Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Wisuda


__ADS_3

Pagi-pagi Silvi sudah sibuk di kamarnya, Indah dan satu orang penata rias ikut menyempurnakan penampilannya hari ini. Wisuda akan dimulai pukul 09.00, sudah pukul tujuh lebih untungnya make up sudah selesai, tinggal memakaikan kebaya dan samping yang akan dipakai.


Roi sudah siap dengan kemeja kotak-kotaknya dipadu dengan celana katun berwarna gelap membuat penampilannya tampak sangat berwibawa.


Morin dan Uli sudah keluar dari kamar mereka pertanda mereka siap untuk berangkat.


" Roi..apa Silvi sudah selesai ?" Uli bertanya kepada Roi yang sedang duduk di sofa.


" Kelihatannya belum nan..."


" Aku siap !" suara Silvi.


Roi langsung memutar kepalanya dan ia melihat Silvi sangat cantik di balut dengan kebaya dan samping yang senada.


Roi tersenyum, ia jalan mendekat ke Silvi, Ia melihat Silvi agak susah berjalan.


" Toganya di pakai sekarang atau nanti saja ?" tanya Uli.


" Nanti aja ma." jawab Silvi tersenyum menyambut tangan Roi


" Nah...Roi ayo kita berangkat ! " Morin mengajak untuk berangkat.


Roi masih mengenggam jemari paribannya itu, kau cantik sekali sayang. bisik Roi ditelinga Silvi.


" Abang.."


Roi terkejut, ini kali pertama Silvi memanggilnya seperti itu.


" Masuk, " Roi menuntun Silvi masuk ke mobilnya.

__ADS_1


Morin dan Uli sudah berangkat terlebih dahulu.


Roi mengitari mobinya dan kini ia sudah duduk di belakang setir. Tidak berapa lama ia membawa mobilnya pergi menuju kampus dimana Silvi akan diwisuda.


Jalanan tidak terlalu macet, dalam waktu tiga puluh menit mereka sudah tiba di kampus.


" Abang..aku susah turunnya, tolongi Silvi ya." ucap Silvi yang kesusahan keluar dari tempat duduknya.


Dengan senang hati Roi memangkunya agar busa keluar dari tempat duduknya.


" Makasih abang.."


" Itu saja..." Roi bertanya dengan smirk di bibirnya.


" Jangan buat malu, disini banyak ora..."


Belum selesai Silvi dengan kalimatnya, Roi sudah mengecup bibirnya.


Silvi tertunduk malu.


Roi tersenyum melihat tingkah paribannya itu lucu sekali dan sangat cantik gumannya dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Togar dan Indah yang datang menyusul ke acara wisuda kakaknya terlihat tergesa-gesa, acara sudah dimulai sayangnya mereka tidak bisa masuk ke dalam gedung dimana acara berlangsung, karena undangan yang busa masuk hanya 3 orang saja, yang lain dapat menyaksikan dilayar televisi yang ditempatkan di luar ruangan.


" Kita duduk disini saja." Togar menggapai tangan Indah dan membawanya duduk di kursi yang masih kosong.


" Hmm." Indah mengikuti Togar untuk duduk di kursi yang tersedia.

__ADS_1


Mereka mengikuti acara demi acara sampai pada prosesi wisuda selesai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di tempat lain Edi juga ikut dalam acara wisuda tersebut, ia mengantar adiknya yang akan diwisuda.


Acara wisuda sudah usai, ruangan dipenuhi dengan aksi mahasiswa berfoto, begitu juga dengan pihak keluarga yang ikut bergabung meramekan acara foto-foto.


" Silvi "


" Edi "


Tanpa disengaja Silvi dan Edi bertemu diantara orang banyak yang ada di ruangan itu.


Edi menatap Silvi


" Selamat atas wisudamu." Edi mendekat jngin merangkul Silvi


" Stop Edi." Silvi bergerak mundur menjaga jarak dengan Edi.


" Kenapa ?" Edi menatap heran


" Maaf, sebaiknya kita tidak saling bertemu lagi, aku .." Silvi terlihat gugup. Sebenarnya bukan ia tak berani tetapi ia tidak sampai hati menyakiti perasaan Edi, hampir tiga tahun mereka pacaran dan Edi selalu berbuat baik padanya.


" Tidak apa, aku sudah tahu, kau sudah bertunangan dengan Roi. Maafkan aku tidak dapat menjaga cinta kita, dan ..."


" Hmmm." suara deheman seseorang menghentikan ucapan Edi.


Bersambung

__ADS_1


####Author minta maaf lama baru up lagi, soalnya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


salam sehat semua dan.....kasih like dan votenya dong๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


__ADS_2