Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
patah hati 2


__ADS_3

" Bram "


" Indah"


Pertemuan Bram dan Indah yang tidak sengaja membuat kedua-duanya terkejut.


Bram masa lalu Indah, sudah sejak lama Indah menaruh hati padanya, tapi sangat disayangkan Bram tidak sedikitpun menujukkan perasaan kepada Indah.


" Kau ada disini ?" masih dengan rasa terkejutnya.


" Maafkan aku, sikapku kasar padamu." Bram membantu Indah berdiri.


Ada perasaan aneh dihati Indah, ntah mengapa ia selalu gugup bila berhadapan dengan Bram.


" Apa kau baik-baik saja ?" tanya Bram sambil memperhatikan tubuh Indah.


" Aku baik -baik saja, maaf aku yang tidak hati-hati." Indah merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.


" Ayo, kita duduk dulu disana." Bram menarik tangan Indah.


Mereka sedang duduk berdua, Bram baru saja mengambilkan segelas juice untuk Indah.


" Minumlah." Indah menerima gelas yang berisi juice yang diberikan Bram.


" Apa kau bekerja di bank Restu, atau ..."


" Tidak, aku ada disini tidak disengaja." jawab Indah masih menunduk malu.


Bram memperhatikan wajah Indah arghh...dia masih saja seperti dulu, malu -malu dan ngegemesin batin Bram.


" Kau..."

__ADS_1


" Aku pemilik hotel Restu, tadi siang aku baru saja tiba di Indonesia." potong Bram, karena ia tahu Indah pasti menanyakan keberadaannya di tempat itu.


Indah hanya menganggukan kepalanya.


" Tak kusangka kita bertemu lagi, hmm...ngomong-ngomong kau tambah cantik saja."


" Terima kasih, maaf aku mau ke toilet dulu." Indah tampak malu dan salah tingkah, apalagi Bram terang-terangan memujinya.


Baru saja Indah bangikt dari duduknya, ntah karena gugup juice yang dipegang Indah jatuh ke lantai sehingga menimbulkan bunyi yang mengundang perhatian yang lain.


Bram memegang tangan Indah.


" Tidak apa-apa." dengan memberikan kode kepada pengawalnya, Bram meminta mereka membereskan pecahan kaca yang berserakan.


" Kau kelihatan gugup Indah, santai saja, nikmati pesta malam ini." ucap Bram tersenyum.


" Ada apa pak Bram ?" Shinta sang manager terlihat buru -buru menghampiri Bram.


" No problem, lanjutkan acaranya." jawab Bram dengan tegas.


Di kejauhan Togar melihat kekacauan yang baru saja terjadi tadi.


samar- samar ia melihat sosok seseorang yang akrab di matanya.


" Bukankah itu Indah ?" Togar semakin menajamkan penglihatannya.


Sementara itu Bram membawa Indah ke tempat duduk yang sudah disiapkan untuknya, Ia ingin menenangkan Indah.


" Tenangkan dirimu, aku akan bersamamu disini." ucap Bram.


Togar berjalan dengan cepat, Ia tak mungkin salah melihat, hatinya berkata bahwa Indah ada di sana.

__ADS_1


" Indah !" suara itu sontak mengejutkan Indah


" Hmm..To...gar." Indah melihat raut wajah Togar dengan takut.


" Kalian saling kenal, maaf kenalkan aku Bramantyo Prakoso, Aku pemilik hotel Restu, senang bertemu denganmu tuan."


Togar tidak memperhatikan Bram yang mengulurkan tangannya kepada Togar untuk berkenalan.


Tatapan marah Togar masih tertuju kepada Indah yang sedang duduk dan menundukkan kepalanya.


Bram mengikuti pandangan Togar dengan bertanya -tanya, sepertinya Ia sangat marah melihat keberadaan Indah.


" Maaf.." Bram berusaha mendinginkan suasana.


Togar berjalan menghampiri Indah dan menarik tangannya meninggalkan tempat duduknya.


" Hei...bisakah kau tidak kasar kepada cewek ?" Bram berusaha menghalangi Togar.


Togar mendorong keras tubuh Bram yang menghalangi jalannya.


" Tolong jangan seperti ini, dengar dulu penjelasanku." ucap Indah sambil meringis.


Togar berhenti kemudian melepaskan tangan Indah


" Apa yang ingin kau jelaskan, katakanlah sekarang !" teriak Togar di hadapan Indah


Indah tertunduk, ia tidak tahu harus memulai dari mana untuk menjelaskan semuanya kepada Togar


Togar diam dan ada rasa marah dan kecewa melihat kediaman Indah


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2