Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Kemarahan Alina


__ADS_3

"Sayang, aku ingin ke toilet sebentar. Lihat wajahku sedikit berantakan karena barusan menangis." Alina melepas pelukkan Rey.


"Hmm. Aku menunggumu."Rey mengikuti pergerakkan Alina yang berjalan menuju toilet dengan pandangannya


Alina mendorong pintu toilet dan masuk ke dalam, ia ingin merapikan tampilannya di depan cermin, tetapi alangkah terkejutnya ia melihat wajah seseorang di balik hoodie yang menatapnya dengan tajam.


"Kau tidak akan pernah lepas dari ku. Urusan kita belum selesai." Pria itu meletakkan pistol di pinggang Alina.


"Jalan ! Jika kau berteriak peluru ini akan merobek tubuhmu." Pria itu mengapit lengan Alina sedang tangannya yang satu memegang pistol yang menempel di bagian pinggang Alina.


Hal itu dilakukannya agar pengunjung restoran tidak mencurigainya.


"Brengsek ! Aku sudah mengetahui semua masalahnya dan aku tahu ayahku tak bersalah. Dasar pecundang kau ! Beraninya dengan wanita."


"Tutup mulutmu! Sekali lagi kau berteriak kepadaku ku habisi nyawamu."


"Aku tidak takut !"


Pria yang bernama Arnold itu mendorong tubuh Alina hingga terjatuh di lantai.


"Maaf. Istriku kurang hati-hati." Arnold menarik tangan Alina bermaksud menghindari tatapan pengunjung restoran yang menyiratkan kecurigaan.


Alina jalan terseok-seok karena kakinya sakit ketika terjatuh tadi. Arnold tidak memberi ruang untuk Alina memberontak.


Arnold merasa lega ketika mereka tiba di tempat parkiran mobilnya, sedari tadi ia mengikuti Alina dan Rey sejak mereka keluar dari PEH. Hampir setiap hari Arnold mengawasi area tempat tinggal dan tempat pekerjaan Rey, terakhir ia mendapat kabar kalau Rey sedang pulang ke Medan karena sakit. Tanpa disengaja pagi tadi Arnold melihat Tomas asisten Rey berjalan berdua di sebuah restoran, hingga Arnold punya kesempatan untuk bertemu dengan Alina dan akan membawanya pergi.

__ADS_1


"Lepaskan wanita itu !" sebuah suara tepat di telinga Arnold ketika ia hendak masuk ke mobilnya.


"Siapa kau ?"


Pria yang berada di belakang Arnold mendorongnya hingga mepet ke mobil, ia meraba setiap sakunya, kemudian mengambil pistol dan peluru dari sana.


"Kau!"


"Ternyata ingatanmu masih bagus."


Arnold bermaksud untuk lari, ia mendorong Antonio dengan keras.


"Hahaha. Berlarilah sejauh kau mampu." Antonio terbahak-bahak melihat Arnold terbirit-birit.


Beberapa anak buah Antonio sudah menghadang Arnold dengan motor-motor besarnya.


Antonio berjalan menghampiri Arnold, mata garangnya menatap Arnold dengan penuh kemarahan.


"Kau mencoba lari dari ku. Praakk !"Antonio meninju perut Arnold.


Alina yang melihat kejadian tersebut ketakutan di dalam mobil, ia menutup matanya ketika Antonio memukuli Arnold dengan begitu keras.


Satu ketukan di pintu mengalihkan pandangan Alina.


"Tomas." lirihnya

__ADS_1


"Mari nona. Kami akan menyelesaikan masalah ini." Tomas membawa Alina menyusuri suatu tempat, masih di dalam restoran tersebut.


Tomas mengetuk pintu dan beberapa pengawal membukakan pintu.


"Nona tuan Rey menunggu anda di dalam."Alina terkejut.


Apa semua ini, apakah Rey sengaja menjadikannya umpan agar Arnold keluar dari persembunyiannya, dan sebenarnya Rey sudah mengetahui semua ini.


"Sayang."


"Prakk." Alina menampar pipi Rey dengan keras.


"Ti..ti..dak kusangka kau seperti ini. Teganya kau, Rey. Kau tidak tahu betapa takutnya aku berhadapan dengan si brengsek itu, dan kau duduk di sini." Alina berteriak marah ia menunjuk wajah Rey sambil memakinya.


"Cukup...cukup semua sandiwaramu, Rey."


Alina berlari ingin meninggalkan Rey dengan beberapa pengawal yang tunduk tidak berani berbuat apa-apa tanpa perintah dari Rey.


"Sayang, dengar dulu penjelasanku."


"Aku muak denganmu."


Seorang pengawal ingin memberhentikan Alina tetapi dengan cepat Rey mengangkat tangannya agar pengawal itu tidak menghalangi Alina.


Rey berlari mengejar Alina, ia merangkul dengan erat tubuh wanitanya itu dari belakang. Ia tidak peduli dengan teriakan dan penolakkan Alina. Rey berusaha membuat Alina tenang dulu kemudian ia akan menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2