Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Medan


__ADS_3

Silvi dengan sabar menyuapi makanan ke mulut Roi, sekali Sekali Roi menjahilinya dengan menahan tangan Silvi dimulutnya.


" Roi, aku ingin memberitahu sesuatu." Silvi tersenyum melihat tingkah Roi yang menguyah makanannya seperti bocah guman Silvi.


" Apa ?" jawab Roi sambil terus mengunyah makanannnya.


" Lusa aku wisuda, aku akan pulang ke Medan." Silvi membereskan tempat makanan Roi karena semuanya sudah habis.


" Kita berangkat bersama, aku akan menyuruh Ester memesankan tiket kita." Roi melap keringat yang bercucuran di dahinya, ikan arsik yang dimasak Silvi ternyata rasanya sedikit pedas.


" Sebentar aku ambil minum dulu." Silvi bergegas mengambil minum Roi yang ada di atas meja kerjanya, kemudian ia memberikan minuman itu.


" Terima kasih sayang." Roi menarik tangan Silvi sehingga ia terjatuh di pangkuan Roi.


" Roi..kau berkeringat." ucap Silvi melihat baju dan badan Roi yang sedikit basah.


" Kau tidak suka dengan bau keringatku." Roi mengedipkan matanya menatap Silvi di pangkuannya.


" Semakin hari kau semakin mesum saja, lepaskan aku." Silvi berusaha menjauhkan dirinya dari Roi, tapi apa daya tangan Roi mendekapnya dengan kuat.

__ADS_1


Cup


Roi tersenyum memandang Silvi, ia baru saja mengecup bibir kekasihnya itu.


" Kalau aku tahu sejak dulu kau semanis ini, aku tidak menunggu sampai sekarang baru menikah, kau paribanku, aku mencintaimu." ucap Roi sambil mengecup kembali bibir merah Silvi.


" Roi ! " Silvi memukul lengan Roi karena Roi sudah membuatnya sangat malu.


" Aku mau pu...."


belum selesai Silvi melanjutkan ucapannya Roi sudah terlebih dahulu mengunci mulut Silvi dengan ciumannya, Roi mencium lembut bibir manis Silvi, Roi sangat senang karena Silvi meresponnya meski masih sedikit kaku dan Roi tahu paribannya itu masih belum terbiasa melakukannya.


Roi menatap manik hitam itu, dilihatnya disana juga ada cinta yang tak mampu lagi disembunyikan, ya...Roi mengetahui kalau Silvi juga mencintainya kemudian Roi mengusap bibir merah Silvi. Ia memeluk Silvi dengan penuh cinta begitu juga dengan Silvi, ia membalas pelukan Roi dengan rasa cinta.


" Aku akan mengantarmu pulang." Roi berbisik di telinga Silvi, Silvi mengangguk dan kemudian bangkit dari pangkuan Roi.


Kemudian Roi berjalan ke mejanya, mengambil ponsel dan kunci mobilnya.


" Ayo sayang." Roi mengambil tangan Silvi dan menggenggamnya dengan erat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi ini Togar bergitu semangat setelah ia sukses mengutarakan isi hatinya kepada Indah, dia sangat merindukan wanita itu saat ini, ia memandang foto Indah yang ada di ponselnya, ia mengusap foto itu dengan tersenyum-senyum sendiri.


tok...tok...


Dion sekretarisnya mengetuk pintu.


" Masuk " Togar mengalihkan pandangannya kepada Dion yang sudah berdiri di hadapannya.


" Ada beberapa surat yang mencurigakan dari Bank tuan, kepala keuangan yang dulu telah memalsukan beberapa unit rumah, ini fiktif." Dion meletakkan surat itu dihadapan Togar.


" Sudah ku duga. Edi..kau pembawa masalah." Togar menggeram.


" Atur waktu pertemuan dengan pimpinan bank itu, dan minta Bagian keuangan menyiapkan laporannya." ucap Togar sedikit emosi.


" Baik tuan akan saya atur secepatnya." Dion berlalu dari hadapan Togar.


Togar menggeram ingin rasanya dia memukul habis laki-laki yang mengambil keuntungan tidak sah dari perusahaan Dosroha, tapi ia sadar Edi sudah dipecat Roi, dan laki laki itu sudah pergi meninggalkan kota Medan karena Roi mengancamnya.

__ADS_1


__ADS_2