Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Mencintaimu


__ADS_3

...Readers....terima kasih sudah singgah di novelku, kasih like dan votenya terus ya.......


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Silvi masih enggan melepaskan pelukan Roi, Ia masih ingin meletakkan kepalanya di dada bidang Roi, aroma parfum Roi yang sangat khas di hidung Silvi semakin membuatnya betah berlama-lama disana.


" Papih dan mamih pasti mencari kita, ayo...kita masuk lagi." ucap Roi sambil mengelus-elus punggung Silvi.


" Aku masih ingin seperti ini." ucap Silvi


Roi tersenyum melihat tingkah Silvi.


" Manjamu datang lagi, masih seperti anak-anak lagi." Roi menarik lembut hidung mancung Silvi, kemudian ia mengecup kening Silvi mesra.


" Biarin." ucap Silvi malu-malu karena di goda Roi


" Nanti setelah acara papih dan mamih selesai kita lanjutkan, ikutlah ke apartemenku." Roi berbisik di telinga Silvi.


Sontak Silvi melepaskan pelukkannya ia melihat Roi dengan matanya melotot.


" Kau sedang memikirkan apa? kau pikir aku perempuan murahan, hah." Ucap Silvi dengan mode kesal


" Eii..siapa yang berpikir aneh, otakmu yang mesum, maksudku nanti kau bisa memelukku sampai pagi atau..."

__ADS_1


" Sudah, sudah , ayo kita masuk, lama- lama pikiranmu jadi aneh." Silvi merapikan kembali penampilannya, ia bergegas ingin turun dari mobil, tapi tangan Roi malah menarik lengannya dan...


Cup


Roi mendaratkan ciuman manis di bibir merah Silvi.


" Hari ini kau sangat cantik, aku semakin mencintaimu." ucap Roi sambil memandang wajah Silvi yang memerah karena tidak siap menerima kecupan Roi.


" Roi..."


Belum selesai Silvi bicara Roi sudah mendekatkan kembali wajahnya kepada Silvi kemudian ia mencium Silvi dengan lembut dan mesra, kali ini Silvi tidak tinggal diam ia membalas ciuman Silvi dengan penuh cinta. Mendapat respon yang positif Roi semakin mengebu-gebu mencium bibir Silvi yang manis, sampai kemudian mereka menyelesaikannya karena tidak bisa bernafas.


Roi menyatukan keningnya di kening Silvi, mata mereka saling menatap dengan penuh cinta.


" I love you." ucap Roi ntah sudah yang keberapa kali.


" Katakan kau mencintaiku." ucap Roi sambil mengusap wajah Silvi.


" Hmm. Love you too." wajah Silvi sudah seperti tomat, merahhhhh.


Roi kembali membawa Silvi ke pelukkannya, ia ingin mencium kembali bibir ranum yang menggodanya, tapi dengan cepat Silvi meletakkan jarinya di bibir Roi.


" Kita masuk sekarang." Ucal Silvi memberi kode agar Roi merapikan kembali baju yang dikenakannya.

__ADS_1


" Baiklah, ayo !" Roi dan Silvi beranjak dari tempat duduknya, kemudian mereka meninggalkan mobil yang sudah terkunci.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Bagaimana ?"


" Sejauh ini aman nyonya, sepertinya mereka akan kembali mengikuti acara di dalam."


" Apa kelihatannya mereka baik-baik saja?"


" Tuan Roi merangkul nona Silvi, menurut saya keadaan baik-baik saja."


" Terus kau perhatikan, katakan cepat kalau ada masalah, lanjutkan pekerjaanmu."


Nita mematikan sambungan teleponnya, hatinya sangat senang sepertinya Silvi sudah tahluk atas Roi, ya sudah mau menerima cinta Roi.


" Sayang, siapa yang kau telepon, wajahnya sangat gembira, aku jadi penasaran." Michel yang sedari tadi memperhatikan istrinya yang senyam senyum sendiri merasa heran.


Nita refleks memeluk sang suami.


" Kau tahu rencanaku hampir berhasil, sebentar lagi Roi dan Silvi kesini, cepat kau umumkan rencana pernikahan putra kita." ucap Nita tersenyum bahagia.


Michel merangkul pinggang istrinya " Kau memang hebat." menarik hidung mancung istrinya.

__ADS_1


Roi dan Silvi kembali ke tengah-tengah undangan party wedding orang tuanya. Roi merangkul pundak Silvi dengan mesra dan membawanya mendekat kepada orang tuanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2