Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Tanda cinta


__ADS_3

Alina tidak bisa tidur, ia gelisah dan berguling kesana kesini, pikirannya tak menentu ingin ia berlari memeluk Rey yang pada saat ini menderita karena ia meninggalkannya.


Alina tidak dapat menahan hatinya, ia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah ke kamar Rey.


"Maaf nona. Sudah malam begini anda sebaiknya tidur. Tuan Rey juga sedang beristirahat." seorang pengawal menghadang Alina di depan pintu kamar Rey.


" Biarkan aku masuk. Aku ingin tidur bersama Rey." Alina memohon kepada pengawal itu.


Kedua pengawal itu saling menatap kemudian mereka berdua menggelengkan kepala bersamaan.


" Maafkan kami. Tuan Rey sedang tidak sehat, kami tidak mengijinkan anda masuk."


Setelah mendengar penolakkan pengawal atas permintaannya akhirnya Alina mengalah dan kembali ke kamarnya.


***


Masih subuh Alina sudah berkutat di dapur, akibat tidak bisa tidur akhirnya Alina memutuskan untuk memasak di dapur.


"Nona. Biar kami saja yang melakukannya." Bi Mira yang setia bekerja dengan keluarga Morin dan Uli melarang Alina memasak.

__ADS_1


" Tidak apa ibu. Saya sudah sering melakukannya." Alina meneruskan kegiatannya, ia akan memasak cake coklat dan sup daging.


Bik Mira yang melihatnya sangat kagum dengan pekerjaan Alina. Anak yang cantik dan pintar . Bik Mira memuji Alina dalam hatinya. Sesekali Alina menatap Bik Mira sambil tersenyum seolah-olah ia ingin mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Jam dinding sudah di angka tujuh penghuni rumah bangun satu persatu. Uli yang sudah terbiasa mengurus sarapan keluarganya mencium sesuatu yang berbeda dari arah dapur. Ia melihat makanan sudah selesai dimasak tinggal dihidangkan di meja makan.


"Selamat pagi, nyonya." Alina menyapa Uli, ia baru saja beres membersihkan tubuhnya kemudian turun ke bawah untuk mempersiapkan sarapan.


"Alina." Uli sangat senang ia tidak mengetahui kalau Alina ada di rumahnya.


"Bagaimana kau berada di sini."


Alina hanya tertunduk sebenarnya ia tidak terlalu dekat dengan keluarga Morin dan Uli, tetapi keluarga ini menyambut hangat dirinya.


"Hmm." Alina menjadi kikuk baru ini kali pertama ia bertemu dengan tuan Morin.


"Selamat pagi, tuan." Alina memberi salam sambil menundukkan kepalanya, Morin baru saja tiba di ruang makan.


Pantasan Rey tergila-gila dengan ia, selain cantik ia hormat, santun, dan pintar memasak yang special ia cantik bukan karena dandanannya. Cantiknya alami.

__ADS_1


"Papa. Ayo, kita sarapan dulu." Uli menepuk bahu suaminya ia heran mengapa Morin memandang Alina seperti itu.


"Saya akan membawakan sarapan untuk Rey." Alina menjadi salah tingkah kepada semua keluarga yang berkumpul, ia menjadi pusat perhatian.


Alina berjalan membawa sarapan untuk Rey, dua pengawal yang menjaga kamar Rey sudah tidak berada di tempatnya.


Alina membuka pintu kamar Rey, masih gelap, Alina membuka tirai yang masih tertutup, dibukanya daun jendela agar udara segar masuk. Dipandangnya Rey yang masih tidur lelap, diletakkannya nampan yang berisi sarapan Rey di atas nakas, ia mendekat kepada Rey dipandangnya dengan leluasa wajah Rey, terlihat jelas garis-garis ketampanan disana, bulu-bulu halus yang sudah agak memanjang disekitar dagu dan pipi Rey kentara sekali kurang diurus.


Entah keberanian dari mana Alina memainkan tangannya di hidung Rey kemudian menurun ke bibirnya, lama ia menatap bibir itu perlahan diturunkannya wajahnya bermaksud memberikan kecupan disana, tiba-tiba Rey membuka matanya. Manik hitam mereka beradu, Alina terkejut refleks ia menarik wajahnya dan bermaksud menjauh dari Rey.


Rey tidak membiarkan Alina menjauhinya, ditariknya tangan Alina, kemudian dikuncinya tubuh Alina dengan merangkul erat pinggangnya.


"Rey."


Rey menarik tengkuk leher Alina dan menyatukan bibir mereka, dengan senang dan haru Alina membalas ciuman Rey sesungguhnya rindunya pun sudah tidak bisa lagi ditahan.


Tidak ada kata hanya saling menatap dan memberikan lu-matan. Rey melakukannya karena ia membenci Alina saat ini. Berbeda dengan Alina ciuman itu merupakan tanda cinta dan sayangnya pada Rey


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2