Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
kau yang pertama


__ADS_3

Indah menatap Togar geram. Dasar laki- laki bodoh ! menyatakan cinta saja tak bisa sedikit manis, runtuk Indah dalam hati.


Sedari tadi Indah uring-uringan, Togar yang masih memeluk erat pinggangnya bisa merasakan ketidak nyamanan Indah.


" Hayu..kita minum dulu ! bukankah kau ingin minum?" Indah langsung meninggalkan Togar tanpa menjawab ucapannya.


Togar mengimbangi langkah Indah yang berjalan cepat meninggalkannya di belakang.


Tiba-tiba seseorang menyapanya dengan senang.


" Hai...tuan Togar ! Senang ketemu denganmu." wanita itu melambaikan tangannya dihadapan Togar.


" Kau datang kesini ?" tanya Togar dengan nada heran


" Tuan, aku juga dapat undangan, aku datang dengan kakakku Arnold." ucap wanita itu dengan rasa percaya diri.


Wanita itu adalah Mona. Wanita yang bekerja dibagian keuangan di perusahaan tampat Togar memimpin.


" Ya...selamat menikmati pestanya, saya mau ada perlu." Togar melanjutkan langkahnya meninggalkan Mona dan ingin menyusul Indah.


Hmmm. Mona hanya mendengus kesal melihat Togar meninggalkannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Silvi dan Roi masih berdiri menyambut rekan -rekan bisnis yang silih berganti datang. Mereka kelihatan dangat mesra. Semua keluarga Michell menyambut baik Silvi menjadi salah satu anggota keluarganya.


"Kak Silvi, Kak Roi." suara Indah mengalihkan pandangan Silvi dan Roi.


" Indah ! Sini !" Silvi berjalan mendapatkan adikknya, kemudian mereka berpelukkan.

__ADS_1


" Mana Togar ? " pertanyaan Roi kepada Indah sambil merangkulnya.


" Tadi bersama Jhon dan Lois." jawab Indah dengan nada sedikit kesal.


Tak lama kemudian Togar datang menyusul Indah.


" Tuan Roi." Roi menatap Togar didepannya.


" Kau meninggalkan Indah begitu saja. Kau tahu ia masih sangat asing dengan suasana seperti ini."


" hmm. Maafkan saya tuan, " Togar gugup dihadapan Roi.


" Kau jaga dia, aku nggak mau di terjerat rayuan Lois, kau tahu siapa dia kan ? meski dia sepupuku aku tidak mau dia mempermainkan Indah, kau paham Togar ? "


" Dengan senang hati tuan." jawab Togar cepat.


" Ayo, kita nikmati pestanya, Silvi dan Roi sekarang sibuk, kau bersamaku saja." Togar mendekati Indah, kemudian ia mengambil tangan Indah dan menarikknya menjauh dari Silvi dan Roi.


" Hei...kak Togar lepaskan ! kau menyakiti tanganku." teriak Indah


Togar membawa Indah keluar hotel, sekarang mereka duduk di sebuah taman tepat di belakang ruangan pesta.


" Hmmm. Jangam cemberut seperti itu ! " Togar mencubit pelan pipi Indah sambil tersenyum.


Indah masih memasang wajah marah, ia menepis tangan Togar yang berada di pipinya.


" Togar merangkul Indah, ia menarik sedikit tubuh Indah agar merapat dengannya.


" Kau tambah cantik seperti itu." Togar mendekatkan wajahnya kepada Indah.

__ADS_1


Indah jadi malu, wajahnya memerah, belum pernah Togar bicara seperti itu, selama ini Indah berhadapan dengan pria yang cuek, dingin dan tak berperasaan, selalu mengeluarkan kata-kata pedas.


" Indah...apakah kau mau kita pacaran ?"


Hallo...pertanyaan apa itu, aku rasa untuk orang yang sudah seumuran dia tidak seharusnya menanyakan hal itu padaku, dia harusnya memintaku jadi pacarnya.


" Indah.."


" Hmmm "


" kau melamun ? jawab pertayaanku ? kau mau kita pacaran ? "


" Aku nggak tahu." ucap Indah ketus.


" Baiklah ! Dengarkan aku sebentar ! Aku bukan siapa- siapa, kau tahu keberadaanku di keluarga tuan Michel hanya sebuah kebetulan dan keberuntungan dari Tuhan, aku yatim piatu, dulu tuan Leo mengambilku dari jalanan. Aku tak punya keluarga. Kalau pada saat ini aku bertanya padamu apakah kau mau kita pacaran, itu karena derajatmu sebagai kekuarga Sinaga tidak sebanding denganku, dan perlu kau ketahui ini kali pertama aku menyukai seorang wanita, dan wanita itu adalah kau, kau pertama di hatiku." Togar menatap Indah, mata mereka beradu untuk sekian detik.


" Sekarang kau mengerti mengapa aku bertanya padamu, jawab ! Kau mau..." Indah meletakkan jari telunjukknya di bibir Togad memberhentikan ucapannya.


Togar sedikit terkejut melihat respon Indah, ia melihat jari yang nenempel di bibirnya kemudian ia beralih menatap Indah.


" Kapan-kapan kau tanya saja lagi, setelah kau belajar menjadi pria yang tidak kaku seperti ini, tak ada romantisnya." ucap Indah menjeda perkataan Togar.


Togar mengambil jari Indah yang masih menempel di bibirnya, di genggamnya tangan Indah.


" Kau yang pertama bagiku, aku akan belajar seperti yang kau mau." Togar mengecup jemari lentik Indah


Indah menundukkan kepalanya sambil tersenyum malu๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2