
Pernikahan Marissa dan Bima akhirnya terlaksana juga, dua sejoli itu sudah tidak sabar menunggu hari dimana mereka dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri.
Marissa yang sangat cantik bersanding dengan Bima yang tampan dan berwibawa. Keduanya tampak begitu bahagia. Bima selalu mengenggam jemari tangan pengantinya itu, Marissa sedang hamil ia kwatir kalau-kalau istrinya itu tidak kuat berdiri menyambut para undangan yang begitu banyak.
"Selamat, Icha." Rey juga hadir di pesta pernikahan mereka.
"Marissa menundukkan kepalanya, masalahnya ia malu dengan Rey dan Alina yang bersanding disampingnya.
"Terima kasih, tuan." Bima menyambut uluran tangan Rey.
"Selamat ya, Bim. Selamat berbahagia." Alina menjabat tangan Bima. Ia ikut berbahagia melihat Marissa dan Bima mengikat janji pernikahan.
Tidak ada lagi perasaan canggung antara empat orang yang pernah menjalani hubungan asmara sebelum pernikahannya, lucu....dalam pernikahannya masing-masing mereka diketemukan dengan para mantan. Dulu Rey dengan Marissa dan Bima dengan Alina.Jodoh hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya sebagai aktornya saja yang menjalankan arahan sang sutradara.
*
*
Beberapa bulan kemudian.
"Aduh...kenapa begitu sakit." Bima berusaha menenangkan istrinya yang akan melahirkan buah cinta mereka.
__ADS_1
"Sabar sayang. Ini masih pembukaan enam, kata dokter harus lebih mules lagi sebagai tanda bayinya akan lahir." Bima mengusap-usap punggung Marissa sesuai arahan dokter.
Ya...Marissa memilih untuk melahirkan secara normal karena ia ingin menikmati prosesnya secara alami, konon kata yang sudah berpengalaman lebih nikmat.
Hadi dan istrinya yang turut hadir mendampingi putrinya terlihat sangat cemas karena Marissa tidak berhenti meringis menahan rasa mules yang datangnya tidak teratur.
"Sayang, kau harus kuat. Papa percaya kau putri kami yang hebat." Hadi dan istrinya ikut menyemangati Marissa.
"Awww....kenapa semakin mules. Aku sudah tidak tahan." Marissa mencekram baju Bima sekuat tenaga.
"Dokter, tolong periksa putriku."Hadi berteriak memanggil dokter jaga.
Setelah diperiksa ternyata pembukaan Marissa sudah lengkap, dan saatnya untuk melahirkan. Dokter menyarankan agar pihak keluarga keluar dari ruangan, dokter dan para peeawat akan melakukan tindakan medis. Hanya Bima yang diperkenankan untuk mendampingi Marissa selama proses melahirkan.
Hadi dan istrinya saling merangkul ketika mendengar putri dan cucunya sehat dan selamat dalam proses persalinan.
"Kau putri kami yang hebat." Hadi dan istrinya bergantian mencium Marissa setelah mereka diperkenankan masuk ke kamar rawat Marissa.
Hadi juga meneluk Bima menantunya dalam hatinya ia sangat berterima kasih Bima sudah menjaga dan mengurus dengan baik Marissa.
"Terima kasih, pa." Bima membalas pelukkan Hadi
__ADS_1
"Pewaris keluarga Hadi sudah lahir." mama Marissa tersenyum melihat putrinya yang sudah lebih tenang.
Keluarga itu berbahagia karena akhirnya bisa hidup berdampingan dan saling menyayangi satu dengan yang lain
*
*
Sementara Rey dan Alina keadaannya tidak jauh beda. Mereka juga dikaruniai seorang putra. Alina menjani persalinan dengan proses operasi cesar karena pinggulnya kecil yang menyebabkan jalan lahir bayi sangat sulit. Untuk keselamatan bayi dan ibunya dokter meminta agar Alina sebaiknya bersalin dengan cara operasi.
Morin dan Uli sangat bahagia, putra putrinya kini sudah berkeluarga dan sekarang ada 5 cucu mereka miliki, pasangan Roi dan Silvi punya 2 anak, Togar dan Indah juga sama, dan sekarang Rey dan Alina menambah 1 cucu penerus nama keluarga Sinaga.
Tamat
yuuk....baca novelku yang lsin ya...
* jangan cinta padaku
terima kasih semuanya yang sudah like, vote, dan komen.
aku ๐๐๐kalian.
__ADS_1
see you...