Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Tanda Cinta


__ADS_3

Namanya pesta, kenapa sih masih membahas pekerjaan, arghhhh...Indah sangat kesal ketika Togar meninggalkannya sendiri di tengah-tengah orang ramai.


Silvi di kelilingi oleh keluarga Chan yang aku sendiri tidak terlalu dekat. Lama berpikir akhirnya kuputuskan mendekat kepada namboru dan amangboruku.


" Indah, kesini sayang." panggil Nita melihat Indah berjalan kearahnya.


Tak ketinggalan Michell memberikan pelukkan kepada Indah karena sudah datang ke Jakarta.


" Kau sudah makan ?" tanya Michel melihat raut wajah Indah tidak gembira.


" Sudah amangboru." jawab Indah,senyum mengembang dibibirnya.


" Nikmati pesta ini." Michel berjalan membawa Indah bertemu dengan keluarganya.


" Ini Jhon dan Lois, mereka keponakkanku, ayo kenalan dengan mereka, kita masih bersaudara."


" Hai..aku Indah, adik kak Silvi, tepatnya anak dari kakak namboruku Nita." Indah memperkenalkan dirinya.


Jhon dan Lois yang asyik mencicipi beberapa makanan menatap Indah dengan senyum cool nya.


" Hai aku jhon."


" Aku Lois, senang ketemu kamu."


Hmm. Indah menganggukan kepalanya dan tersenyum, Michel meninggalkan Indah, Jhon, dan Roi, Ia ingin menyapa tamu yang lain.


" Hmm. apa kalian tinggal di Hongkong ?" Indah bertanya memulai pembicaraan.


" Oh..tidak, aku di Singapura, memimpin perusahaan orang tuaku." ucap Jhon sambil meneguk minuman di tangannya.


" Aku bekerja di Bali." Lois menimpali.

__ADS_1


" Kau apakah sudah bekerja ?" lanjut Lois


" Aku masih kuliah ". jawab Indah masih dengan malu-malu


" Kau cantik seperti kakakmu, Roi nggak salah pilih, kalau kamu apa sudah punya boy friend ?" Lois yang lebih terbuka dan banyak bicara menggoda Indah.


Indah hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Lois, Jhon tidak terlalu banyak bicara, dia duduk dan masih terus meneguk minuman di tangannya.


" Kau mau berdansa denganku ?" Lois menawarkan tangannya mendengar musik sudah dibunyikan.


Michel dan Nita yang menjadi tuan rumah mengambil tempat di tengah tengah undangan untuk berdansa, beberapa pasangan mulai ikutan berdansa bersama.


" Maaf aku tidak bisa berdansa." ucap Indah menundukkan kepalanya.


" It,s ok. aku bisa mengajarimu kita pelan-pelan saja." ucap Lois


Lois menuntun Indah untuk berdiri.


" tanganmu disini." Lois menepuk pinggangnya memberi petunjuk kepada Indah, dan tanganmu yang satu disini, Lois mengenggam tangan Indah yang satu dan mulailah mereka menggerakkan kaki mengikuti alunan musik.


" Hoi...membuat aku kaget saja, apa kabarmu bro ? kudengar perusahaan Michel grup yang di Medan kau yang pegang ya." ucap Jhon membalas tepikan Togar dengan tinjunya ke lengan Togar.


" PT. Dosroha namanya. Aku hanya menjalankan, pimpinan tetap Elroi." jawab Togar sambil menggambil minuman di sampingnya.


" Mana Lois ? dia tidak datang ?"


" Tuh..lihat itu, dia sedang bersama cewek cantik adiknya Silvi." Jhon mengarahkan telunjukknya kepada Indah dan Lois yang sedang berdansa.


Togar menatap kedua mahluk sedang tertawa sambil berdansa, mereka terlihat sangat kompak dan mesra, Togar menggeram.


" Lois ! maaf bisa gantian." Togar menghampiri Lois dan menawarkan tangannya kepada Indah.

__ADS_1


" Hei..bro, apa kabarmu ? Setelah ini kau harus mengajakku minum. " Lois melepaskan genggamannya dari tangan Indah, ia tersenyum dan mempersilahkan Indah berpasangan dengan Togar


" Silahkan."


" Terima kasih Lois." ucap Togar terkekeh basa basi


Togar menatap Indah yang berdiri dihadapannya.


" Apa kau senang berdansa dengannya ?"


Arghhh..pertanyaan apa itu, Togar kau memang aneh, kau yang meninggalkanku sendiri disana guman Indah dalam hati.


" Hei...melamun." telunjuk Togar yang mendorong kening Indah membuat ia gugup.


" Ti...tidak..aku...mau minum ." Indah ingin melangkah meninggalkan Togar, tapi Togar sudah menguncinya dengan kefua tangannya memeluk pinggang ramping Indah.


" Iihhh...apa apaan sih." Indah berusaha melepaskan tangan Togar dari tubuhnya, tapi tak mudah bagi Indah karena Togar memiliki tenaga lebih kuat.


" Tetap bersamaku." ucap Togar dengan gaya cueknya.


Mereka mulai berdansa, Togar sedari tadi memperhatikan Indah yang tak berani menatap matanya, Indah memilih menunduk atau sekedar melempar pandangannya ke arah lain.


Togar tersenyum memperhatikan tingkah Indah. Ia semakit merapatksn tubuhnya dengan Indah, dan ...


Cup


Togar mengecup pipi Indah dengan pelan.


Indah melotot, Togar sengaja melakukannya hingga membuat ia semakin kesal.


" Kenapa kau.."

__ADS_1


" Tanda cinta." jawab Togar memotong ucapan Indah.


BERSAMBUNG


__ADS_2