
Radit dan Alina lama bekerja dengan keluarga Michel Chan. Radit memilih Samosir tempat tinggal mereka karena beberapa kali Radit sudah pernah mengunjungi tempat itu. Orang tua Nita istri Michel tinggal menetap di salah satu desa di pulau Samosir.
Radit memilih tempat itu bukan tanpa alasan selain nyaman dan suasana yang tenang rasa persaudaraan begitu kental di sana, berbeda sekali dengan suasana di kota yang nyaris sesama tetangga juga ada yang tidak saling kenal.
Alina memulai pekerjaan sebagai tenaga guru di salah satu SMA swasta di desa itu, ia terbilang cepat memperoleh pekerjaan, yayasan menerimanya karena latar belakang pendidikannya memang diatas rata-rata.
Setelah selesai mengajar Alina membantu Radit, ayahnya di ladang. Tidak masalah bagi mereka memulai kembali usahanya dari nol. Sekarang yang mereka butuhkan jauh dari orang-orang yang ingin mencelakai ia dan Alina.
"Kami menerima anda sebagai tenaga pengajar di sekolah ini, masa uji coba tiga bulan setelah selesai masa uji coba kami akan pertimbangkan kembali apakah anda bisa melanjutkan untuk berkarya disini." Kepala sekolah menjelaskan panjang lebar kepada Alina.
"Terima kasih, Bu. Saya mengerti dengan semua penjelasann ibu, mudah-mudahan saya bisa terus lanjut mengajar disini." Alina dan kepala sekolah saling berjabat tangan. Deal Alina mulai mengajar besok hari.
Di hari penerimaannya sebagai tenaga guru di sekolah itu membuat Alina begitu senang, ia masih diberi kesempatan untuk bekerja soal gaji ia tidak pernah terlalu memikirkannya, ia yakin seseorang dibayar sesuai dengan keahlihan yang dimilikinya.
__ADS_1
***
Kebiasaan lama Rey terulang kembali, bila sedang berhadapan dengan masalah yang tidak bisa diatasinya, ia akan melampiaskannya kepada minum-minum bersama temannya di club malam.
Tomas selalu siap berada disamping tuannya itu, perintah untuk mengawasi Rey langsung turun dari bibir mulut Morin. Tomas masih menyembunyikan cerita tentang Alina kepada tuan besarnya itu. Kali ini Tomas dipihak Rey dengan serapi mungkin Tomas menyembunyikan hubungan Rey dan Alina yang sudah terlanjur melakukan hubungan intim.
"Tuan, ini sudah malam. Mari kita pulang." Tomas melihat Rey sudah menghabiskan dua botol minuman. Rey kecewa karena Alina tidak pernah mencintainya, kepergiannya meninggalkan dirinya sudah menjadi jawaban yang jelas bagi Rey.
"Bantu aku mengangkat dia." Jean langsung mengangkat tubuh Rey. Tomas mengangguk mengiyakan perintah Jean.
"Biarkan aku mengantarnya!" ucap Jean kepada Tomas.
"Tidak. Kita berdua mengantarnya. Keselamatan tuan Rey sudah menjadi tanggung jawab saya.
__ADS_1
" Terserah kau saja. Tunjukkan dimana mobil kalian diparkirkan !" tubuh Rey yang berat membuat Jean kewalahan berjalan.
Tomas dan Jean menghempaskan tubuh Rey di jok belakang.
"Argh. Tubuhmu berat sekali, Rey." Jean menggerutu di depan wajah Rey .Tomas yang duduk di belakang setir tersenyum. Ia tahu Jean punya rasa kepada Rey, dokter cantik itu tidak menyerah begitu saja atas penolakkan Rey yang menganggap Jean hanya sebatas sahabat.
"Sampai kapan kau melamun disana." suara Jean dari arah belakangnya membuat Tomas tersadar dari monolog tunggalnya.
" Hmm. Baiklah. Kita berangkat !"Tomas mulai melajukan mobilnya di jalan raya.
Sementara Bima yang berada di club malam yang lain, kondisinya sama seperti Rey. Bima sudah mabuk. Mars berencana menjebaknya. Dengan cara apa? Tentunya bukan rencana yang baik.
Bersambung
__ADS_1