Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
permohonan Indah


__ADS_3

"Aku memohon tinggallah disini ! Papa akan mempekerjakanmu di perkebunan." Indah memohon kepada Alina setelah sebelumnya mendengar penjelasan dari asisten Rey yaitu Tomas bahwa hubungan Alina dan Bima sudah berakhir.


Indah dan Togar menatap Alina penuh harap agar bersedia tinggal di kediaman Morin, bukan tanpa alasan mereka memohon kepada Alina sejak kejadian Rey menjadi pecandu minuman keras, Indah dan Togar sudah mendapat kabar dari Silvi dan Roi bahwa penyebab adik bungsunya seperti itu karena Alina meninggalkannya.


"Maafkan aku. Aku sudah tidak punya kepentingan disini. Mengenai Rey biarkan Jean yang mengurusnya. Dia seorang dokter, dia lebih berkompeten." jawab Alina dengan menundukkan wajahnya.


"Tubuhnya mungkin sehat, hatinya yang sedang terluka." Togar menjawab Alina


"Mengapa kau tidak mau menerima Rey ? Kau juga mencitai Rey bukan ?" Indah menggeser duduknya hingga mendekat dengan Alina. Disentuhnya dengan lembut bahu Alina, ia menatap Alina yang masih tertunduk.


"Alina. Jangan seperti ini. Rey sangat mencintaimu, dia menghancurkan hidupnya karena kau meninggalkannya. Sekali lagi Aku memohon! Jangan tinggalkan Rey." sambil mengelus-elus punggung Alina dengan lembut Indah meminta agar Alina tetap berada di rumahnya.


Togar menarik nafas berat ia teringat akan semua penyebab Alina meninggalkan pekerjaannya di kota Jakarta juga memutuskan meninggalkan Rey semua karena ulah si pengacau Arnold.


"Aku sudah mengurus Arnold. Aku pastikan ia tidak akan bertemu dan tidak akan mengganggu kalian lagi." ucap Togar menguatkan pernyataan istrinya.


" Tuan..."


" Jangan panggil aku tuan. Aku dan istriku sudah menganggapmu saudara kami. Panggil saja kakak." Togar menyela ucapan Alina.

__ADS_1


"Terus....katakan keputusanmu."


"Baiklah ! Aku akan tinggal dan bekerja disini. Tapi satu permintaanku jangan beritahu Rey kalau a..a..aku."


" Kenapa Alina ?" Indah dan Togar saling menatap penasaran apa yang akan diucapkan Alina.


"Aku tidak mau mengganggu hubungannya dengan Jean meskipun aku mencintainya." ucap Alina malu-malu.


Indah dan Togar tersenyum melihat tingkah Alina yang begitu polos, mereka sangat bahagia mendengar ucapan Alina.


"Hanya kau yang dicintainya. Kau tahu setiap dia mabuk karena minuman itu, Rey selalu memanggil namamu." Indah berbisik di telinga Alina.


Wajah Alina merona mendengar ucapan Indah sesungguhnya ia tersanjung mendengar kalau Rey sangat mencintainya.


***


Rey memandang heran Alina yang masih berjalan mondar-mandir dihadapannya. Alina sedang membersihkan kamar Rey. Merapikan baju-bajunya kemudian membereskan beberapa file yang diletakkan sembarangan oleh Rey.


"Kau masih di sini ?" Alina hanya diam dan terus melakukan pekerjaannya ia menatap Rey sekilas kemudian ia melanjutkan pekerjaannya kembali.

__ADS_1


" Aku akan bekerja di sini, jadi aku harus memastikan ruangan ini bersih."


"Apa ? Maksudmu, kau tidak jadi pergi ?"


"Hmm. Tuan Togar menawariku gaji yang fantastis. Untuk apa aku bersusah payah kerja di luar sana kalau toh aku bisa mendapatkan uang lebih banyak disini."


Sudut bibir Rey terangkat ke atas, ada rasa senang di hatinya mendengar ucapan Alina.


"Aku akan memberimu semua milikku."dengan tidak sabar Rey mendekap Alina dari belakang, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


"Katakan berapa yang kau mau. Bukankah dulu juga aku memberimu kartu goldku, tapi kau mengembalikannya. Sekarang kau bicara gaji dihadapanku. Katakan berapa yang kau mau aku pasti akan memberikan." Rey berbisik di telinga Alina sambil meletakkan dagunya di curuk leher wanita yang dicintainya itu.


"Rey !"


Rey membalikkan tubuh Alina dan kini mereka saling berhadapan, dirangkulnya pinggang Alina, ditatapnya wajah Alina, masih seperti yang dulu wajah itu cantik tanpa tersentuh make up. Rey mengangkat dagu Alina dengan jarinya. Mata mereka saling menatap dan seperti ada magnet yang menarik kedua bibir mereka hingga saling terpaut. Dengan lembut Rey mencium bibir Alina.


Alina mendorong tubuh Rey agar menjauh darinya.


"Jangan lakukan itu lagi. Bukankah kau sudah memiliki kekasih, Jean." Alina mengusap bibirnya dan menjauh dari Rey.

__ADS_1


Rey tersenyum melihat Alina yang buru-buru menjauh darinya.


Bersambung


__ADS_2