Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Kedatangan Roi


__ADS_3

Sore itu Togar sudah menunggu kedatangan Roi dan Silvi, penerbangan Roi dan Silvi pukul 2 siang hari, mereka tiba pukul setengah lima sore di Medan.


Togar yang sudah hampir satu jam menunggu di bandara tidak mengeluh, meskipun bos dan calon istrinya belum tiba, Togar setia menunggu, ia tidak mau kalau sampai terlambat menjemput Roi dan Silvi, karena memang tidak suka hal seperti itu.


Sebelum berangkat Togar sudah menghubungi Indah untuk ikut bersamanya, tapi sangat disayangkan pada waktu yang sama Indah harus mengikuti matakuliah yang sangat penting.


" Sayang, sini." Roi mengenggam jemari Silvi ketika hendak menuruni tangga pesawat.


Silvi tersenyum tipis, sikap Roi yang begitu manis malah membuatnya ingin tertawa.


" Kenapa kau tersenyum senyum ? kamu senang di gandeng sama aku ya ? " ucap Roi mengoda kekasihnya.


" Hmmm. lebay...bukankah seharusnya seperti ini, aku tunanganmu."


" Calon istriku tinggal beberapa minggu lagi." balas Roi berbisik ditelinga Silvi.


" Arghh...sakit..sakitt." tangan Silvi mendarat di perut Roi.


Roi meringis sambil menyeret travel bag di tangan kanannya. Jarak beberapa meter ia melihat Togar berjalan kearahnya.


" Tuan Roi, nona Silvi selamat datang kembali di Medan." Togar memberi salam.


Roi memberikan travel bag yang ditangannya kepada Togar untuk dimasukkan kedalam bagasi.


Roi dan Silvi masuk ke dalam mobil, tidak berapa lama Togar sudah kembali duduk di belakang setir.


" Apartemenku." ucap Roi kepada Togar.


" A..apa...tidak sebaiknya ke rumah tuan Morin saja tuan ?" tanya Togar merasa heran.


Silvi juga merasà heran mengapa Roi meminta ke apartemennya, ia melototkan matanya ketika melihat smirk di wajah Roi.

__ADS_1


" Togar jangan banyak tanya, ayo jalan."


Dengan cepat Togar membawa mobil nya keluar dari bandara.


Silvi hanya pasrah mengikuti kemauan Roi.


" Jemput nanti jam tujuh, aku ingin istirahat dulu." Roi dan Silvi sudah sampai di apartemen Roi.


Mereka berdua menyusuri jalan yang tidak terlalu ramai, hanya mobil-mobil banyak yang parkir ditempat itu.


Apartement itu sangat mewah, hanya ada beberapa unit yang dipasarkan karena di desain untuk kalangan atas saja, jadi memang benar-benar limited edition.


Roy mebuka pintu apartemennya.


" Aku mau pulang ke rumah saja, kau yang disini, aku kangen papa dan mama." ucap Silvi menahan lengan Roi sebelum pintu terbuka.


" Nanti saja, temanin aku disini, aku ingin berdua denganmu." Roi malah melingkarkan tangannya di pinggang Silvi.


" Roi..."


" Abang...abang...abang becak kali."


Roi paling senang melihat Silvi cemberut sambil ngomel-ngomel, rasanya lucu dan ngegemasin.


Cup


Roi mengecup bibir manis Silvi


Silvi tersenyum dan malu-malu.


" Hmmm...jadi kau ingin men.."

__ADS_1


Belum selesai kalimat yang diucapkan Silvi, Roi sudah membungkamnya dengan ciuman mesranya, dengan lembut dan penuh cinta Roi ******* bibir paribannya itu.


" Aku sudah tak tahan, aku ingin segera menikahimu, secepatnya sayang." bisik Roi dengan suaranya yang serak.


" Tinggal beberapa minggu, kau harus kuat sampai saatnya tiba, pernikahaan adalah hal yang kudus dihadapan Tuhan."


" Aku senang kau akhirnya menerimaku, meski aku harus bertarung dengan laki-laki lemah bekas pacarmu itu."


Silvi menarik hidung Roi, ia malah lucu mendengar kata-kata Roi tentang Edi.


" Aku tidak akan memberi ampun padanya, kalau kau tidak membelanya, lagi pula untuk apa kau menghalangiku ? dia telah melakukan kecurangan di perusahaan, beberapa laporan fiktif baik di bank maupun di perusahaa."


" Aku tidak membelanya, aku hanya tidak ingin ksu mengotori tanganmu dengan memukulnya."


" Jangan -jangan kau masih mencintainya?"


" Roi..."


Roi berlari menjauh ketika Silvi ingin mencoba mencubit pinggulnya.


" Awas kau..beraninya kau mengatakan seperti itu."


Terjafilsh adengan kejar-kejaran, hingga beberapa saat kemudian mereka lelah.


Silvi menjatuhkan dirinya diatas kasur, sambil sesekali mengatur nafasnya, sedang Roi duduk di sofa sambil memandang Silvi yang kelelahan.


Roi beranjak mendekati Silvi, dibaringkannya tubuhnya disamping tubuh Silvi, dihadapkannya wajahnya kepada Silvi, dipelukkya wanita itu.


" Aku ingin istrahat seperti ini sejenak, tidak ada yang mengganggu, setelah itu kita menemui tulang dan nantulang." ucap Roi tersenyum


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2