
Terima kasih buat yang sudah like dan komen di novel ku ya...
salam kenal semua ....😄😄
Bab selanjutnya ada cerita tentang Edi.
Tetap ikutin ceritanya ya....
#####
Namanya Edi Prmudya, Gultom adalah nama keluarganya. Dulu ia bekerja sebagai kepala keuangan di PT Dosroha dengan kepemilikkan perusahaan adalah Michel Chan. Dalam pelakosanaannya perusahaan ini dikendalikan oleh Michel dari luar kota, yaitu dari kota Jakarta. Karena disanalah Michel dan keluarganya tinggal.
Perusahaan Dosroha bergerak dibidang developer perumahaan, dianggap tidak mendapat perhatian yang serius dari Michel karena mempunyai beberapa perusahaan besar warisan dari orangtuanya, maka PT Dosroha berencana akan dialihkan kepemilikannya oleh Michel kepada orang lain, tapi hal tersebut tidak diijinkan oleh Roi putranya, Roi bersedia meneruskan memimpin perusahaan tersebut.
__ADS_1
Sebelum menikah Edi adalah pacar dari Silvi, mereka sudah lama menjalin hubungan, meskipun orangtua Silvi tidak pernah menyetujui, Silvi dan Edi memilih jalan backstreet untuk melanjutkan hubungan mereka.
Selama berpacaran, Edi sangat menjunjung tinggi norma-norma kesopanan, ia sangat menghormati hubungannya dengan Silvi, tak sekalipun ia melakukan hal yang tidak sopan dengan Silvi. Hal itulah yang membuat Silvi sangat mencintai mantan pacarnya itu. Silvi tahu kalau Edi mempunyai komitmen yang baik atas hubungan mereka.
Setelah kedatangan Roi ke Medan, dan mengambil alih kepemimpinan di PT Dosroha, hal yang tak pernah dipikirkan Silvi dilakukan oleh Edi, ia menggelapkan uang perusahaan, banyak laporan fiktif, ditambah lagi perusahaan Dosroha masih kepunyaan keluarganya, yaitu perusahaan Michel Chan yang beristrikan Nita adik dari Morin, papanya. Hal itu membuat Silvi berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan mereka.
Setelah mengundurkan diri dari PT Dosroha. Edi memilih bekerja di salah satu club malam, ia bekerjasama dengan seorang pengusaha yang bernama Arianto.
Edi menduduki posisi sebagai Manajer keuangan di club malam itu, dan sosok Edi yang sekarang berubah seratus delapan puluh derajat, ia menjadi pria yang dingin, kasar, bahkan sangat liar dalam hal ****.
" Mari kita habiskan malam ini dengan bersenang-senang, baby." Edi merangkul seorang wanita yang duduk disampingnya sambil menuangkan kembali wine ke gelasnya.
Edi menatap liar wanita yang baru saja menawarkan dirinya untuk menemani Edi, secara fisik Edi adalah laki-laki sempurna, mempunyai perawakan tinggi besar, kulit putih, dan wajahnya yang sudah tentu dapat membuat kaum hawa tergila-gila.
__ADS_1
Dengan nafsu yang menggila Edi meraih tubuh wanita itu, mendudukannya di pangkuannya, kemudian menciumi bibirnya dengan liar.
Malam itu mereka melanjutkan permainannya di salah satu kamar VIP di club itu.
Pergulatan panas pun tak dapat dielakkan lagi, Edi melampiaskan nafsu brutalnya dengan wanitanya malam itu. Wanita malam itu begitu lihai memuaskan Edi dengan caranya sendiri.
Beberapa saat kemudian mereka menyelesaikan pergulatannya, Edi memakai kembali celananya, setelah pakaiannya rapi, ia meninggalkan sejumlah uang sebagai bayaran untuk wanita yang telah memuaskannya.
Ia beranjak meninggalkan wanita itu, seperti yang sudah-sudah ia akan melanjutkan pekerjaannya.
Tidak sulit bagi Edi untuk mendapatkan wanita sebagai pemuas nafsunya, wanita cantik dan seksi bertaburan setiap malam di club tempat ia bekerja.
Sejak hubungan satu malam yang merenggut keperjakaannya, Edi menjadi pria candu untuk bermain dengan wanita. Meskipun ia penganut **** bebas, ia selalu bermain aman, ia tak mau dikemudian hari ada masalah yang ditimbulkan, karena ia sudah berjanji akan menyerahkan tubuhnya kepada wanita yang dicintainya, meskipun sudah tidak perjaka lagi.
__ADS_1
Ya...dia berharap orang yang ditidurinya dalam keadaan mabuk dulu, dapat bertemu kembali, meski itu mustahil menurutnya.
bersambung