Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Diam


__ADS_3

Bagi Roi, meta atau mona kedua -duanya tidak punya tempat di hatinya, wanita wanita itu yang menaruh hati padanya, bukan hanya keduanya sebenarnya masih banyak nama lain yang pernah ingin memiliki Roi, tapi tak satupun yang dicocok dihatinya, itulah sebabnya Nita yang nota bene mamihnya turun tangan mengenalkan beberapa putri teman -temannya.


" Kau masih marah ? Roi bertanya kepada Silvi


" Hmm. Sedikit." Silvi menjawab pertanyaan Roi dengan nada sedikit kesal.


" Karena ?"


" Aku nga suka kau bertemu dengan perempuan ntah itu teman , klien atau apalah namanya, berduaan lagi." ucap Silvi mengeluarkan uneg-unegnya


Roi tersenyum menatap wajah cemberut Silvi.


" Kau cemburu ?" suara Roi kedengaran seperti mengejek di telinga Silvi.


" Mana ada aku cemburu, kalau kau mau..."


Roi menarik Silvi kepelukannya, Ia mengacak -acak poni lurus di atas keningnya.


" Roi..kau lagi nyetir, hati -hati.." Silvi panik melihat Roi yang menyetir dengan satu tangannya. Argh..hampir saja jantungnya copot melihat abang tukang becak yang hampir disenggol oleh Roi.


Akhirnya Roi melepaskan pelukannya dan sekarang ia fokus ke jalan raya yang memang sedikit ramai.


Roi menarik nafas lega, ketika mobilnya terparkir rapi di depan rumah Morin.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini Indah disibukkan dengan aksi sosial yang diselenggarakan pihak kampus, Indah salah satu pengurus dalam acara kegiatan itu.


Togar sudah menghubunginya beberapa kali, tapi karena kesibukkannya Indah sama sekali tidak mendengar nada panggil di ponselnya.


" Arghh..kenapa teleponnya tidak diangkat ?" kesal dan cemas jelas terlihat di wajah Togar.


Indah dan Togar sudah berjanji untuk makan siang bersama apa aku jemput saja ia ke kampus.


batin Togar.


Tok...tok...


Rima mendorong pintu dan kemudian masuk setelah di persilahkan Togar.


" Oh..gosh, aku hampir saja lupa " Gerutu Togar.


Ia membereskan beberapa berkas yang akan dibawanya, kemudian ia dan Rima menuju ruang meeting.


Gara -gara memikirkan Indah, Togar juga kelihatan tak konsentrasi dalam meeting, ia berkali - kali menatap ponselnya, berharap Indah menelepon atan hanya sekedar mengirim chat.


Rima yang sedari tadi memperhatikan Togar sedikit bingung dengan tingkah boss nya itu.

__ADS_1


Untung saja Rima bisa menghandle meeting kali ini, karena memang ia sudah banyak pengalaman di area kerjanya, bahkan ia lama ditinggal tuan Michell untuk mengurus PT Dosroha, yang kemudian Roi memberikan kepercayaan kepada Togar menjadi pemimpin perusahaan itu.


" Ada apa denganmu ? kau sedang tidak sehat ? aku lihat dari tadi kau gelisah." ucap Rima setelah mereka keluar dari ruang meeting.


" Seperti katamu, aku sedang kurang sehat." jawab Togar sambil berjalan beriringan dengan Rima.


" Istrahat saja dulu. Nanti kita bicarakan hasil meeting tadi."


Rima berjalan meninggalkan Togar.


Dengan terburu -buru Togar mengambil kunci mobilnya, kemudian dia pergi meninggalkan perusahaan, hatinya sedikit geram sudah hampir satu jam Indah belum juga mengabarinya.


Begitulah Togar sepertinya ia sudah terikat dengan rasa cinta di hatinya, bila Indah lupa atau tidak menghubunginya, ia mendadak gelisah dan putus asa.


Togar sudah tiba di depan kampus Indah, ia berjalan sambil melihat ke kanan dan ke kiri, ia mencari sosok yang diirindukannya.


" Anda mengenal Indah ?" Ia bertanya kepada seorang cewek yang baru saja keluar dari satu ruangan.


" Oo..masih di dalam, coba lihat saja tuan." tidak menunggu lama, Togar langsung masuk ke dalam ruangan yang di depannya.


" Apa kau melupakan janji kita ?" Togar berbisik ditelinga Indah


" Kau...sayang, kau membuatku terkejut ?" Indah menatap wajah Togar yang begitu dekat dengannya.

__ADS_1


Lama mereka saling tatap, dan akhirnya Indah tahu kalau Togar sedang marah.


Bersambung


__ADS_2