Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Cinta


__ADS_3

Pagi ini Silvi mulai lagi bekerja sebagai asisten Roi, setelah dua hari ia tidak berada diruangan itu ada perubahan letak meja kerjanya.


Ya..Roi menyuruh Adnan menempatkan meja kerja Silvi tepat di samping meja kerjanya.


" Pagi Sil." Adnan menyapa Silvi pagi itu.Ia tidak menyangkah Silvi akan bekerja kembali setelah dua hari absen dari pekerjaannya.


" Adnan. Aku bossmu. Kau tidak menyapaku? Kupastikan gajimu di potong bulan ini." ucap Roi sambil berjalan melewati Adnan yang sedang bingung dengan sikap bossnya pagi ini.


" Tuan..tuan..maaf, baru saja aku ingin menyapamu, tapi..."


" Stop. Jelas- jelas kau menyapanya tadi, bukan ?" Roi memotong ucapan Adnan, berjalan menuju meja kerjanya, dan meletakkan tasnya di meja itu.


Adnan mendekati Roi dan mulai menjelaskan sikapnya tadi.


" I..tu...karena sudah dua hari saya nga ketemu Silvi, saya senang ia bisa bekerja lagi, tuan."


" What ? Kau senang melihat Silvi ? Perasaan apa itu ? atau diam- diam kau menyukainya." ucap Roi sedikit kesal dan berbalik menatap Adnan.


Silvi yang sedari tadi memperhatikan dua pria yang sedang selisih paham di depannya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ke kanak-kanakan gumannya dalam hati.


" Fix gajimu ku potong 50%. Kesalahan fatal." tatapan Roi dingin kepada Adnan


" Tuan..."

__ADS_1


" 70%. Dan jangan pernah ucapkan perasaan bodohmu itu dihadapanku." Roi semakin kesal melihat Adnan di depannya.


Roi duduk dan mulai mengkondisikan dirinya untuk bekerja, di mulai dengan menyalakan laptopnya dan memeriksa email yang masuk.


" Kau mau terus berdiri disitu?" ucap Roi kepada Adnan yang masih bingung dengan sikap Roi.


" Baik tuan, saya permisi."


Adnan berbalik meninggalkan ruangan itu, Ia tak mengerti sikap Roi yang berubah-ubah.


Ia membuka pintu dan oh..astaga, Ester tiba-tiba ada di depannya.


" Ada apa denganmu Adnan? Kau terlihat bingung."


Adnan yang masih terpaku melihat perempuan seksi di depannya, menggelengkan kepalanya ada-ada saja ngapain juga dia sudah di depanku. Arghhh..Adnan mengacak-acak rambutnya, ntah mimpi apa ia semalam, pagi ini ia kelihatan konyol dan bodoh di hadapan Roi, Silvi, dan Ester.


" Ah...nggak." Adnan segera berlalu dari hadapan Ester, Ia tak mau berlama-lama di ruangan itu, nanti masalah bertambah rumit, apalagi masalah dengan Roi, Ia akan seenaknya memberi hukuman.


" Pagi tuan Roi." Ester menyapa Roi dengan senyumnya yang manis.


" Hmm. Katakan apa agendaku hari ini." ucap Roi yang masih fokus ke layar laptopnya.


" Hmm. Hari ini hanya ada pertemuan dengan kontraktor yang akan menangani pembangunan hotel kita, tuan."

__ADS_1


" Waktunya."


" Setelah makan siang."


" Undur sampai jam 2 siang. Aku butuh waktu lama untuk makan siang."


Silvi yang mendengar ucapan Roi merasa heran, memangnya dia mau makan siang dimana?argh..mungkin dengan klien atau seseorang, kenapa aku jadi kepo sih ? ucap Silvi dalam hati.


" Kau bisa keluar sekarang, lanjutkan pekerjaanmu." ucap Roi kemudian.


" Baiklah ! Aku akan membuatkan kopi dulu untuk tuan." Ester berjalan ke pantry untuk membuat kopi dan mengambil beberapa kue untuk Roi.


" Ini tuan. Saya permisi."


Ester keluar dengan gayanya seperti mengejek Silvi, Ia tersenyum seolah-olah ingin memberitahukan kepada Silvi bahwa Roi menyukainya.


" Mana file yang harus ditanda tangani ?" suara Roi dari sebelahnya, membuatnya kelabakkan dan gugup.


Roi menatap Silvi yang sedang gugup, ia tidak sengaja menarik beberapa kertas yang membuat kertas lain berceceran di lantai.


Roi tersenyum, ia tahu Silvi tidak suka kalau Ester berada didekatnya.


" Maaf. Tunggu sebentar ya." Silvi memunguti kertas yang berceceran jatuh di lantai.Sial! umpatnya dalam hati, kenapa aku jadi salah tingkah gini di hadapan Roi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2