
Sejak pulang dari Medan, hubungan Togar dan Indah semakin dekat, tapi justru mereka banyak saling menyapa melalui chating. Togar disibukkan dengan masalah-masalah di perusahaan sedangkan Indah sibuk dengan kuliahnya.
Pertemuan mereka hampir tidak pernah. Hari ini Togar berencana mengajak Indah keluar bersama untuk menikmati indahnya kota Medan.
" Apakah begitu sibuk ?" ucap Togar setelah panggilannya di jawab
" Hmmm. sedikit, tugas-tugas kuliah membuatku kerepotan." balas Indah diujung ponsel
" A..aku ingin mengajakmu keluar malam ini, sekedar jalan bersama, kau ada waktu ?" Togar berharap Indah mengabulkan permintaannya.
" Baiklah, kutunggu pukul 8."
" Baik. terima kasih, aku lanjutkan dulu pekerjaanku, see you..bye...."
Begitulah Togar dia tidak pernah bisa menyusun kata - kata yang manis bahkan untuk seorang yang dicintainya, sikap kakunya masih saja mengungkungnya.
Sementara Indah yang mendapat telepon dari Togar sangat senang, menurut Indah ada perubahan sikap Togar, tidak seperti dulu lagi, setidaknya Togar sudah terbiasa menyapanya walaupun dengan kata -kata yang sedikit baku dan kaku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah kepulangan Glen dan Mariska, Jhon dan Lois berencana tinggal satu hari lagi di Jakarta, mereka ingin mengajak Roi menikmati masa-masa libur mereka.
" Apa kau ingin kita ke club ?" tanya Lois kepada Jhon.
__ADS_1
" Aku tidak terbiasa dengan tempat itu, aku tidak menyukainya." jawab Jhon sambil tiduran di sofa.
" Kita akan pergi dengan Roi." Lois mengambil telepon genggamnya, ia bermaksud akan menghubungi Roi.
" Aku di sini saja, kau pergi saja dengan Roi." ucap Jhon asal.
Lois memandang sepupunya itu dengan kecewa, Jhon memang sedikit tertutup orangnya, tidak banyak bergaul dan tidak suka hal- hal yang dapat membuatnya pusing. Pacar? argh...nga pernah mikirin cewek, buat Jhon itu masalah rumit, dari pada menghabiskan waktunya dengan wanita Jhon lebih memilih bermain game seharian.
Lois mengambil ponselnya, ia akan menelepon Roi, tapi hatinya ragu , Roi tidak pernah mau pergi ke tempat seperti itu, Roi orangnya dewasa dan dia selalu penuh pertimbangan.
Beberapa kali menghubungi ponsel Roi tidak ada diangkat, seharusnya tadi di bandara Lois mengutarakan niatnya itu, tapi Lois dan Jhon memilih pulang duluan untuk membereskan file dan barang barang mereka karena lusa mereka harus sudah kembali ke tempat asalnya.
" Bagaimana ?" Jhon melihat wajah Lois kesal
" Tidak diangkat." Lois melemparkan ponselnya ke kasur.
\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu Togar baru saja mau menjemput Indah di rumahnya.
" Ke mana om dan tante ?" tanya Togar ketika pintu dibukakan Indah.
" Papa lagi diruang kerjanya, mama ada di kamarnya, kenapa ?" tanya Indah asal
__ADS_1
Jletekk...Togar menjentik kening Indah
" Argh...sakit." teriak Indah
" Kau pikir aku maling membawamu begitu saja tanpa ijin. Ayo kita temui mereka." ucap Togar.
Indah berjalan meninggalkan Togar, ia ingin memberitahu mamanya Togar ingin pamit, padahal tadi Indah sudah ijin ke papa dan mamanya.
" Hei...kalian belum pergi ?" Uli keluar dari kamarnya ia melihat Indah betjalan kearahnya dan bibirnya manyun
" Tuh..." Indah mencibir sambil memandang Togar yang sudah berdiri di belakangnya.
" Maaf tante saya hanya jngin pamit, kami akan keluar sebentar." ucap Togar kepada Uli
" Indah sudah memberitahu kami, pergilah ! Togar jaga Indah dengan baik jangat buat di cemberut seperti itu." ucap Uli menggoda Indah
" Hmm.." Togar melihat sepintas ke wajah Indah, tanpa sengaja Indah juga sedang menatapnya.
Argh...cowok kaku guman Indah dalam hatinya.
" Hmmm. sekarang kalian berangkatlah, keburu malam lho. " menetralisir keadaan.
" Baik tante, kami pergi dulu."
__ADS_1
" Hati -hati." Uli tersenyum melihat tingkah Togar dan Indah, yang satu dingin dan kaku, yang satu lagi manja dan kekanak-kanakan.
Bersambung