Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Aku membencimu 2


__ADS_3

Rasanya aku sudah tak ingin melanjutkan acara bergoyang dengan Bernard.


" Maaf " kataku sambil meninggalkan Bernard yang masih semangat bergoyang.


" Silvi." Bernard mengikuti


" Maaf aku ingin pulang. Aku lagi nga enak badan." jawabku sambil mengambil tas yang ku letakkan di meja tadi.


" Aku mengantarmu pulang."


Bernard masih mengikuti langkahku. Aku tidak peduli dengan dia. Hatiku marah melihat Roi mengabaikanku.


Aku melihat pak Anton di dekat parkiran. Ia memang supir yang baik selalu siap bila diperlukan.


" Non pulang sekarang ? Tuan Roi dimana ?"


" Antar aku dulu pak. Nanti bapak bisa jemput dia lagi." jawabku ketus.


" Silvi." Aku tidak peduli Bernard memanggil namaku.


" Non....laki - laki itu."


" Jalan saja pak." potongku sebelum Bernard semakin dekat ke mobil yang kunaikki.


Kulihat wajah Bernard sangat kesal. Hatiku sedikit merasa bersalah


Argh..andai saja amangboru dan namboruku tidak pulang lebih awal lebih baik aku ikut mereka pulang dan tidak akan seperti ini jadinya


Besok mereka akan pergi ke Hongkong dan Roi ia memilih tinggal di apartemennya, aku akan tinggal sendiri di rumah besar itu, yang ada hanya beberapa karyawan asisten rumah tangga, supir, dan tukang kebun.


Drtt..drtt..telepon genggam Silvi bergetar.


" Roi." Silvi tidak sadar mengucapkan nama yang tertera di ponselnya.

__ADS_1


" Hmm. Ada apa? " jawabku seadanya.


" Dimana kau ? "


" Aku di jalan mau pulang."


" Merepotkan saja, kenapa nga bilang dulu ? sudah langsung ke rumah, papih dan mamih nanyain kau."


Telepon sudah ditutup, tadinya Silvi berharap Roi meminta maaf kepadanya, tapi malah marah-marah nga jelas. Pria aneh, pariban aneh, pikir Silvi.


" Terima kasih pak. Silvi masuk dulu." ucap Silvi kepada sang supir ketika sudah tiba di depan bangunan mewah dan besar itu.


" Sama - sama non, memang sudah tugas saya." jawab Anton penuh hormat.


Silvi mengembangkan senyum di wajahnya dan kemudian meninggalkan Pak Anton supirnya.


Belum terlalu larut, tapi rumah besar Michel terlihat sepi, Silvi berjalan menapaki tangga menuju kamarnya, Arghh..ternyata Namboru dan amangboruku lagi di kamar sepertinya mereka lagi paking perlengkapan ke Hongkong.


Aku memilih masuk kamar saja


Kubuka mataku. Aww...hari sudah pagi, aku tak tahu ntah jam berapa aku terlelap di kasur empukku.


Tok..tokkk..


Aku berdiri dengan malas kulangkahkan kakiku membuka pintu kamarku.


kreek


" Namboru."


Wanita cantik yang berdiri dihadapanku tersenyum.


" Kau lelah sayang. Namboru akan berangkat sekarang. Jaga dirimu baik-baik. Ini pakailah selama kami tidak dirumah." ucap Nita dan menyerahkan satu buah kartu berwarna gold.

__ADS_1


" Tapi...kenapa kak Roi tidak mengantarkan namboru dan amangboru ke bandara ?"


" Tidak perlu. Kami naik jet pribadi Michell. Lagi pula Roi ada meeting penting hari ini. Sudahlah sekarang bersiaplah kerja. Kami akan berangkat." Nita merangkul Silvi dengan perasaan sayang, ia mengecup keningnya kemudian meninggalkan Silvi .


" Jaga dirimu sayang." Michell mengusap bahu Silvi dan kemudian menyusul istrinya Nita.


-‐---------------


Silvi sudah tiba di depan gedung tempat ia bekerja, Pak Anton selalu siap mengantarnya kemanapun.


" Terima kasih Pak Anton."


" Sama-sama non." Ucap Anton sambil membungkukkan sedikit badannya.


Silvi berjalan menuju ruangannya lantai 12 ya disitulah ia bekerja.


" Selamat pagi."


Silvi mendorong pintu dihadapannya


" Upsss...sorry. Aku mengganggu."


Silvi membalikkan tubuhnya dan langsung keluar ruangan


Argh..pemandangan apa ini ia melihat Roi dan Ester sedang berhadapan, Ester meletakkan kedua tangannya di leher Roi, apa mereka sedang cium...


Arghh...kenapa harus aku melihatnya guman Silvi dalam hati.


Silvi menunggu di luar ruang kerja Roi, ia tidak mau mengganggu sepasang kekasih yang tak tahu malu itu.


" Masuklah." suara Roi dari dalam ruangannya.


Silvi masuk, ia tidak sedikitpun menatap Roi dan Ester di hadapannya. Setelah duduk di kursinya Silvi membuka laptopnya, ia memeriksa beberapa email yang masuk.

__ADS_1


" Aku meeting sekarang lain kali jangan terlambat masuk untuk bekerja." setelah mengucapkan kalimat itu Roi meninggalkan Silvi dan perempuan genit itu tersenyum aneh padanya.Ya..Ester genit !


Bersambung


__ADS_2