkan bandara.
Rey sudah mengabari kakaknya Silvi dan Roi tentang tujuannya ke Jakarta.
"Langsung ke rumah kak Roi." ucap Rey kepada sopir.
Rey membawa Alina masuk di mobil.
"Rey kepalaku sedikit pusing, mungkin karena aku tidak terbiasa naik pesawat." Alina memijit dahinya karena terasa pusing.
"Istirahatlah. Sebentar lagi kita sudah sampai di rumah kak Roi." Rey mengelus puncuk kepala Alina.
Alina menjatuhkan kepalanya di dada Rey.
__ADS_1
Rey bahagia akhirnya ia bisa mendapatkan hati Alina, tidak akan ada lagi yang menghalanginya untuk mendapatkan cinta Alina. Rey akan menyelesaikan semua permasalahan yang bersangkut paut dengan Alina. Ia tidak akan membiarkan Alina meninggalkannya.
"Sudah sampai tuan." Supir memberitahu Rey kalau mereka sudah tiba di kediaman Roi.
"Biarkan sebentar lagi. Alina masih tidur." Rey memandang wajah Alina yang sedang tidur sesekali ia tersenyum, melihat wajah cantik tanpa alat makeup.
Setelah beberapa menit tertidur Alina terbangun ia menatap Rey yang juga sedang menatapnya.
"Kita sudah sampai?" Alina mengosok-gosok matanya, kesadarannya belum pulih penuh.
Rey merapikan anak rambut Alina yang sedikit berantakan.
"Ayo. Kita masuk. Kau ketiduran tadi."
Rey mengacak poni Aliina yang kelihatan lucu dan kemudian mereka turun dan menemui kakaknya Silvi dan Roi.
"Rey. " Silvi berlari dan memeluk adiknya setelah Rey masuk di kediaman Silvi.
"Wow...kejutan ini. Alina." Silvi bergantian memeluk Alina.
Roi senang melihat istrinya begitu bahagia atas kedatangan Rey dan Alina.
Roi memeluk adik iparnya itu.
__ADS_1
"Kau sudah mendapatkannya." bisik Roi ditelinga Rey yang bermaksud menggodanya.
Silvi membawa Alina duduk di sofa. Sebentar kemudian mereka terlihat begitu akrab dalam satu obrolan.
Rey dan Roi mulai memperbincangkan masalah yang dulu di hadapi oleh Alina. Rey sangat bersemangat mendengarkan semua penjelasan Roi.
"Rey. Kau tidak perlu mengurusnya dengan tangan mu sendiri. Aku akan memberi perhitungan padanya dalam waktu dekat."
Roi berjanji dihadapan Rey sebab ia tahu maksud kedatangan Rey dan Alina ke Medan untuk menyelesaikan masalah Alina.
Pertama Rey akan menemui Bima untuk menjelaskan hubungannya dengan Alina. Rencana pernikahan mereka.
Kedua ia akan membereskan hubungan Alina dsn keluarganya dengan Arnold. Rey akan mencoba dengan cara berdamai. Ia tidak menginginkan kekerasan dalam menyelesaikan satu masalah, tetapi bila Arnold tidsk mengindahkannya barulah ia akan menggunakan tindakan tegas dan menggunakan segenap kekuatan pribadi dan keluarga.
Rey akan menikahi Alina setelah semuanya jelas dan selesai agar kekasihnya itu tidak diancam atau merasa ketakutan. Rey menginginkan rumah tangga yang ia bangun nanti bersama Alina tenang dan bahagia.
bersambung.
Readers.....maaf baru up sekarang.
Karena saya masih sibuk dengan training di sekolah.
😀😃
__ADS_1