Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Di mall


__ADS_3

Malam ini Alina dan Rara janji untuk jalan berdua. Alina sangat senang karena Rara orang pertama yang mau dekat dan bersahabat dengannya. Rara berasal dari keluarga yang berada, papanya pengusaha tekstil, dan Rara hidup dalam keadaan yang serba ada, meskipun demikian Rara bukan tipe cewek yang suka berhura-hura, ia lebih tertarik dengan pelajaran makanya kaca matanya sudah minus tinggi.


" Kita kemana, Ra ?" tanya Alina sesudah duduk di mobil mewah Rara.


"Ke mall saja ya !" usul Rara.


" Oke. Aku juga jarang ke sana."


" Kau jarang keluar, Al ?" tanya Rara setelah mendengar ucapan Alina.


" Tepatnya tidak ada waktu. Maksudku, aku harus bekerja setelah pulang kuliah."


" O, ya. Kamu part time dimana?"


" Bukan part time, Ra. Aku dan papaku bekerja untuk keluarga tuan Michel. Papaku tukang kebun dan aku membantu asisten rumah tangga disana. Ya..sama saja sih. Ya artinya aku juga asisten rumah tangga mereka." kekeh Alina dengan tidak ada perasaan malu dan yang ditutupi kepada Rara.


" Apa setelah kamu mengetahui aku hanya seorang pembantu di tempat orang kaya, masih mau berteman denganku."


" Gila kamu. Kamu pikir aku orang seperti itu. Aku tidak pernah melihat status sosial seseorang, kalau mau berteman ya berteman saja, yang penting bisa nyambung kalau ngobrol." Jelas Rara.


Akhirnya mereka sampai di sebuah mall yang cukup besar, banyak pengunjung di sana dan semua berpenampilan menarik bak artis-artis yang sering lalu lalang di televisi.


" Kita mau beli apa ya? Tempat belanja seperti ini pasti mahal, Ra."

__ADS_1


" Tenang saja. Pertama kita lihat-lihat kosmetik, yuk ! Aku sering di omongi teman-teman di kampus enggak bisa dandan."


" Hmm. Sama dong. Aku juga ngak pernah dandan tuh ke kampus."


" Makanya kita jodoh temanannya. Biar sama-sama belajar." kekeh Rara.


Seorang pramukarya datang melayani Rara dan Alina. Mereka banyak bertanya bagaimana menggunakan alat-akat make up yang benar supaya kelihatan cantik dan menarik. Setelah puas dengan penjelasan pramukarya itu mereka sepakat membeli sepaket peralatan make up.


" Wais ! Gila harganya mahal bangeut, Ra ." Alina terkejut setelah mendapat struk pembayaran dari pramukarya.


" Sudah. Aku yang traktir ya." Rara mengeluarkan black card dari dompetnya dan membayar semua belanjaan di kasir.


" Ra, maaf ya. Aku jadi ngerepotin kamu."


Rara mengajak Alina meninggalkan gerai kosmetik.


" Kita makan dulu ya, Al. Baru kita pulang, supaya enggak kemalamam juga."


" Kalau begitu, aku yang traktir." Alina bersemangat sekali.


Rara tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mereka memasuki area pujasera disana terdapat macam-macam makanan yang disediakan.


Rara dan Alina memilih makanan lokal untuk makan malam mereka.

__ADS_1


" Ra, aku ke toilet dulu ya." Alina meninggalkan Rara .


Alina bertanya kepada petugas satpam dimana toilet, jujur ia tidak pernah masuk mall yang mewah ini jadi tidak tahu di mana toiletnya.


Setelah selesai dari toilet, Alina merapikan dandanannya di depan cermin.


" Cepat sayang. Kita sudah terlambat, nih." suara seorang pria jelas terdengar yang berada tepat dibelakangnya setelah ia keluar dari toilet.


" Aish. Itu kan tuan Rey. Dan itu pacarnya." Alina menundukkan kepalanya ketika melihat pasangan itu berjalan dengan cepat melewatinya. Alina bersyukur Rey tidak melihat dirinya.


" Alina berjalan dengan santai kembali ke tempat mereka duduk tadi. Baru beberapa langkah ia berjalan seseorang menyapanya.


" Malam begini kau keliaran, kau sama siapa?"


Alina terkejut melihat Rey sudah berdiri di depannya.


Dari mana orang itu datang, bukankah tadi ia sudah pergi dengan pacarnya. Hati Alina bermonolog sendiri


" Maaf. Aku datang bersama Rara. Dia sudah menungguku di sana." Alina berjalan meninggalkan Rey.


Argh...apa ia mahluk gaib dimana-mana aku ketemu dia.


Setelah makan malam Alina dan Rara pulang, Rara mengantarnya sampai di pintu gerbang mansion Michel, setelah itu ia melajukan mobilnya pulang ke rumah.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2