Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Berdua


__ADS_3

Togar memasuki area parkir, setelah menempatkan mobilnya dengan aman, ia membukakan pintu mobil untuk Indah.


" kita mau belanja?" Indah bertanya kepada Togar yang masih berdiri disampingnya sambil menutup pintu mobil.


" Kamu pikir kita mau ngapain ke mall ? sekedar jalan saja? lebih baik membawamu ke pantai." ucap Togar datar.


Oiiiii....bisa ngak manis sedikit, bawahannya bikin aku bete saja ucap Indah dalam hati.


" Sini !" Togar menunggu Indah yang masih betjalan dibelakangnya.


Indah hanya nyegir sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


" Mulut kalau moyong gitu terus kelihatan jelek tahu." ucap Togar menarik hidung Indah.


Kemudian Togar mengambil tangan Indah dan menggandengnya, mereka berhenti di sebuah toko perhiasan.


" Ambilkan itu." Togar menunjuk sebuah cicin model belah rotan dan dihiasi permata ditengah-tengahnya kepada karyawan toko.


" Untuk siapa ?" Indah berbisik di telinga Togar.


Togar hanya menatap Indah, kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada karyawan toko yang menyapanya dan memberikan cicin yang dimintanya.


Togar mengambil cicin tersebut, menarik tangan Indah yang di genggamnya dari tadi, kemudian ia memasukkan ke jari manis Indah.


Indah hanya berdiri terpaku, ia tak menyangka Togar akan memberikannya cicin, dan ia sempat ternganga melihat harganya mahal sekali guman Indah dalam hati.


" Hmmm." Indah berdehem karena Togar masih terus memandang cicin ditangannya.

__ADS_1


Togar menatap Indah sebentar, kemudia ia membuang pandangannya, jantungnya seakan berkejaran di dadanya, dan ia tidak tahu harus ngucapin apa di depan Indah.


" ini untukku ? " tanya Indah


Togar diam menatap mata Indah kemudian ia berkata " I love you."


Indah terdiam memandang wajah Togar, ia sangat terkejut sekaligus senang, sejenak mereka saling tatap, kemudian Togar menariknya dan membawanya ke pelukkannya.


" Maaf aku tidak bisa berbuat yang lebih baik untuk menyatakan cintaku, tapi ketahuilah aku sungguh-sungguh mencintaimu." Togar mengelus -elus punggung Indah yang masih di dekapannya.


Indah tersenyum bahagia akhirnya Togar mengungkapkan perasaannya meskipun caranya masih terkesan kaku dan tidak romantis.


" Hmmm, maaf tuan, apakah cicinnya jadi dibeli." suara karyawan toko itu membuat Togar dan Indah saling menatap, kemudian mereka tertawa.


" Maaf, cicinnya jadi dibeli, aku bayar pakai ini." Togar menyerahkan kartu gold kepada karyawan toko itu.


" Kau ingin membeli sesuatu?" tanya Togar kepada Indah.


Indah menggelengkan kepalanya sesungguhnya ia masih malu dengan apa yang baru terjadi antara dia dan Togar.


" Kalau begitu kita makan saja." Togar menarik tangan Indah dan membawanya masuk di salah satu resto ternama di mall itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini Roi sangat lelah, meeting dengan beberapa kliennya sangat menyita tenaganya. Diliriknya jam tangan mahal yang melekat di tangannya.


" Pantasan aku merasa lapar, sudah jam 1." ucap Roi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Roi merasa gerah ia membuka jasnya dan menggantungkannya di tempat yang sudah disediakan, kemudian ia menggulung lengan bajunya hingga kelihatan lebih santai.


tok..tok..


" Masuk." jawab Roi sambil memainkan ponselnya.


" Hmmm. kau tidak lapar ?" Roi meletakjan ponselnya ia sangat merindukan suara itu.


" Kau datang ?" Roi meninggalkan tempat duduknya dan menyusul Silvi yang masih berdiri di depan pintu.


" Aku coba memasakkan kau sesuatu, lihatlah ! mudah-mudahan kau suka." Silvi berjalan membawa tentengan tempat bekal untuk Roi.


Roi membawa Silvi duduk di sofa, kemudian memberikan tempat bekalnya kepada Roi.


Roi sangat senang gari ini Silvi memasakkan ikan mas arsik untuknya.


" Terima kasih sayang, aku sangat menyukainya." Roi melihat senyum manis hadir di wajah Silvi.


" Habiskan."


" Aku mau kau yang suapi."


Argh...Silvi menggelengkan kepalanya.


" Jangan manja."


" Mau kalau sama kamu." Roi memberikan tempat bekalnya kepada Silvi agar bisa menyuapi Roi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2