Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Kembali ke Medan


__ADS_3

Untuk memuluskan rencana busuknya Arnold hijrah ke Jakarta, ia mengawasi setiap pergerakkan Roi, Mona adiknya juga sudah sering ijin tidak masuk kerja karena ikut ke Jakarta dengannya.


Rencana mereka untuk menggelapkan uang perusahaan PT Dosroha sebenarnya sudah dapat dibaca Togar, laporan keuangan yang diberikan padanya banyak kejanggalan. Togar terus mengawasi Mona dan Arnold karena ia yakin pasti mereka akan berbuat curang.


Menjadi salah seorang pemegang saham di PT Dosroha, Arnold terlalu naib bisa melakukan kecurangan dengan bantuan sang adik. Tidak sesuai dengan harapan, Mona sang adik justru tidak tahu berbuat seperti yang diinginkan Arnold, Mona terlalu jujur untuk masuk dalam rencananya.


Selama Mona bekerja di PT Dosroha tepatnya di bagian keuangan, ia banyak dikendalikan oleh Arnold. Dengan segala cara, mengancam, memaki, bahkan tak segan memukul adiknya agar mau kerjasama dengannya menggelapkan uang perusahaan.


Tetapi semua rencana itu mental, Togar bukan setahun dua tahun mengendalikan atau memimpin perusahaan, sebut saja ia bertahun-tahun menjadi orang kepercayaan Michel ikut menjalankan perusahaan meskipun kepemimpinan dipegang Michel dalam hal kerja Togar yang terjun. Jadi Arnold dan Mona berhadapan dengan orang yang salah.


Kedatangan Togar ke Jakarta juga ada hubungannya dengan Arnold dan Mona, diam-diam ia mencari tahu apa yang dilakukan kedua kakak adik itu di Jakarta. Setelah mendapat laporan dari Antonio, pengawal keluarga Chan, yang berisikan rekaman video orang yang telah merencanakan kecelakaan Roi, Togar tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka sudah merencanakan semuanya.


*


*

__ADS_1


Sinar matahari pagi ini sangat bersahabat, daun-daun bunga berguguran, aromanya tercium sampai ke kamar Silvi, baru bangun sudah pukul delapan. Silvi menggerakkan tubuhnya yang sedikit kaku, di bulan yang ke lima kehamilan Silvi sudah tidak rewel lagi, hari-harinya kembali seperti dulu, hanya sekarang ia mudah merasa lelah.


tok..tok..


" Masuk "


" Kakak, sudah beres-beres belum ? Nanti siang kita akan terbang ke Medan." Indah mengingatkan kakaknya yang baru saja bangun.


Silvi menganggukkan kepalanya, ia tersenyum melihat Indah sangat bersemangat pagi ini.


" Kak Roi sudah pergi pagi-pagi sekali ke kantor polisi. Mengurus masalah kemarin." cerita Indah sambil duduk di sisi Silvi.


Sementara itu Nita dan asisten rumah tangganya mempersiapkan makanan, siang nanti Nita dan Michel ada acara jadi sebelum Roi dan Silvi berangkat ke Medan, Nita ingin makan bersama.


Pukul dua siang.

__ADS_1


Roi, Togar, Silvi, dan Indah bersiap-siap berangkat ke bandara. Adnan akan mengantarkan mereka.


" Sayang, jangan lupa bawa vitaminmu." Roi membantu Silvi menyusun pakaian mereka ke dalam tas.


Sementara Indah dan Togar sudah siap di bawah.


" Pakaianmu terlalu seksi." Togar memberikan jaketnya untuk di pakai Indah, atasan sabrina dipadu dengan hotpan yang pendek membuat Indah terlihat seksi.


Adnan tersenyum melihat kebucinan Togar kepada Indah. Sejak menjadi kekasih Togar, Indah selalu mendapat perhatian ekstra apalagi soal tampilan, jangan sampai kecantikkannya dinikmati semua orang.


" Kalian sudah siap ?" Roi baru turun dengan Silvi. Roi mengenggam tangan istrinya saat menuruni anak tangga, perut Silvi yang semakin hari semakin gendut membuatnya agak susah berjalan.


Adnan mengambil koper yang dipegang Roi, setelah menyusun semua barang-barang di mobil merekapun berangkat.


" Semuanya sudah siap, tuan."

__ADS_1


Roi mengangguk " Ayo kita berangkat !"


bersambung


__ADS_2