Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
partner2


__ADS_3

Suasana meeting sedikit menegang, biasanya bila meeting para pimpinan seperti ini dilaksanakan pasti ada beberapa kesalahan fatal yang perlu di evaluasi.


Semenjak Roi menjadi presiden direktur untuk semua perusahaan Michell group, tidak ada seorangpun pimpinan cabang yang lolos berbuat curang, Roi sangat teliti dan konsisten dalam srgala pekerjaan dan keputusannya.


Adnan duduk di sebelah kanan Roi, semua file yang diperlukan sudah siap dihadapannya dan sang bos.


Togar dan Albert hadir juga dalam pertemuan itu.


Setelah seminggu berlalu sejak pesta perayaan ulang tahun pernikahan Michell dan Nita, Roi kelihatan tambah berwibawa, secara langsung pucuk pimpinan diserahkan Michell padanya.


Aku akan mulai melaksanakan peranku untuk segera mendapatkannya, ia akan masuk dalam perangkapku dan Mona ucap Arnold dalam hatinya.


Lois dan Jhon juga hadir dalam meeting kali ini, perusahaan yang dipimpin kedua sepupunya itu masih dibawah kepemimpinan Roi.


Adnan sudah memulai meeting hari ini, ia memaparkan beberapa anak perusahaan Michell grup yang tidak mengalami perkembangan bahkan ada beberapa perusahaan yang melakukan pelanggaran dan ketidakjujuran dalam hal keuangan.


Roi mendengar semua penjelasan Adnan dengan seksama meskipun matanya masih sibuk menatap layar tab ditangannya.


Silvi tiba dikantor agak siangan, ia melihat meja Ester, dia tidak ada guman Silvi dalam hati, ia berjalan memasuki ruangan Roi, ruangan itu kosong ia tahu Roi dan Adnan sedang ada meeting.


" Selamat siang." seseorang menyapa Silvi dari balik pintu.


" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu ?" Silvi menyapa perempuan cantik yang berdiri dihadapannya.


" Saya Mona, saya staf keuangan PT. Dosroha yang di Medan, saya senang bertemu anda nona." Mona mengulurkan tangannya kepada Silvi.

__ADS_1


" Oh...ya. Apa kau...."


" Saya mau ketemu dengan tuan Roi, aku akan menunggunya, sebentar lagi meetingnya akan selesai bukan ?"


Silvi mengangguk lemah, ia mengajak Mona masuk ke ruangan Roi.


" Duduklah !" Mona duduk di sofa matanya mengitari ruangan kerja Roi, dan sesekali ia memandang Silvi yang sedang sibuk menyiapkan sesuatu untuknya.


" Minumlah ! maaf saya harus meneruskan pekerjaan saya." ucap Silvi sambil meletakkan gelas yang berisi minumam untuk Mona.


Silvi melihat sekilas penampilan Mona, tubuhnya yang tinggi dan seksi, make up nya yang serasi dengan wajahnya yang memikat, tanpa disadarinya ada rasa cemburu dihatinya, selama ini ia cuek dan tidak pernah ingin tahu tentang urusan Roi, tapi hari ini ia sadar betapa Roi berhadapan dengan orang seperti Mona yang dihadapannya...sungguh godaan yang sangat berat, ntah kenapa timbul ketakutan di hati Silvi, takut jika suatu hari Roi tertarik dengan rekan bisnisnya yang modelnya seperti Mona.


Arghh...Silvi menggelengkan kepalanya berusaha menepis setiap pikiran kotor dikepalanya, ia memilih melanjutkan pekerjaannya.


Krek...


" Selamat siang Roi." Mona langsung berdiri memberi salam ketika tubuh Roi ada di balik pintu.


" Hmm. Ada apa kau kemari ?" Roi berjalan melewati Mona wajahnya yang dingin dan nada bicaranya yang tegas justru menambah rasa cinta di hati Mona.


Togar, Adnan dan Ester hanya diam dan memandang kehadiran Mona diruangan bossnya itu.


" Maaf, apa ada yang bisa saya bantu ? tuan Roi masih banyak pekerjaan, mari ikut saya, saya akan menolong anda." Ester menyapa Mona dengan nada tidak senang.


dasar wanita aneh. berani - beraninya dia masuk keruangan boss seenaknya, pasti Silvi tidak bisa menolaknya ucap Mona dalam hati.

__ADS_1


" Aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk tuan Roi , sekarang tuan Roi sudah menjadi presiden direktur untuk semua perusahan Michell grup, maaf kemarin kami belum sempat bertemu, kakakku sangat terburu-buru untuk segera pulang ke Medan." ucap Mona berakting


" Hmm. terima kasih, kalau sudah tidak ada yang ingin kau sampaikan silahkan keluar nona, kami masih harus bekerja." sekaran Adnan yang angkat bicara.


" Sebagai rasa hormat dan kagum atas dirimu, bisa aku memelukmu tuan Roi." Mona menghampiri Roi


" Stop ! Silahkan keluar. Aku masih banyak urusan." Suara Roi menghentikan langkah Mona.


Ester dan Adnan tidak aneh dengan sikap Roi, bossnya itu memang orang yang sangat tegas.


Lain dengan Togar ia mengumpat habis diri Mona yang tak tahu malu.


Silvi hanya dism dan memperhatikan interaksi keempat orang yang berada di hadapannya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Adnan segera membawa pergi Mona dari hadapan Roi.


" Maaf, tolong anda mengerti." Adnan meninggalkan Mona di luar ruangan dan berbalik untuk masuk kembali ke ruangan Roi.


" Setelah makan siang kita lanjutkan."


Adnan, Ester dan Roi mengangguk kepada Roi.


Mereka bertiga meninggalkan Roi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2