Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Lho kok..??


__ADS_3

Kediaman Michell.


Silvi enggan bangkit dari tempat tidurnya, hatinya sedang tidak sehat, ntah kenapa ia merasa tidak punya siapa-siapa untuk berbagi cerita, semua orang menyayanginya tapi justru dalam keadaan seperti ini, dalam keadaan disakiti ia tidak bisa mengandalkan seorangpun untuk mendengarkan jeritan hatinya.


" Non Silvi....ñon..." suara ketukan di pintu memaksa Silvi bangun dari ranjangnya.


" Astaga non dari semalam non Silvi digedor-gedor nga ada jawaban, bibi sampai kwatir ada apa-apa dengan non Silvi."


" What ? Apa bi ? semalam ?" Silvi langsung melihat ponselnya, betul pukul 06.10 pagi.


Bagaimana mungkin aku tertidur sampai pagi ini, Silvi memukul keningnya sendiri.


" Namboru dimana bi ?" tanya Silvi sambil bergegas dari ranjangnya.


" Hari ini tuan besar pulang non, nyonya menjemputnya ke bandara."


Silvi cepat-cepat membereskan tempat tidurnya.


" Biar saja non, nanti non Silvi terlambat berangkat kerjanya." ucap asisten rumah tangga itu.


" hmmm. maaf bi, tolong bantu saya ya membersihkan kamar ini ." ucap Silvi kemudian berlari ke kamar mandi. Sebentar saja kedengaran suara shower menyala.


Tidak butuh waktu yang lama Silvi sudah siap dengan penampilannya yang segar dan cantik.

__ADS_1


" Non Silvi sarapan dulu atuh." bibi menyapa Silvi yang berjalan terburu buru.


" Terima kasih bi." Silvi meminum susu dan menyambar roti yang sudah disiapkan bibi.


" Non, pesan nyonya jangan pulang kesorean, hari ini kekuarga besar pada kumpul di hotel."


" Ya bi. Silvi tahu, nanti Silvi pulangnya cepat, hanya mengurus beberapa file kok, juga karyawan juga diundang semua, sudah tentu pada pulang cepat."


" Aku pergi ya bi, terima kasih sarapannya." Silvi melambaikan tangannya meninggalkan bibi.


Bersyukur jalanan nga macet, dua puluh menit Silvi tiba di kantor dengan selamat. Ia langsung memeriksa email yang masuk, tidak ada pesan yang terlalu penting, hanya email pemberitahuan rapat rapat kepala bagian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Kau berhutang penjelasan kepadaku, kita selesaikan setelah acara party papih dan mamih selesai." ucap Roi menatap Adnan dengan marah.


" Penjelasan apa maksudnya tuan." Adnan yang sedang menyetir membalas ucapan Roi.


" Kau masih bertanya ? pura pura tidak tahu." Roi mengalihkan tatapannya kepada Ester yang duduk disebelahnya.


" Kalau kalian berdua membuat masalah bagiku, aku tak segan-segan mencampakkan kalian dari perusahaanku."


Ester yang mendengar suara tuannya sedikit menghentak menjadi grogi alias salah tingkah.

__ADS_1


Roi masih menatap Kedua orang yang duduk bersamanya di mobil itu.


" Ada konsipirasi yang terselubung disini, tiba-tiba hpku tidak bisa difungsikan, dan..." Roi menjedah ucapannya dan mengembalikan tatapannya kepada Adnan.


Adnan kelihatan celingkukngan, dia tidak tahu harus omong apa sekarang, belum saatnya untuk menjelaskan masalah ini kepada Roi, biar nyonya besar yang menjelaskan nanti.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sudah siang Silvi bergegas pulang, beberapa karyawan juga siap-siap pulang, karena hari ini adalah hari khusus jadi kàryawan pulang lebih awal. Party wedding aniversary Tuan Michell dan Nyonya Nita.


Hari ini Keluarga Chan akan berkumpul karena ada acara khusus yakni mengenalkan Silvi sebagai calon istri Roi, pewaris tunggal semua perusahaan keluarga Michell Chan.


Sementara Roi, Adnan, dan Ester sudah di tiba di Hotel tempat party dilaksanakan. Nita sydah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Roi.


" Papih, mamih." Roi merangkul erat orang tuanya bergantian.


" sayang, kau siap-siap dulu." Nita membawakan pakaian putranya.


Adnan dan Ester yang masih berdiri di belakang Roi, mereka menanti perintah dari nyonya besar.


" Kalian juga siap-siaplah, kalian boleh pulang." icap Nita


" Baik nyonya." jawab Ester dan Adnan hampir bersamaan, mereka menundukkan kepalanya kepada Nita dan Michel sebagai penghormatan.Kemudian mereka berlalu dari hadapan tuan dan nyonya besar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2