Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Marissa


__ADS_3

" Aku mencintaimu." Marissa masih bergelayut manja di samping Rey.


Sepulang makan malam dari rumah namborunya, Reyhan bergabung dengan teman-temannya di sebuah club malam.


Rey tidak menanggapi ucapan wanita yang duduk di sisinya. Rey tahu Marissa sedang mabuk. Tingkahnya semakin liar, pengaruh alkohol yang diminumnya membuat ia ingin diperlakukan lebih oleh Rey.


Marissa naik ke pangkuan Rey, ia mencium bibir Rey dengan begitu nakal, Rey hanya tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu. Teman-teman sempat mengatai Rey karena tidak merespon ciuman Marissa, ya...Roi juga lelaki tulen bila di suguhin cewek seksi dan cantik dihadapannya tentunya ia tidak menolak.


Rey masih membiarkan Marissa melakukan aksinya. Awalnya Rey tidak merespon pelukan dan ciuman Marissa.


" Beb. Kita check in, yuk !" Marissa berbisik di telinga Rey.


Gerakan tubuh Marissa yang semakin liar membuat Rey tidak tahan untuk tidak menjamah kekasihnya itu, elusan tangan Marissa di dadanya membuat pertahanan Rey jebol sudah. Ia membalas ciuman Marissa yang sudah memohon dari tadi.


" Lanjut di kamar bro ! Malu aku melihat kalian." Temannya Steven mengingatkan dua mahluk yang saling mengecap di hadapannya.

__ADS_1


Rey menarik tubuh Marissa kemudian diangkatnya ala bridal style, nafsunya sudah di ubun-ubun.


" Beb. Aku tidak akan melepaskanmu. Kau sudah menggodaku." Rey meletakkan Marissa di jok mobilnya. Kemudian mengitari mobilnya dan pergi meninggalkan club itu.


Reyhan membawa kekasihnya pulang ke apartemen miliknya. Dengan setengah sadar Marissa terus menggoda Rey, Rey melemparkan tubuh Marissa di atas kasurnya.


Marissa yang sudah diambang kesabaran mulai membuka dress pendek yang dipakainya, dilemparkannya ke lantai begitu saja.


" Oh, My." Rey menelan salivanya, tubuh Marissa begitu seksi, kulit putihnya membuat Rey lupa diri. Ia membuka kemeja dan celananya, menyisahkan celana boxer di tubuhnya.


Marissa mengecup dada Rey yang sudah berada diatasnya. Ia mengangkat wajahnya dan ******* bibir Rey dengan rakus.


Rey naik ke atas tubuh Marissa sesuatu di bawah sana sudah tidak tahan untuk segera memasuki sarangnya, sama-sama menginginkan Rey ******* kembali bibir kenyal wanitanya, baru saja permainan panas akan dimulai, tiba-tiba terlintas wajah Alina dibenak Rey.


Marissa yang sudah siap menerima serangan dari kekasihnya, merasa kecewa, Rey menghentikan permainannya, turun dari ranjang dan memunguti bajunya yang berserakan di lantai.

__ADS_1


" Cepat, bereskan pakaianmu !" Rey meninggalkan Marissa, ia membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Dinyalakannya shower, bayangan Alina yang bermain dengan baby Al tadi melintas di matanya.


Argh...mengapa aku membayangkannya, apa aku sudah gila. Ia seorang pelayan. Ia cewek kampungan.


" Beb, kamu kenapa ? Are you oke ?" Marissa mengetuk pintu kamar mandi, ia khawatir mendengar teriakan Rey dari kamar mandi.


Rey menyelesaikan mandinya, ia keluar dengan pakaian lengkap yang sudah diambilnya dari lemari sebelum ia mandi tadi.


" Ada apa ? Kau berteriak di dalam sana?"


" Tidak apa. Aku hanya sedikit lelah. Kau boleh pulang sekarang."


" Kau tidak mengantar aku ?"


" Maaf. Sudah ku bilang, aku kelelahan."

__ADS_1


Raut wajah Marissa berubah total, ia geram dengan sikap Rey yang membuatnya merasa dipermalukan, Marissa memperbaiki make up nya, setelah merasa penampilannya sudah rapi, ia pergi meninggalkan Rey dengan marah.


bersambung


__ADS_2