
Seperti ucapannya Roi akan mendatangi kediaman Morin, tulangnya itu tepat pukul tujuh.
Sivi sudah siap dengan tampilannya, senyum gembira terlihat diwajahnya. Besok ia akan di wisuda, tidak ada persiapannya yang terlalu istimewa.
Semua perlengkapan wisuda sudah diurus oleh kedua orang tuanya, jadi besok Silvi tinggal menghadiri acara wisuda saja.
" Kita berangkat." Roi menggandeng tangan paribannya dan membawanya pergi dari apartemen miliknya.
Togar sudah stan by di mobil untuk membawa tuannya itu ke rumah keluarga Morin, orang tua Silvi.
\=\=\=\=\=\=\=\=kediaman Morin
Uli mempersiapkan meja makan, Indah putrinya ikut membantu, tidak berapa lama majanan di meja makan telah tertata rapi.
" Pa..coba telepon Roi, kenapa mereka belum nyampe ?" Uli menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan tab ditangannya.
" Sebentar lagi juga datang." jawab Morin masih sibuk dengan tab nya.
" Malam Pa, ma." Reyhan baru saja tiba dirumah.
" Malam." jawab Morin dan Uli hampir bersamaan.
" Kenapa pulang malam ?" Indah menginterogasi adiknya.
" Ikut tambahan, sebentar lagi kan sudah ujian." jawab Rey sambil menuangkan air dingin ke gelasnya.
" Cepat mandi sana, sebentar lagi makan malam."
Begitulan Indah, dia sangat memperhatikan perkembangan adiknya itu, ia takut Rey salah bergaul dan melakukan hal-hal yang tidak baik diluar sana, selama ini memang Rey tergolong anak yang patuh kepada orang tua, ia juga menghormati kakak -kakaknya, tidak pernah melakukan hal-hal yang aneh seperti kebanyakan siswa SMA umumnya, ugal-ugalan di jalan raya, tawuranlah..ntah apa lagi, yang jelas Rey tidak pernah ikutan.
__ADS_1
ting...tong...
Suara bel terdengar, art membukakan pintu untuk tamu yang datang.
Ceklek....
" Papa." Silvi berlari memeluk papanya yang sedang duduk memperhatikan tabnya.
" Hmmm..tingkahmu masih seperti anak-anak, padahal sebentar lagi kau yang harus mengasuh anak." ucap Morin bercanda sambil merangkul putrinya itu.
" Roi..mengapa kalian baru nyampe, bukankah penerbangan jam 2 siang?" Uli menghampiri Roi dan merangkul keponakkannya itu.
" Hmmm, ta..tadi..kami istirahat dulu nantulang, saya kecapean habis pulang kerja, langsung berangkat kesini." ucap Roi sedikit gugup
" Iya ma, Roi sekarang banyak kerjaan, jadi ya...gitu deh..cepat lelahnya." Silvi bergsntian merangkul mamanya.
" Indah, bsgaimana kuliahmu dek." Silvi merangkul adik kesayangannya itu.
" Tenang kak, semuanya baik." ucap Indah mencium pipi kiri dan kanan kakaknya.
" Mana Reyhan ?"
" Lagi mandi, baru pulang dari les." jawab Indah.
" Roi, duduklah !" Morin menyapa keponakkannya yang sedari tadi berdiri memandang kebahagian keluarga Silvi.
" Hmm. iya tulang, aku senang bertemu sama keluarga disini lagi." ucap Roi tersenyum.
" Bagaimana kabar opa dan oma mu, maaf kami tidak bisa hadir di acara Nita dan Michel." ucap Morin
__ADS_1
" Oma, opa baik tulang, kemari mereka sudah pulang ke Hongkong, mamih dan papih juga baik-baik saja, tudak apa kalau tulang dan nantulang tidak dapat hadir, Indah sudah memberitahu kami kalau tulang ada urusan yang harus diselesaikan.
" Pa...Roi mari kita maksn malam dulu, nanti lagi ngobrolnya diteruskan." Uli sudah berdiri dihadapan Roi dan Morin
Morin menganggukan kepalanya, ia mengajak Roi ke meja makan untuk menyantap makan malam.
" Mana Togar ?" ucap Silvi kepada Roi.
" Mungkin ada di mobil." hawab Roi sambil menatap Indah memberi kode agar memanggil Togar.
Indah berjalan kedepan, Ia melihat Togar yang masih duduk di belakang setir sedang tertidur. Indah mendekat, ia tersenyum melihat ketampanan pria yang dihadapannya itu argh...tidur saja dia setampan itu. guman Indah pelan.
Ia berpikir ingin mengerjai Togar, ia meletakkan jarinya di hidung mancung Togar, kemudian mengelus pipi yang sedikt kasar karena bekas cukuran.
"Argh..." Togar membuka matanya, ia terkejut Indah ada dihadapannya dan jarak mereka yang begitu dekat.
" Kau..." Togar menangkup pipi Indah dengan kedua tangannya.
Cup..
Togar mengecup bibir kekasihnya itu.
" ishhh...ayo cepat semua sudah menunggu untuk makan malam." ucap Indah dengan pipi yang bersemu merah.
Togar mengelus -elus rambut Indah, sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Ayo.." Togar mengenggan jemari Indah dan membawanya masuk ke dalsm rumah.
BERSAMBUNG.
__ADS_1