
Hari demi hari Alina terus berusaha sabar untuk menghadapi sikap Rey, meskipun ia diperlakukan tidak seperti yang pernah dibayangkannya. Rey sekarang dingin dan kasar padanya. Alina tahu sikap Rey berubah karena pengaruh alkohol masih terus menghantuinya. Jean sangat perhatian kepada Rey sudah tentu di tangan dokter profesional Rey mulai pulih. Ya...mungkin Alina tidak akan lama lagi tinggal di tengah-tengah keluarga Morin. Bila Rey sudah pulih ia akan meninggalkannya.
"Ini sarapanmu. Setelah selesai sarapan minumlah obat dan vitamin ini." seperti biasa Alina selalu menyediakan makanan untuk Rey.
"Mau kemana kau?" bahasa kasar dan perlakuan Rey yang kadang kurang sopan membuat hati Alina geram.
"Aku mau mandi dulu." Alina membuka pintu dan meninggalkan Rey yang masih sibuk di hadapan cermin merapikan bajunya.
Sejak kesehatan Rey mulai pulih sedikit demi sedikit Morin kerap kali mengajak putranya itu melihat-lihat perkebunan teh tempat Morin bekerja sehari-hari. Di sana suasana lebih tenang dan hamparan pohon teh yang hijau dapat menyejukkan hati.
Rey senang menghabiskan waktunya di perkebunan teh, suasana hatinya tenang bila berada di situ.
tok...tok...
"Permisi tuan, saya membawa juice untuk tuan." bik Mira meletakkan juice yang dibawanya di meja.
"Dimana Alina?" biasanya Alina yang menghantarkan juice untuk Rey.
__ADS_1
"Nona Alina sedang ada tamu."
"What? Tamu? Siapa dia?"
"Mereka berbincang di depan tuan, saya tidak kenal."
Rey berjalan ke dekat jendela dipandangnya keluar dan dari situ ia melihat disana Alina sedang berbincang dengan seorang pria.
"Bima." Rey mengenal betul kalau teman Alina berbicara di depan sana adalah Bima.
"Sudah, pa." keinginannya untuk makan terbang begitu saja dari hati Rey
"Kenapa makananmu belum dimakan dan juicenya juga belum berkurang sedikitpun." Morin melihat makanan dan minuman Rey belum tersentuh sedikitpun.
Akhirnya Rey menuruti perintah papanya untuk memakan sarapan yang sudah disiapkan untuknya, Morin memberi waktu untuk Rey menghabiskan sarapannya.
"Makanlah dulu ! Papa tunggu di bawah!" Morin tersenyum kepada Rey kemudian keluar dari kamar.
__ADS_1
Mengapa Bima tahu Alina ada di sini ? Apakah Alina yang mengabarinya ? Dan beraninya ia mendatangi rumahku?
**
Kalau ditanya mengapa Bima bisa bertemu dengan Alina semuanya karena Morin.
Morin mengetahui siapa Alina, Tomas menceritakan semua tentang Alina dan hubungannya dengan Rey. Morin mengetahui kalau Rey mencintai Alina, sebagai seorang Ayah, Morin tidak mau egois, Alina akan menikah dengan Bima. Morin berharap putranya Rey bisa menerima kenyataan hidup, tidak semua yang kita iginkan harus kita miliki. Kenyataannya Alina itu milik Bima, Rey lah yang menganggu hubungan mereka. Morin juga mengetahui apa yang terjadi antara Rey dan Alina, di bawah pengaruh obat mereka telah melakukan hubungan terlarang. Ia tidak mau Rey lebih jauh lagi mengganggu hubungan orang lain.
Rey menuruni tangga, ia berjalan tegap menatap papanya yang sudah menungguya.
"Ayo, kita berangkat, nak." kini ayah dan anak itu berjalan sejajar menuju mobil yang akan membawa mereka ke perkebunan.
Sepintas Rey melihat Bima dan Alina sedang berbicara di depan teras rumah. Rey menarik nafas berat dan membuangnya begitu saja. Morin melihat keresahan di raut wajah putranya, ia tahu Rey mencintai perempuan itu. Tapi salah bila keluarganya menyembunyikan Alina dari Bima.
Morin ingin memberi waktu untuk Alina dan Bima berbicara dari hati ke hati, agar semua permasalahan jelas. Alina diberi kebebasan memutuskan jalan hidupnya. Bima atau Rey, Morin akan menerima dengan besar hati
bersambung
__ADS_1