Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Terus terang 2


__ADS_3

Pada usia 17 tahun tepatnya setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Togar dikirim Leo untuk ikut dengan Michel suami putrinya Nita.


Michel membentuk Togar menjadi pribadi yang disiplin dan tegas, sambil mengambil studi sarjananya, Togar bekerja dengan Michel sebagai asisten pribadinya. Kinerja Togar memang sangat betkembang selain ilmu bisnisnya yang semakin hari semakin maju, ia juga tumbuh menjadi pribadi yang kaku dan tegas, saat itu Roi masih belum menyelesaikan kuliahnya di Jerman.


Michel sangat bangga dengan pekerjaan Togar. Tidak ada satupun pekerjaannya gagal, semuanya yang dikerjakannya berhasil.


" Kau carilah pacar yang nanti akan menjadi istrimu. Aku kwatir kau berubah menjadi manusia es, kaku dan tak bisa tersenyum." Leo selalu menasehati Togar bila bertemu dengannya.


" Baik tuan, akan saya carikan."


" Ingat ! Boru batak !"


" Saya mengerti tuan."


" Jangan panggil aku seperti itu. Panggil aku ayah, kau sudah kami anggap anak kami. Mengerti."


" Baik t...ayah."


" Lidahmu sangat kaku Togar. Bagaimana kau bisa dapat seorang wanita untuk kau pacari. Arhhh..kau payah." Leo meninggalkan Togar.


Mengapa orang tua ini selalu menyusahkan aku, cari pacar, harus boru batak, mulut kaku, si orang payah....arghhhh ntah apa lagi gelarku di berinya.

__ADS_1


Flash back off


Akhirnya percakapan di meja makanpun selesai. Roi dan Togar paling tidak suka terjebak di situasi seperti tadi. Opung Leo dan Karissa selalu berbicara, tak ada yang dapat menyela pembicaraannya


" Akhirnya telingaku bisa bebas dari ocehan kedua orang tua itu." Ucap Togar pelan sambil menarik nafas lega.


Ia duduk diteras rumah Morin, menatap bulan yang hadir sempurna di tengah hamparan putih, di atas sana.Ia merebahkan kepalanya di sandaran kursi yang didudukinya.


Wajahnya kelihatan lelah setelah seharian disibukkan dengan pernak pernik persiapan pertunangan Roi.


" Kak Togar ini kopimu." Indah meletakkan gelas yang dipegangnya di meja kecil, di depan Togar.


" Hmm. Terima kasih." jawab Togar ketus. Sambil mengalihkan pandangannya ke ponselnya.


" Mengapa sikapnya begitu kaku ?" ucap Indah sambil berlalu dari hadapan Togar.


Togar melihat bayangan Indah hilang di balik pintu, Ia melihat mulut wanita itu komat kamit sebelum meninggalkan dirinya dengan segelas kopi hitam.


👀👀👀👀


Roi setia menemani opung Leo duduk sambil bercerita tentang adat suku batak, Roi kurang paham tentang adat istiadat yang diceritakan opungnya itu, bagi Roi cerita itu terlalu rumit dan membosankan.

__ADS_1


Mengapa manusia zaman sekarang masih ada yang berpikir sekuno itu, ucap Roi dalam hati. Ia tahu era kekinian menuntut orang bisa kerja cepat dan tepat, dan dia nga habis pikir mengapa orang tuanya yang cukup berpendidikan masih mau mengikuti hal semacam itu. Roi menggelengkan kepalanya.


Sementara Silvi ditemani oleh Nita dan Uli di kamarnya, mereka sedang sibuk mengatur peralatan-peralatan untuk tunangan lusa.


Semuanya barang-barang keperluan Roi dan Silvi.


Dari baju sampai aksesoris kecilpun tidak luput dari perhatian Nita dan Uli.


Michel dan Morin sedang asyik membicarakan usaha mereka masing-masing.


Karissa memilih tidur ke kamar yang sudah disiapkan Uli. Maklumlah sudah usia lanjut, Karissa kelelahan setelah tadi pagi mereka berangkat dari Pulau Samosir sampai malam ini belum sempat untuk istrahat.


" Istrahatlah sayang. Kau pasti lelah." Leo mengusap-usap punggung Karissa.


Karissa tersenyum membalas perkataan Leo.


" Ya. Tubuhku lelah." ucap Karissa kemudian meninggalkan Roi dan Leo.


💐💐💐💐


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2