Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Perhatian


__ADS_3

Silvi masih terisak di dada Roi. Pelukkan Roi semakin erat. Tidak ada kata yang terucap dari mulut mereka, keduanya hanyut dengan rasa di hati dan pikiran masing-masing.


" Kau masih takut ? Maaf. Aku tidak dapat menguasai diriku." Roi mengelus-elus rambut Silvi yang berada di pelukkannya.


Tubuh Silvi masih gemetar. Ia memeluk erat tubuh Roi. Air matanya tidak berhenti membasahi pipinya.


" Silvi. Maafkan aku." ucap Roi sambil mengecup kening Silvi. " Aku yang salah, sekarang kau tak perlu takut." lanjutnya.


" Kau membuatku takut, kau...kau..menyakitiku Roi." isak tangis Silvi membuat Roi semakin terpukul.


" Lihat aku !" Roi menarik Silvi dari pelukkannya, dipegangnya kedua pundak Silvi. " Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku...aku tak tahu harus bagaimana, aku mencintaimu. aku hanya tak ingin kehilanganmu." Roi menatap manik hitam di hadapannya.


" Maaf Roi ! Bisakah kita mengambil waktu untuk semua ini. Aku ingin menenangkan hatiku dulu, aku tidak ingin keputusan kita nanti menjadi penyesalan di kemudian hari." ucap Silvi membalas tatapan Roi


Roi menganggukkan kepalanya, di hapusnya air mata Silvi yang masih berjatuhan di pipinya.


" Aku siap menunggu keputusanmu, apapun itu, dan kapan waktunya akan ku tunggu."


Silvi menarik nafas panjang, dadanya sedikit sesak mengingat kejadian yang baru dialaminya, ditambah lagi pengakuan Roi atas perasaannya.


" Aku tidak jadi ke perusahaan papa. Kita pulang saja. Aku sudah tak bersemangat." pernyataan Silvi membuat hati Roi sedikit tenang, paling tidak Ia dapat melihat dan mengawasi Silvi di apartemennya.

__ADS_1


Roi mengiakan ucapan Silvi. Ia membawa laju mobilnya dengan sangat berhati-hati, kecepatannya terbilang lambat, Ia tidak mau Silvi merasa takut lagi.


" Sil. Bisakah kau membatalkan rencana kerja di Perusahaan Morin ? Tetaplah menjadi asistenku." Ucap Roi dengan harap.


Silvi berbalik melihat Roi menolehkan wajahnya kepada Roi yang sedang menyetir dengan santai.


Bersamaan dengan itu Roi juga menoleh krpsda Roi, mereka saling tatap, Silvi dapat melihat kesungguhan di mata Roi.


" Hmmm. Baiklah asal..." Silvi menjeda ucapannya.


" Asal apa."


" Kau tidak bermesraan dengan Ester di ruanganmu, apalagi di hadapanku. Kalian boleh melakukannya di luar sana."


" Kenapa kau diam, apa permintaanku susah untuk dilakukan." tanya Silvi sedikit kesal.


" Kalau itu maumu aku akan turuti." ucap Roi kemudian.


" Apa ? Jadi kau mau bermesraan dengan Ester dibelakangku Roi ?" Silvi menaikkan alisnya bertanya kepada Roi.


" Seperti yang kau minta." Lagi lagi Roi tersenyum licik.

__ADS_1


Silvi semakin geram baru beberapa menit yang lalu Roi mengatakan bahwa dia mencintainya, sekarang jawaban apa itu, mengapa ia tidak menegaskan kepadanya bahwa ia tidak punya hubungan dengan Ester, ya..mereka hanya ada hubungan kerja.


"Roi..kau jahat...kau jahat." Silvi tiba - tiba mendekat kepada Roi, ia memukul-mukul dada Roi dengan kefua tangannya sambil berteriak.


Roi tidak bisa terus menjalankan mobilnya dalam keadaan seperti ini, ia kemudian menepikan mobilnya dan berhenti.


Roi menangkap kedua tangan Silvi yang masih memukuli dadanya, untung tidak begitu sakit.


Roi menarik tubuh Silvi ke dekapannya, Silvi terkejut baru ia sadar kalau mereka sedang berada di dalam mobil.


Roi tidak menyia nyiakan kesempatannya, dengan cepat di kecupnya bibir Silvi.


Silvi terdiam sambil menatap Roi.


Dan lagi Roi akhirnya mencium bibir Silvi dengan lembut.


Silvi hanya diam tak membalas ciuman Roi, tapi hatinya senang atas perlakuan Roi yang lembut.


Beberapa menit kemudian Roi menyudahi ciumannya. Ia melihat Silvi tertunduk malu dengan wajah merona.


Roi tersenyum sda rasa bahagia di dadanya.

__ADS_1


Bersambung


DUKUNG TERUS YA...DENGAN LIKE DAN VOTE NYA😀😀🙏🏻


__ADS_2