Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
flashbsck


__ADS_3

flashback


"Bagaimana ini? Tuan Rey selalu minum-minuman keras. Sudah beberapa hari ini ia tidak ke kantor." Tomas mondar-mandir di ruangan kerjanya. Ia bingung memikirkan keadaan bosnya itu. Setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan minumannya yang paling gawat banyak urusan intern dan ekstern perusahaan yang menggantung bahkan gagal.


"Aku harus memberituahu Silvi sebelum tuan besar mengetahuinya. Semakin lama dibiarkan pasti keadaan akan menjadi sulit." di tengah-tengah kegalauannya Tomas memutuskan menceritakan semua yang terjadi kepada Silvi.


Setelah diberitahu Silvi dan Roi segera mendatangi apartemen Rey. Silvi sangat kawatir akan keadaan adiknya itu.


Sesampai di apartemen Rey, Tomas mempersilahkan Roi dan Silvi masuk dan langsung membawanya ke kamar Rey.


"Sudah tiga hari tuan Rey tidak makan. Ia hanya minum-minuman ini." Tomas memberitahu keadaan Rey kepada Roi dan Silvi.


Silvi memperhatikan adiknya yang sedang tidur di ranjangnya, wajahnya pucat, terlihat tubuhnya kurus dan lusuh.


" Rey !" Silvi mengoyang-goyang tubuh Rey yang sedang tidur.

__ADS_1


Setiap hari Rey tidak bisa lepas dari minumannya. Setelah menghabiskan beberapa botol minuman ia akan menjatuhkan tubuhnya tidur di ranjangnya.


"Kemana Alinaku? Jangan meninggalkanku, sayang." Rey mengira Silvi adalah Alina. Ia bangkit perlahan dan berusaha menggapai tubuh Silvi untuk dipeluknya.


"Alina ?" guman Silvi menatap Tomas dengan tanda tanya besar, ia ingin meminta penjelasan dari Tomas.


Roi yang berada di samping Silvi langsung memegang tangan Rey karena ia terhuyung ketika hendak berdiri.


"Rey ! Kau laki-laki bodoh !" umpat Roi kepada Rey.


Silvi tidak dapat menahan rasa sedih dan kecewa melihat keadaan adiknya itu. Air matanya menetes begitu saja tidak pernah ia menyangka adiknya akan mengalami kejadian yang memilukan hatinya.


"Kita harus mencari Alina." Silvi menatap suaminya seakan-akan meminta persetujuan.


" Aku akan mencarinya sampai ketemu." Roi memeluk istrinya yang masih saja menangis.

__ADS_1


Sejak saat itu Rey menjalani pengobatan dibawah pemeriksaan dan pengawasan dokter. Tomas juga ditugaskan Roi untuk mendampingi Rey. Roi memberitahu Togar keadaan Rey dan memintanya menbantu pencarian Alina.


Berita tentang Rey sudah tidak dapat disembunyikan Roi dan Togar kepada Morin. Mengetahui putranya dalam kondisi tidak baik ia langsung bertindak cepat dengan menjemput Rey dan membawanya ke Medan. Lebih baik ia dan Uli yang mengurus Rey.


Tanpa rasa marah Morin merawat Rey, ia memberikan semua perhatian dan kasih sayang.


"Berikan aku minuman ! Jangan pegang aku, Lepaskan !" Rey berteriak-teriak dalam kamarnya, dokter memvonisnya kecanduan minuman keras.


Kalau sudah seperti itu Rey akan disuntik dengan obat penenang. Hari lepas hari pencarian Alina belum juga membuahkan hasil. Indah dan Uli selalu menangis bila melihat kondisi kesehatan Rey.


Hingga satu hari Togar harus mengunjungi sekolah yang ia dirikan di Samosir, ia melihat Alina di barisan belakang siswa, semula ia tidak percaya tetapi setelah mendengar penjelasan kepala sekolah ia bertambah yakin itu adalah Alina.


Dengan menjatuhkan semua harga dirinya Togar berlutut di bawah kaki Alina memohon agar Alina setuju ikut dengannya untuk bertemu Rey. Syukurlah Alina tidak keberatan, Togar berjanji akan memberikan apapun yang diminta Alina asal ia mau mengurus Rey agar sembuh dari ketergantungannya minum-minuman keras.


Alina tidak pernah memikirkan imbalan apa pun, mendengar Rey dalam kondisi seperti itu ia memutuskan menemui Rey.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2