
Dengan wajah sumringah Roi turun dari mobil. Setelah memeriksakan Silvi ke dokter dan hasilnya positif, Roi begitu bahagia karena istrinya mengandung, sekarang usia kandungan Silvi berusia dua minggu. Ingin rasanya Roi selalu dekat bersama istri tercintanya itu untuk melewati masa-masa ngidam yang berat. Seperti hari ini istrinya itu harus dibantu infus karena lemas disebabkan kurangnya asupan makanan dan minuman, Silvi mengalami mual-mual dan muntah yang sangat sering.
" Apa jadwalku hari ini ?" Tanya Roi kepada Adnan asistennya yang sedari tadi berjalan dibelakangnya.
" Rapat direksi bulanan tuan." jawab Adnan sambil membaca tab yang sedari tadi dimainkannya memeriksa jadwal kerja bosnya.
" Urusan itu kuserahkan padamu. Apa ada pertemuan dengan klien ? Mulai hari ini kau atur semua jadwalku dengan baik. Aku akan bekerja hanya sampai jam dua belas saja. Silvi sedang mengandung, kondisinya lemah. Aku ingin mendampinginya." ucap Roi panjang lebar di dalam lift yang mengantar mereka ke lantai dimana Roi bekerja.
" Baik tuan." jawab Adnan dengan hormat.
" Hari ini tidak ada pertemuan dengan klien." lanjutnya kemudian.
Roi menganggukan kepalanya, keluar dari lift Roi disapa oleh beberapa petinggi perusahaan yang bekerja di lantai yang sama dengan pimpinannya
" Selamat siang tuan."
" Selamat siang." ucap Roi dengan senyum yang tak pudar di wajahnya sejak memasuki perusahaannya
__ADS_1
" Pesankan makan siang untuk semua karyawan disini. Aku sangat bersyukur istriku mengandung saat ini." perintah Roi kepada Adnan setelah duduk dikursi kebesarannya.
" Ester akan mengurusnya tuan. Ini beberapa surat dan laporan dari setiap departemen." ucap Adnan sambil membuka surat-surat yang akan diperiksa Roi.
####
Nita selalu mendampingi Silvi, tak satupun gerak-geriknya luput dari perhatian Nita.
" Ma. Istirahatlah. Silvi ngak apa-apa kok." ucap Silvi menatap mertuanya yang terus menggenggam tangannya.
" Mamih harus pastikan kau dan bayimu tidak kenapa-kenapa sayang." ucap Nita. Tangannya terulur mengelus perut Silvi yang masih rata.
" Sebentar lagi Roi akan pulang, kau ingin memakan sesuatu sayang." Nita melihat jam persegi yang melingkar ditangannya.
" Entahlah Ma, aku ingin makan yang asam-asam, sepertinya segar dan enak." ucap Silvi berilusinasi membayangkan makanan yang diinginkannya, kemudian ia menelan salivanya.
" Mama akan pesankan sama Roi, pulang kerja ia mampir membeli asinan di supermarket." Nita mengambil ponselnya sebentar saja tangannya sudah mengetik beberapa kalimat berisi pesan untuk Roi.
__ADS_1
###
Pukul dua belas kurang, Roi meninggalkan pekerjaannya. Ia sangat senang membaca pesan dari maminya.
Aku akan membelikan asinan yang banyak untukmu sayang, tunggu aku pulang, aku sudah tidak sabar melihatmu memakannya.
Selama ini Silvi tidak pernah meminta apapun pada Roi, bahkan kartu unlimitid yang diberikannya tidak pernah dipakai. Urusan belanja kebutuhan sehari-hari Silvi mempercayakan semuanya kepada asisten rumah tangganya.
Kini Roi sudah membeli beberapa macam asinan, tak sabar rasanya cepat-cepat sampai di rumah.
Roi menyetir mobilnya sesekali ia tersenyum membayangkan betapa senang istrinya ketika melihat apa yang dibawanya.
Jalanan yang tidak terlalu ramai membuat Roi leluasa mengendarai mobilnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi ia melajukan mobilnya, hati dan pikirannya telah dipenuhi bayangan Silvi.
Dan....braaakkkkkk
Sesuatu menghantam mobil Roi dari samping. Mobilnya berputar-putar di jalan raya, Sepersekian detik ia tidak sadarkan diri dan Ia tidak mengetahui apa yang terjadi.
__ADS_1