Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Arianto


__ADS_3

Arianto Pardede , seorang pengusaha sukses, mempunyai istri yang cakep dalam mengembangkan usaha keluarganya, ia adalah Riana.


Arianto dan Riana terlahir dari keluarga yang menggeluti bisnis di dunia hiburan. Tempat wisata, restoran, dan beberapa club malam.


Arianto dan Riana dikaruniai seorang putri diusia pernikahan yang ke sepuluh tahun, terbilang lama dipercayakan Tuhan ahli waris, membuat mereka sangat menyayangi putri semata wayangnya itu.


Putri Rameta, terlahir dari keluarga yang berkecukupan membuatnya bersikap sombong, sikapnya sangat bertolak belakang dengan kedua orangtuanya yang bersahaja.


Riana adalah wanita yang terbuka untuk berteman dengan orang dari kalangan manapun, ia begitu rendah hati, suka menolong dan tak pernah membedakan status sosial seseorang.


Riana dan Nita berteman baik, Nita pernah ingin menjodohkan Roi dengan putri Riana, Meta. Waktu itu Meta masih berada di luar negeri untuk melanjutkan studinya, Nita banyak menceritakan tentang Roi kepada Meta melalui surat-surat yang ia kirimkan, tidak lupa ia menyelipkan foto Roi dalam sebuah suratnya , harapan Nita nantinya Meta akan tertarik dan mau dijodohkan dengan Roi.


Tapi diluar dugaan Nita, respon Meta atas rencana Riana dan Nita sangat berbeda, Meta menolak untuk dijodohkan dengan alasan belum saling mengenal dan ingin menentukan pilihannya sendiri, dengan besar hati Nita menerima keputusan Meta, meskipun rencana perjodohan gagal, Nita dan Riana tetap menjalin hubungan baik satu dengan yang lain.

__ADS_1


Setelah beberapa tahun kemudian, Meta mengetahui siapa Roi sebenarnya, ia memutuskan untuk mengadakan pendekatan, Meta berusaha mencari informasi dari Togar yang pada waktu itu asisten Michel di Jakarta, Roi masih berada di luar negeri menyelesaikan studinya, sehingga keinginan Meta ingin bertemu dengab Roi secara langsung tidak terpenuhi.


Setelah menyelesaikan studinya di luar negeri Meta di percayakan orangtuanya memimpin satu usaha orangtuanya yaitu bekerja menjadi pimpinan di satu Bank Swasta yang sangat berkembang.


" Berikan aku minuman lagi." ucap Meta kepada batender yang sedari tadi mengawasinya.


" Tidak nona, anda sudah minum terlalu banyak, sebaiknya anda berhenti minum dan segera pulang." jawab pria itu sambil menjauhkan beberapa botol minuman dari hadapan Meta.


" Sekali tidak tetap tidak " Pria itu tetap pada pendiriannya, ia mengacuhkan Meta yang sedang marah.


Begitulah kebiasaan Meta, berada di club untuk bersenang-senang, melepas penat, juga melampiaskan kekesalannya terhadap penolakan Roi atas dirinya.


" Meta, ayo kita bergabung dengan yang lain." Bella temannya mengajak Meta untuk bergabung dengan teman-temannya yang sedang bergoyang ria mengikuti musik yang cepat dan kencang.

__ADS_1


" Argh...kau saja duluan." ucapnya malas, hatinya kesal karena batender tadi tidak memberinya minuman.


Sepeninggal Bella, Meta duduk sendiri dan melihat teman-temannya yang sedang bergoyang diiringi musik disco dari sang DJ. Hingga matanya tak sengaja melihat seorang pria duduk menyendiri dengan minum-minuman di hadapannya, entah mengapa ia ingin menemani pria tersebut, setidaknya ia mau berbagi minuman pikir Meta.


Ia menghampiri pria tersebut." Biar saya saja tuan." Ucapnya layaknya seorang pelayan bar ketika pria itu ingin menumpahkan kembali wine ke gelasnya.


" Darling. Kau sudah datang sayang. Aku merindukanmu. Mari kita habiskan malam ini dengan bersenang -senang !" ucap pria itu yang mengira bahwa wania yang dihadapannya itu adalah kekasihnya.


Malam itu tanpa rencana yang matang ia menerima saja tawaran pria yang sedang mabuk itu, mereka menempati satu kamar untuk melampiaskan rasa kesal, kecewa, dan marah dihati masing-masing.


Ya...kejadian itu sudah berlalu, akankah Meta menemukan pria yang telah merenggut masa depannya ?


bersambung

__ADS_1


__ADS_2