Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
manja2


__ADS_3

Hai ...readers, authors berterima kasih🙏🏻🙏🏻 sudah memberikan jempolnya...ya....


tetap dukung author ya....


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Pagipun telah tiba,tuan Glen Chan dan Mariska akan bertolak kembali ke Hongkong, Michell dan Nita sudah berada di mobil, ingin mengantarkan kedua orang tuanya ke Bandara.


Roi dan Silvi ikut juga mereka berada di mobil yang berbeda, Roi meluangkan waktu untuk ikut mengantarkan opa dan omanya karena kedua orang tua itu terbilang sibuk dan jarang bisa hadir di acara seperti kemarin.


Lois dan Jhon juga ikut ke bandara, mereka sangat menghormati dan menyayangi opa dan omanya.


" See you again." Mariska memeluk putranya Michell dan kemudian Nita." Mamih akan merindukanmu my boy." mencium kening Michell dan Nita bergantian


" Papih." Michel berpindah memeluk laki-laki tua itu.


Glen merangkul putranya, menepuk-nepuk punggungnya " Papih pasti merindukan kalian." berganti memeluk menantunya Nita.


" Roi." sekarang merangkul Michell


" Kau pewaris tunggal Michell grup, pimpin perusahaan dengan baik ! dan jangan menunda lebih lama lagi pernikahanmu, Opa sudah ingin menimang cucu." ucap Glen mengedipkan matanya menggoda Roi.


Silvi tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Ia lucu melihat opa Glen mengedipkan matanya. Silvi tidak menyangka opa Glen bisa bercanda seperti itu.


Drama berpelukkan akhirnya selesai.

__ADS_1


Glen menggandeng Mariska berjalan menuju pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Hongkong.


Roi dan Silvi melambaikan tangan mengiring kepergian Opa dan omanya.


Michell dan Nita tersenyum memandang kedua orang tuanya yang mulai jauh dari pandangan mereka.


" papih, mamih." Roi menyapa kedua orang tuanya s


" Hmm. ada apa Roi ?" Nita mengalihkan tatapannya kepada Roi.


" Aku akan merindukan opa dan oma." wajah Roi sendu.


Michell dan Nita saling pandang, mereka heran mengapa Roi sepertinya berbeda, dimana sikap Roi yang kuat dan tegar.


" Ada apa denganmu ?" Michell bertanya kepada putranya sambil menggelengkan kepalanya. " seperti bocah saja " guman Michell


" Papih. apa itu salah ?" ucap Roi menjawab pertanyaan Michell


" Seharusnya mamih atau Silvi yang bersikap seperti itu, kau putraku Roi, harus tangguh dan tidak seperti ini." Michell merangkul pundak Nita dan mengajaknya untuk pulang.


" Kita pulang sekarang, aku masih banyak pekerjaan." berbalik meninggalkan Roi.


Roi menatap Silvi, yang dipandang masih tersenyum menahan tawanya.


" Apa ada yang aneh denganku ?" Roi bertanya kepada Silvi9

__ADS_1


Silvi masih terus tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Mari kita pulang." ucap Silvi.


" Tunggu..tunggu..Sayang katakan padaku, aku merasa sikap papih tadi begitu ketus, apa ia sedang tidak baik-baik saja karena kepulangan Opa dan oma ?"


Roi mengikuti langkah Silvi yang sudah beberapa langkah di depannya.


" Kau yang tidak baik - baik saja, ntah kenapa kau terlihat seperti wanita, manja dan...." Silvi menjeda ucapannya


Roi menarik tangan Silvi yang sedang berjalan di depannya.


" Dan apa ?"


" lemah."


Silvi melepaskan genggaman tangan Roi, ia berjalan meninggalkan Roi yang masih berdiri dibelakangnya.


" Arghhh..benarkah demikian ?" guman Roi pelan kemudian ia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Akhirnya ia mempercepat langkahnya karena Silvi sudah berjalan lebih dulu meninggalkannya.


Roi langsung menekan remote ditanganya, seketika juga pintu mobil tidak terkunci, Silvi masuk ke dalam mobil ia memasangkan sealbeltnya. Sementara Roi sudah siap di depan setir, ia mulai menghidupkan mobilnya dan tidak berapa lama mobil itupun melaju meninggalkan parkiran bandara.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Author minta maaf baru bisa up lagi, sekarang author lagi sibuk dengan training untuk skenario persiapan belajar tatap muka untuk tahun ajaran baru.


Ingat terus lakukan protokol kesehatan, salam sehat ya...


__ADS_2