
Pengantin wanita terlihat sangat cantik, di balut dengan kebaya putih moderen, serta dipadukan dengan kain songket merah.
Make up yang tidak terlalu mencolok membuat Silvi terlihat begitu ayu.
Dengan diapit oleh ayahnya, Morin, Ayah dan putrinya berjalan menuju pelataran altar.
Berjalan melewati para undangan yang terus memuji-muji Silvi yang cantik dan anggun.
Michel dan Nita tampak senang dan terharu melihat putranya tampak bahagia menyambut Silvi di pelataran Altar.
Pengantin berjalan berdampingan menuju Altar untuk pemberkatan oleh pendeta.
Janji pernikahan yang diucapkan kedua belah pihak dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh jemaat yang hadir " Tak akan berpisah sampai maut memisahkan."
Setelah pemberkatan pernikahan, acara dilanjutkan dengan resepsi di suatu hotel yang megah dan berkelas.
" Kau sangat cantik sayang." Roi memeluk pinggang Silvi yang berdiri disampingnya untuk menyambut para tamu yang datang.
" Kau juga sangat tampan." puji Silvi tersenyum mengelus pipi Roi.
" Hmm...mesra-mesraannya nanti saja, banyak tamu yang antri ingin bersalaman." ucap Michell menggoda putranya.
__ADS_1
Morin dan Uli yang mendengar ucapan Michel ikut tersenyum. Sedangkan kedua pengantin itu sedikit salah tingkah karena malu.
#####
Togar terlihat sangat sibuk mengawasi jalannya acara demi acara, bersama dengan beberapa bodyguard, mereka begitu awas dan teliti dengan gerak-gerik setiap undangan, bukan tidak mungkin ada orang yang kngin berbuat kekacauan mengingat keluarga Michel Chan orang ternama di Jakarta.
Sementara Indah diam-diam memperhatikan Togar yang sama sekali tidak bertegur sapa dengannyara sejak kemarin.
Dalam hati terdalam ia sangat berharap Togar menyapanya. Tapi sepertinya harapan Indah pupus, Togar sedang sibuk dengan tugasnya.
" Mari kita berdansa." Lois yang berada tepat dibelakang Indah, mengajaknya berdansa.
Indah dan Lois mulai menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri mengikuti irama lagu dan musik yang begitu tenang dan romantis.
Sesekali Lois tersenyum kepada Indah yang sudah lihai berdansa, ia masih mengingat ketika pertama kali mengajak wanita itu berdansa.
Sesekali Indah mencuri-curi menatap Togar yang berdiri di dekat pelaminan. Ia fokus dengan pekerjaannya. Ia memperhatikan setiap orang yang lalu lalang di sekitar pelaminan. Tanggung jawab keselamatan atas keluarga besar Chan dan Sinaga diampuhnya dengan sangat serius.
" Apa kau sudah punya teman pria, hmm...maksudku pacar ?" tanya Lois yang membuat Indah terkejut, sedari tadi ia memperhatikan Togar.
" Hmm...sudah." jawab Indah tersenyum menutupi kegugupannya.
__ADS_1
"Oh...maaf, ternyata aku kalah cepat."
"Kenapa ?"
" Aku ingin menjodohkanmu dengan sepupuku, Togar." kekeh Lois bercanda .
" Ma..af. Aku permisi ke toilet dulu."
" Silahkan."
Indah berbalik meninggalkan Lois, ia enggan membahas tentang Togar dihadapan siapapun. Lois tidak mengetahui sebenarnya ia dan Togar sudah menjalin hubungan, tetapi sekarang hubungan mereka semakin renggang dan Indah tidak ingin orang lain mengetahuinya.
Indah sengaja berdiri dan mengambil tempat yang agak menjauh dari para undangan. Dari sana ia terus memperhatikan Togar yang berdiri begitu gagah dengan stelan jas hitamnya.
argh....apakah dia merindukanku ?, setelah kemarin ia meminta maaf , ia tak pernah lagi menghubungiku, sikapnya terkesan dingin dan menjauh. Apakah ia masih marah?
Hari semakin larut, tamu yang datang semakin banyak. Kak Silvi dan Kak Togar kelihatan begitu bahagia. Aku tak menyangka kalau hubungan kakakku dengan paribannya berlanjut ke pelaminan mengingat pertemuan pertama mereka selalu bertengkar.
Tak kusadari bibirku terangkat membentuk senyuman samar. Cinta memang tidak ada yang bisa menebak. Jodoh Tuhan yang mengatur.
bersambung
__ADS_1