
" Periksa mobil Roi, pastikan tidak ada rekayasa dari kecelakaan ini." ucap Minchel kepada para pengawal yang berdiri dengan tegap dihadapannya.
Setelah terjadi kecelakaan pihak keamanan mencari identitas korban, mereka menemukan kartu KTP, pihak keamanan mengetahui bahwa Roi adalah anak seorang pengusaha besar. Mereka langsung memberi kabar kepada pihak keluarga.
Dengan langkah seribu Michel meninggalkan segala pekerjaannya di Kuala Lumpur. Dengan jet pribadinya Michel langsung bertolak ke Jakarta.
" Sayang jangan menangis lagi, tidak akan terjadi apa-apa, Roi dalam penanganan dokter yang terbaik." Michel mengusap punggung Nita menenangkan istrinya itu, entah sudah berapa lama ia menangis di pelukkan suaminya.
Lagi-lagi Nita tak dapat membendung air matanya, ia menggeratkan pelukkannya dengan sang suami.
" Kau harus kuat, Silvi juga dalam kondisi kurang sehat saai ini, jangan sampai ia mengalami stress itu akan berpengaruh kepada kandungannya." ucap Michel ditelinga istrinya yang masih terus menangis.
" Kita harus menghibur Silvi, aku pastikan Roi akan selamat, semuanya akan baik-baik saja." lanjut Michel menguatkan hati istrinya.
__ADS_1
Setelah mendengar berita kecelakaan Roi, Michel langsung mengarahkan semua pengawalnya untuk memeriksa penyebab kecelakaan, mobil yang dikendarain Roi langsung mendapat pemeriksaan intensif baik dari pihak kepolisian begitu juga dari para pengawal Michel. CCTV di jalan raya pun diperiksa dengan teliti.
Michel langsung memberi kabar kepada istrinya, yang saat itu menemani Silvi di rumah, demi mendengar kecelakaan putranya Nita sangat terpukul, ia meninggalkan Silvi di rumah dengan pengawasan asisten rumah tangga di kediaman Silvi dan beberapa pengawal juga turut mengawasi.
Berita kecelakaan Roi cepat sekali menyebar ke seluruh pelosok tanah air, maklumlah...Roi adalah pewaris tunggal di keluarga Chan yang terkenal sebagai pengusaha sukses dan kaya raya, wajar akan menjadi berita besar bila mengalami kecelakaan. Michel sudah memberitahukan kepada semua pihak keluarga, sehingga mereka tidak akan terkejut bila berita itu sampai ke telinga mereka.
" Aku mau pergi ke rumah sakit. Lepaskan infus ini !" Silvi meronta-ronta minta dilepaskan oleh beberapa pengawal yang menahannya untuk beranjak dari tempatnya berbaring.
" Aku mau melihat keadaan suamiku." ucap Silvi lagi dengan memelas, suaranya yang sendu dan air matanya yang terus berjatuhan di pipi, memohon agar pengawal-pengawal itu mengijinkannya pergi
Sementara di ruang VIP Roi dirawat secara intensive, dari hasil pemeriksaan Roi mengalami benturan di kepala yang membuatnya tidak sadarkan diri, beruntung mobil yang dikendarai Roi di desain dengan perangkat keselamatan yang canggih, sehingga keadaan Roi tidak terlalu parah.
" Tuan Roi mengalami benturan keras di kepala. Kami sudah memeriksanya, tidak ada yang terlalu serius dengan luka-lukanya. Kita menunggu tuan Roi sadar kembali." jelas dokter yang memeriksa keadaan putranya.
__ADS_1
#####
Morin dan Uli berangkat ke Jakarta dengan pesawat pribadi mereka.
" Oh...Tuhan tolong Roi, selamatkan dia." disela-sela tangisannya Uli mengucapkan doa-doa untuk keselamatan menantunya itu.
Morin memeluk erat istrinya yang duduk tepat disampingnya. Ia terus menguatkan istrinya yang entah sudah berapa jam menangis terus.
" Tenangkan pikiranmu ! Tuhan pasti menolong Roi. Kita berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan." Morin mengelus rambut istrinya, sesekali ia mencium pucuk kepala Uli yang berada di salah satu bahunya.
Morin menyuruh Togar untuk mengawasi Indah dan Rey, karena mereka akan tinggal beberapa hari di Jakarta.
Bersambung
__ADS_1